Komisi I DPRD Batam Kutuk Keras Penganiayaan ART di Batam

Senin, 23 Juni 2025 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam Anwar Anas

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam Anwar Anas

MATAPEDIA6.com, BATAM – Kasus penganiayaan yang menimpa Intan, seorang Asisten Rumah Tangga (ART) di kawasan elit Kota Batam, menuai kecaman luas.

Komisi I DPRD Kota Batam secara tegas mengutuk tindakan tidak manusiawi tersebut dan mendesak penegak hukum bertindak tegas.

Sekretaris Komisi I DPRD Batam, Anwar Anas, menilai aksi kekerasan itu sudah melewati batas kemanusiaan.

“Kami sudah melihat video yang beredar, perlakuan terhadap korban sangat keji dan tidak bisa ditoleransi. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Anas, Senin (23/6/2025).

Anas menekankan bahwa para pelaku harus dihukum setimpal.

Baca juga: Pelaku Penganiayaan ART di Batam Ditangkap, Korban Masih Trauma dan Jalani Perawatan

“Tidak boleh ada yang kebal hukum. Siapapun pelakunya, harus bertanggung jawab atas tindakan biadab itu,” tegasnya.

Di tempat terpisah, anggota Komisi I DPRD Batam Tumbur Hutasoit juga menyuarakan keprihatinannya.

Tumbur mengecam keras perbuatan keji terhadap ART yang diduga dilakukan oleh majikan dan rekan kerjanya.

“Ini pelajaran penting bagi semua orang yang merasa memiliki kekuasaan atau harta. Jangan pernah merendahkan orang lain hanya karena nasib mereka berbeda,” ujar Tumbur.

Menurutnya, setiap manusia memiliki derajat yang sama.

Baca juga: ART Babak Belur Diduga Dianiaya Majikan dan Rekan Kerja di Perumahan Mewah Sukajadi

“Jika merasa ART tidak mampu bekerja, lebih baik dipulangkan. Bukan malah dijadikan bahan hinaan apalagi sampai disiksa. Pembantu juga manusia,” tambahnya dengan nada tegas.

Tumbur juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap fakta-fakta di balik kejadian secara transparan.

“Proses hukum harus berjalan terang benderang agar menjadi efek jera dan pelajaran bagi semua,” tutupnya.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Modus Minta Diantar ke Kantor Polisi, WN Malaysia Rampas Mobil dan Harta Korban di Batam
Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Perempuan di Batam, Dipicu Sakit Hati karena Ucapan
PN Batam Catat 34 Perkara Perlindungan Anak hingga Oktober 2026
Pria di Batam Tewas Ditikam 25 Kali, Polisi Ungkap Dendam dan Masalah Asmara
Laporan Pencurian Xpander di Batam Diduga Palsu, Tiga Orang Ditangkap
Polda Kepri Amankan 17 Orang dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Ekstasi di Batam
Pembacokan di PJB Sagulung, Korban Terjebak di Drainase dan Pelaku Masih Diburu Polisi 
Polisi Tangkap 2 Pria, Diduga Aniaya Pekerja Proyek di Sagulung Batam karena Persoalan Gaji

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:57 WIB

Modus Minta Diantar ke Kantor Polisi, WN Malaysia Rampas Mobil dan Harta Korban di Batam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Perempuan di Batam, Dipicu Sakit Hati karena Ucapan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:57 WIB

PN Batam Catat 34 Perkara Perlindungan Anak hingga Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Pria di Batam Tewas Ditikam 25 Kali, Polisi Ungkap Dendam dan Masalah Asmara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Laporan Pencurian Xpander di Batam Diduga Palsu, Tiga Orang Ditangkap

Berita Terbaru