Satgas PASTI Imbau Masyarakat Bahaya Penipuan Berbasis AI 

Sabtu, 15 November 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Pasti blokir aktivitas keuangan ilegal. Foto;Istimewa

Satgas Pasti blokir aktivitas keuangan ilegal. Foto;Istimewa

MATAPEDIA6.com, JAKARTA— Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) memperingatkan publik agar waspada terhadap maraknya kejahatan yang memanfaatkan kemajuan Artificial Intelligence (AI), mulai dari tiruan suara hingga video deepfake yang kian sulit dibedakan dari aslinya.

Satgas menegaskan, teknologi AI kini dimanfaatkan pelaku untuk meniru suara teman atau keluarga (voice cloning) maupun membuat video palsu yang sangat meyakinkan (deepfake).

Modus ini membuat korban mudah terperdaya karena merasa berkomunikasi dengan orang yang mereka kenal.

AI Dipelintir untuk Menjebak Korban

Tiruan Suara: Pelaku cukup mempelajari rekaman pendek suara seseorang untuk kemudian menirunya secara presisi. Percakapan pun bisa dibuat seolah berasal dari orang terdekat korban.

Tiruan Wajah: Teknologi deepfake memungkinkan pelaku membuat video palsu dengan wajah dan ekspresi seseorang secara akurat, memperkuat ilusi seolah permintaan datang dari pihak terpercaya.

“Satgas mengimbau masyarakat melakukan verifikasi silang pada permintaan mencurigakan, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan kritis pada suara atau video yang terasa janggal meski berasal dari kontak dikenal,” demikian dalam rilis yang diterima, Sabtu (15/11/2025).

776 Aktivitas Ilegal Diblokir, Modus Impersonasi Meningkat

Dalam penindakan terbaru, Satgas PASTI memblokir 611 pinjol ilegal 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri) serta 69 tawaran investasi ilegal yang menggunakan modus penipuan mulai dari impersonasi situs dan media sosial entitas berizin, penawaran kerja paruh waktu palsu, hingga skema investasi menyesatkan.

Upaya ini diperkuat dengan bergabungnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada awal 2025, serta patroli siber yang dilakukan Kementerian Agama RI terkait konten umrah backpacker, jual visa, dan jual SISKOPATUH yang dinilai melanggar regulasi haji dan umrah.

Baca juga: OJK dan Satgas Pasti Komitmen Melindungi Masyarakat dalam Praktik Keuangan Ilegal di Kepri

Kolaborasi lintas institusi kini melibatkan Kominfo Digital, Polri, BSSN dan Kemenag RI, memperkokoh pengawasan keuangan ilegal di ruang digital.

Sejak 2017 hingga 12 November 2025, Satgas PASTI telah menghentikan 14.005 entitas ilegal meliputi: 1.882 investasi ilegal 11.873 pinjol/pinpri ilegal 251 gadai ilegal.

IASC Terima 343 Ribu Laporan Penipuan, Kerugian Tembus Rp7,8 Triliun

Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat lonjakan laporan sejak mulai beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025. Total 343.402 laporan penipuan masuk, dengan 563.558 rekening dilaporkan terlibat. Dari jumlah itu, 106.222 rekening berhasil diblokir.

Total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp7,8 triliun, sementara dana yang berhasil diamankan melalui pemblokiran mencapai Rp386,5 miliar.

Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan penawaran investasi atau pinjaman online yang mencurigakan, tidak berizin, atau menjanjikan imbal hasil tidak masuk akal.

Laporan dapat disampaikan melalui:Website:sipasti.ojk.go.id Telepon OJK:157WhatsApp: 081 157 157 157Email:[konsumen@ojk.go.id](mailto:konsumen@ojk.go.id)

Baca juga:Satgas Pasti Blokir 498 Pinjol Ilegal dan Tawaran Investasi Sepanjang September 2024

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

OJK Genjot Literasi Keuangan Digital Mahasiswa UMSU
Banjir Bandang dan Longsor Terjang Humbang Hasundutan, Lima Orang Meninggal Empat Masih Hilang
MDI Ventures Luncurkan Explorise Pulse 2025, Perkuat Kolaborasi Startup–BUMN Dorong Ekonomi Digital
OJK–Ratu Maxima Sepakati Akselerasi Program Financial Health di Indonesia
Berlari sambil Berbagi, Cara Telkom Runners Gaungkan Kepedulian Mangrove
Survei OJK: Kinerja Perbankan Menguat hingga Akhir 2025
Indosat Ooredoo Hutchison Rayakan 58 Tahun, Perkuat Komitmen Hadirkan AI Inklusif untuk Indonesia
Ditjenpas Sosialisasikan Pengembangan Karir JF Pembina Keamanan dan Pengamanan Pemasyarakatan

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 11:28 WIB

OJK Genjot Literasi Keuangan Digital Mahasiswa UMSU

Jumat, 28 November 2025 - 22:45 WIB

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Humbang Hasundutan, Lima Orang Meninggal Empat Masih Hilang

Jumat, 28 November 2025 - 15:54 WIB

MDI Ventures Luncurkan Explorise Pulse 2025, Perkuat Kolaborasi Startup–BUMN Dorong Ekonomi Digital

Kamis, 27 November 2025 - 20:10 WIB

OJK–Ratu Maxima Sepakati Akselerasi Program Financial Health di Indonesia

Minggu, 23 November 2025 - 14:14 WIB

Berlari sambil Berbagi, Cara Telkom Runners Gaungkan Kepedulian Mangrove

Berita Terbaru

OJK Digital Financial Literacy di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Foto:OJK Kepri

Nasional

OJK Genjot Literasi Keuangan Digital Mahasiswa UMSU

Sabtu, 29 Nov 2025 - 11:28 WIB