MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Akses Investor Global

Rabu, 22 April 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. Foto:OJK Kepri

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. Foto:OJK Kepri

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAKARTA-Pengumuman MSCI pada 20 April 2026 langsung disambut positif oleh OJK. Regulator menilai, langkah-langkah pembenahan yang dijalankan bersama Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia mulai mendapat pengakuan internasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa MSCI tidak sekadar mencatat, tetapi juga mengakui arah reformasi yang fokus pada transparansi dan integritas pasar.

OJK mendorong perubahan konkret. Mulai dari membuka kepemilikan saham di atas 1 persen, memperjelas klasifikasi investor, menerapkan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), hingga menaikkan batas minimum free float.

Langkah ini bukan kosmetik. OJK menargetkan pasar yang lebih kredibel, likuid, dan ramah investor global.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut pengakuan MSCI sebagai sinyal kuat bahwa arah kebijakan Indonesia sudah tepat. Ia memastikan reformasi tidak berhenti di pengakuan awal.

“Implementasi akan terus kami jaga agar konsisten, terukur, dan berkelanjutan,” katanya dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Baca juga:Sidak DPRD Batam Mentok di Gerbang Perusahaan, Dugaan Pelanggaran BPJS Tak Tersentuh

Saat ini, MSCI masih melanjutkan asesmen dengan menghimpun data baru dan masukan pelaku pasar global. Hasilnya akan berpengaruh pada dua agenda krusial: Index Review Mei 2026 dan Market Accessibility Review Juni 2026.

OJK melihat fase ini sebagai ujian sekaligus peluang. Jika reformasi terbukti efektif, akses investor global ke pasar Indonesia berpotensi semakin terbuka.

Tak berhenti di situ, OJK juga menggeber delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar. Fokusnya mencakup transparansi, likuiditas, penegakan hukum, tata kelola, hingga pendalaman pasar.

Arah sudah jelas: membawa pasar modal Indonesia naik kelas—lebih dalam, lebih likuid, dan makin dipercaya dunia.

Baca juga:Berangkat Haji Reguler, Amsakar Pilih Berbaur dengan Jemaah dan Titip Pesan Jaga Kondusivitas Batam

Editor:Zalfirega

 

 

Berita Terkait

TelkomGroup Raih Tiga Penghargaan Konektivitas Digital 2026, Perkuat Jaringan hingga Wilayah 3T
Dari Kesetaraan ke Dampak, Telkom Dorong Perempuan di Garis Depan Kepemimpinan
OJK Dorong Perempuan Jadi Garda Depan Anti-Fraud, Teladani Semangat Kartini
OJK Desak BNI Tuntaskan Kasus Dana Nasabah KCP Aek Nabara, Rp7 Miliar Sudah Dikembalikan
OJK–Ekraf Tancap Gas Web3: IP Indonesia Dibidik Jadi Aset Baru Bernilai Tinggi
Telkom–PGN Bangun Ekosistem Data Center Hijau, Bidik Posisi Hub Digital Regional
OJK Percepat Program 3 Juta Rumah, SLIK Dipangkas Lebih Cepat dan Lebih Fleksibel
OJK Genjot Investor Ritel, Literasi Pasar Modal Diperkuat di Banten

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 11:51 WIB

TelkomGroup Raih Tiga Penghargaan Konektivitas Digital 2026, Perkuat Jaringan hingga Wilayah 3T

Rabu, 22 April 2026 - 09:23 WIB

MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Akses Investor Global

Selasa, 21 April 2026 - 13:32 WIB

Dari Kesetaraan ke Dampak, Telkom Dorong Perempuan di Garis Depan Kepemimpinan

Senin, 20 April 2026 - 19:05 WIB

OJK Dorong Perempuan Jadi Garda Depan Anti-Fraud, Teladani Semangat Kartini

Sabtu, 18 April 2026 - 20:37 WIB

OJK Desak BNI Tuntaskan Kasus Dana Nasabah KCP Aek Nabara, Rp7 Miliar Sudah Dikembalikan

Berita Terbaru