MATAPEDIA6.com, BATAM-Ketua DPD Gerindra Kepri, Iman Sutiawan, merespons polemik pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Ia mengajak masyarakat melihat persoalan secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Iman menilai pernyataan Li Claudia muncul dari kegelisahan seorang pemimpin yang turun langsung melihat persoalan sosial serta aktivitas yang merugikan masyarakat dan membahayakan lingkungan.
“Bu Li memiliki kepedulian besar terhadap Batam. Dalam dinamika lapangan, wajar jika seorang pemimpin berbicara tegas demi melindungi rumahnya sendiri. Bagi beliau, Batam adalah rumah bersama yang harus dijaga,” ujar Iman, Senin (4/5/2026).
Ia meminta masyarakat, khususnya para ibu dan tokoh masyarakat, menjaga suasana tetap sejuk dan tidak memperbesar perbedaan tafsir yang berpotensi memicu gesekan di tengah kemajemukan Batam.
“Tidak ada niat merendahkan siapa pun. Masyarakat pasti bisa membedakan ketegasan terhadap pelanggaran hukum dan sikap terhadap masyarakat kecil. Jangan saling melukai hanya karena potongan narasi di media sosial,” tegasnya.
Baca juga:DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing
Iman menegaskan persoalan tersebut telah disikapi secara baik dan kekeluargaan. Li Claudia, kata dia, sudah bertemu langsung dengan sejumlah tokoh masyarakat yang sempat tersinggung. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh suasana persaudaraan.
“Mereka duduk bersama, berbincang santai, saling memahami, bahkan saling mendukung untuk membangun Batam ke depan. Tidak ada lagi persoalan yang perlu diperbesar,” katanya.
Ia menambahkan, komunikasi yang terjalin telah melahirkan kesepahaman bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Batam tetap aman, harmonis, dan berkembang sebagai kota yang nyaman bagi semua.
“Yang terpenting sekarang menjaga persatuan. Jika ada perbedaan, selesaikan lewat dialog dengan kepala dingin,” ujarnya.
Iman berharap masyarakat tidak terjebak dalam narasi yang memecah suasana, melainkan fokus mendukung pembangunan dan menjaga kerukunan.
“Batam dibangun dengan semangat kebersamaan. Mari rawat kota ini dengan cara yang menenangkan, bukan memperkeruh keadaan,” tutupnya.
Baca juga:Amsakar Tekankan Program Nyata, PKDP dan Gempar Diminta Perkuat Kontribusi untuk Batam
Editor:Zalfirega

















