MATAPEDIA6.com, BATAM – Jalur utama yang menghubungkan kawasan Harbour Bay hingga Pelabuhan Batuampar itu kini dipenuhi tanah dan debu yang berserakan di sepanjang bahu hingga badan jalan.
Tanah yang menumpuk di jalan tersebut diduga berasal dari roda truk kontainer yang keluar-masuk area pergudangan dan pelabuhan tanpa dibersihkan terlebih dahulu.
Akibatnya, jalan menjadi licin saat hujan dan berdebu saat panas, hingga mengancam keselamatan para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Veristo, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, selain membahayakan warga, pemandangan jalan yang kotor juga mencoreng citra Batam sebagai kota wisata dan investasi internasional.
“Batuampar ini kawasan strategis. Harbour Bay adalah pintu masuk wisatawan mancanegara, tapi jalan utamanya malah penuh tanah. Ini memalukan dan sangat berbahaya,” tegas Arlon, Rabu (8/10/2025).
Baca juga: Bea Cukai Batam Bongkar Penyelundupan Limbah B3 Jaringan Internasional di Pelabuhan Batuampar
Arlon meminta Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam dan Dinas Perhubungan (Dishub) segera turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut.
“BP Batam jangan hanya memberikan lahan kepada investor, tapi juga wajib mengawasi pemanfaatannya. Kita butuh investasi, tapi jangan sampai masyarakat Batam yang jadi korban,” ujarnya.
Sorotan serupa datang dari Anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur Hutasoit, menilai masalah ini sudah terjadi lama tanpa tindakan konkret dari instansi terkait.
Tumbur menegaskan perlunya aturan tegas agar setiap truk kontainer wajib mencuci roda sebelum keluar dari area penumpukan.
“Jalan Duyung ini jalur utama. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Dishub dan BP Batam harus bertindak, bukan tutup mata,” tegas Tumbur.
Menurutnya, langkah sederhana seperti menyediakan area pencucian roda di pintu keluar kontainer bisa menjadi solusi efektif untuk mencegah tanah terbawa ke jalan raya.
Baca juga: Batam Rawan Banjir, Li Claudia Minta BP dan Pemko Bangun Sinergi Kajian Teknis Drainase
“Kalau musim hujan jalan jadi licin, kalau panas penuh debu. Ini merugikan semua pengguna jalan,” tambahnya.
Warga sekitar berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata. Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, kondisi jalan yang berdebu juga membuat udara di sekitar pelabuhan menjadi kotor dan tidak nyaman.
“Kalau sore, debunya sampai masuk ke rumah. Kami minta pemerintah segera bersihkan dan atur kendaraan kontainer itu,” ujar seorang warga Batuampar.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega



















