Warga Perumahan Kezia Waswas Banjir, Timbunan DAS Baloi Belum Diangkut

Rabu, 14 Mei 2025 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi tanah timbunan yang sudah ditumbuhi rumput dan mengakibatkan penyempitan badan sungai, Rabu (14/5/2025). Matapedia6.com/ Dok Warga

Kondisi tanah timbunan yang sudah ditumbuhi rumput dan mengakibatkan penyempitan badan sungai, Rabu (14/5/2025). Matapedia6.com/ Dok Warga

MATAPEDIA6.com, BATAM – Hujan deras yang kerap mengguyur Kota Batam belakangan ini membuat warga Perumahan Kezia, Baloi Indah, Lubuk Baja, mulai waswas.

Pasalnya, tanah hasil penimbunan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi yang melintasi kawasan mereka hingga kini belum juga diangkut.

Ketua RT 05/RW 06 Perumahan Kezia, Ade, mengatakan bahwa sejauh ini wilayah mereka masih aman dari banjir, meski sejumlah titik di Batam seperti Simpang Kepri Mall dan Taman Raya telah terdampak genangan air.

“Kita berpikir positif saja. Mungkin karena doa warga Komplek Kezia masih dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa, jadi kami masih terhindar dari banjir,” kata Ade, Rabu (14/5/2025).

Menurutnya, wilayah Sukajadi dan sekitarnya memang jarang diguyur hujan lebat, berbeda dengan daerah lain di Batam.

Meski demikian, kekhawatiran tetap membayangi warga, apalagi kondisi sungai di sekitar perumahan mereka semakin mengkhawatirkan.

Ade menjelaskan bahwa tanah yang menimbun aliran sungai kini mulai ditumbuhi rumput liar.

“Badan sungai makin menyempit karena rumput-rumput sudah tumbuh panjang. Kalau sampai ada sampah tersangkut, air akan terhambat dan banjir tak bisa dihindari,” ujarnya.

Setiap kali hujan turun, warga aktif saling mengingatkan lewat grup komunikasi mereka agar selalu waspada, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

“Kami khawatir, apalagi kalau hujan turun malam hari. Kasihan warga yang tinggal paling dekat dengan sungai, pasti waswas,” kata Ade.

Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan sebelum terjadi hal yang tak diinginkan.

“Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak,” tegasnya.

Sementara itu, terkait penimbunan DAS Baloi, Ditreskrimsus Polda Kepri menyatakan bahwa proses hukum masih berjalan.

Kasubdit 4 Tipidter, AKBP Zamrul, menyebut pihaknya baru saja memeriksa saksi ahli di Jakarta.

“Prosesnya masih berlangsung. Kami terus mengumpulkan barang bukti sesuai keterangan saksi-saksi,” ujar Zamrul.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Ruko di Harbour Bay Dibobol, Kamera, Laptop hingga Drone Raib: Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun
Miris! Bayi di Bengkong Batam Tewas Dicekik dan Dibanting Pengasuh
Polisi Tangkap Suami Siri Korban Pembunuhan yang Mayatnya Ditemukan Membusuk di Hutan Sekupang
Motor Raib Saat Salat hingga Tidur: Polsek Sagulung Ringkus Pelaku, 17 Motor Diamankan
Terdakwa Kasus Kematian Calon LC di Batam Akui Menyesal, Keluarga Siap Besarkan Anak Korban
Kapal MV Ocean Porter Berbendera Tanzania Bawa 2,6 Ton Sabu Cair Dicegat Tim Gabungan di Bengkalis
Tuntutan Dju Seng Ditunda untuk Keempat Kalinya, Ini Alasannya
Carolein Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara di Kasus Gelapkan Mobil Rental 

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 17:43 WIB

Ruko di Harbour Bay Dibobol, Kamera, Laptop hingga Drone Raib: Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Miris! Bayi di Bengkong Batam Tewas Dicekik dan Dibanting Pengasuh

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Polisi Tangkap Suami Siri Korban Pembunuhan yang Mayatnya Ditemukan Membusuk di Hutan Sekupang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Motor Raib Saat Salat hingga Tidur: Polsek Sagulung Ringkus Pelaku, 17 Motor Diamankan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:50 WIB

Terdakwa Kasus Kematian Calon LC di Batam Akui Menyesal, Keluarga Siap Besarkan Anak Korban

Berita Terbaru