OJK Sebut Pasar Modal Indonesia Menguat dan Berintegritas Sepanjang 2025

Selasa, 30 Desember 2025 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penutupan pasar Modal Bursa efek Indonesia. Foto:OJK Kepri

Penutupan pasar Modal Bursa efek Indonesia. Foto:OJK Kepri

MATAPEDIA6.com, JAKARTA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Pasar Modal Indonesia tampil solid, berdaya tahan, dan berintegritas sepanjang 2025 di tengah tekanan global akibat ketidakpastian kebijakan moneter, tensi geopolitik, serta sentimen perdagangan pada awal tahun.

Ketahanan pasar tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), lonjakan kapitalisasi pasar, meningkatnya aktivitas transaksi dan penghimpunan dana, hingga pertumbuhan signifikan jumlah investor domestik, khususnya dari kalangan generasi muda.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan capaian tersebut dalam sambutan Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2025 di Jakarta, Selasa.

Inarno menegaskan, kinerja positif pasar modal lahir dari kolaborasi erat OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Pasar Modal Indonesia menunjukkan resiliensi dan daya saing yang terus menguat. Tantangan global menguji ketangguhan kita, namun sinergi seluruh pihak mampu menjaga pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan dan memperkokoh fondasi ke depan,” ujar Inarno dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).

Baca juga:DPRD Batam Desak BKPSDM Usut Video Viral soal Oknum Pejabat Pemko Batam  

Acara penutupan perdagangan turut dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, jajaran direksi dan komisaris SRO, serta pimpinan pelaku industri pasar modal.

IHSG Melonjak, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp15.810 Triliun

Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK Eddy Manindo Harahap memaparkan kinerja pasar hingga 19 Desember 2025.

IHSG melesat 22,10 persen secara year to date (ytd) dan ditutup di level 8.644,26. Kapitalisasi pasar melonjak 28,16 persen ytd hingga menembus Rp15.810 triliun, melampaui target Roadmap Pasar Modal dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB 2024 mencapai 71,41 persen.

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 12,10 persen ytd ke level 440,19.

Industri pengelolaan investasi mencatat dana kelolaan Rp1.039 triliun, tumbuh 24,16 persen ytd. Penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp268,14 triliun dari 210 penawaran umum, termasuk 18 emiten saham baru dan dua emiten Efek Beragun Aset Syariah (EBUS), melampaui target Rp220 triliun.

Securities Crowdfunding (SCF) juga mencatatkan kinerja positif dengan penghimpunan dana akumulatif Rp1,808 triliun dari 968 penerbit.

Investor Tembus 20 Juta, Didominasi Generasi Muda

Pertumbuhan investor ritel mencetak rekor baru. Sepanjang 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) bertambah 5,34 juta, sehingga total investor pasar modal mencapai 20,2 juta SID.

Sebanyak 79 persen investor berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun, menegaskan kuatnya inklusi keuangan dan pendalaman basis investor domestik.

Bursa Karbon Tumbuh, Integritas Pasar Diperketat

Di sektor perdagangan karbon, volume transaksi akumulatif sejak 26 September 2023 hingga 29 Desember 2025 mencapai 1,6 juta ton CO₂ ekuivalen dengan nilai Rp80,75 miliar.

Sebanyak 150 perusahaan berpartisipasi dengan ketersediaan unit karbon mencapai 2,67 juta ton CO₂ ekuivalen.

Baca juga:

Untuk menjaga integritas pasar, OJK sepanjang 2025 melakukan 219 pemeriksaan teknis dan 155 pemeriksaan khusus atas dugaan pelanggaran, termasuk 116 kasus transaksi saham.

 

OJK menjatuhkan 120 sanksi administratif, 1.180 sanksi keterlambatan laporan, serta 65 sanksi non-kasus lainnya. Total denda administratif mencapai Rp123,3 miliar, disertai enam pencabutan izin, enam perintah tertulis, dan 329 peringatan tertulis.

Regulasi Diperkuat, Transformasi Berlanjut ke 2026

Sepanjang 2025, OJK menerbitkan 10 Peraturan OJK (POJK) dan enam SEOJK/PADK. Regulasi kunci meliputi POJK 1/2025 tentang Derivatif Keuangan Berbasis Efek, POJK 9/2025 tentang Dematerialisasi Efek Ekuitas dan Aset Tidak Diklaim, serta POJK 15/2025 tentang pemeringkatan Reksa Dana dan Manajer Investasi berbasis rating dan ranking.

OJK juga meluncurkan buku ‘Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan’ pada 15 Juli 2025 sebagai rujukan penguatan ekosistem ekonomi hijau.

Integrasi layanan perizinan dilakukan melalui penyatuan sistem SPRINT OJK dan SPEK KSEI untuk mempercepat, memusatkan, dan meningkatkan akurasi proses pendaftaran Reksa Dana.

Memasuki 2026, OJK menetapkan empat agenda strategis: pendalaman pasar, peningkatan integritas, penguatan kelembagaan Perusahaan Efek dan Manajer Investasi, serta pengembangan keuangan berkelanjutan, termasuk perluasan bursa karbon dan penyusunan roadmap keberlanjutan 2026–2030.

OJK bersama SRO mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca juga:GM For A Day Antar Santika Indonesia, Raih Marketeers Digital Marketing Heroes 2025

Editor:Trio

Berita Terkait

BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen, Fokus Redam Tekanan Rupiah di Tengah Gejolak Global
TelkomGroup Lepas 1.924 Pemudik, Perkuat Jaringan dan Armada Ramah Lingkungan Sambut Lebaran 2026
WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
11 Jam Live TikTok Tanpa Putus di Jalur Mudik, Dave Hendrik–Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI
Santri Didorong Melek Keuangan Syariah, OJK Gelar Program SAKINAH
OJK Dorong Reformasi Dana Pensiun Nasional di Forum OECD Paris
OJK Tegaskan Ketahanan Sektor Keuangan Usai Fitch Revisi Outlook Indonesia
OJK Perkuat Kinerja, Lantik Kepala Departemen dan OJK Daerah

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:36 WIB

BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen, Fokus Redam Tekanan Rupiah di Tengah Gejolak Global

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:02 WIB

TelkomGroup Lepas 1.924 Pemudik, Perkuat Jaringan dan Armada Ramah Lingkungan Sambut Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35 WIB

WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:15 WIB

11 Jam Live TikTok Tanpa Putus di Jalur Mudik, Dave Hendrik–Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:03 WIB

Santri Didorong Melek Keuangan Syariah, OJK Gelar Program SAKINAH

Berita Terbaru