Berawal dari Janji 10 Tahun Lalu, Ahmad Muzani Resmikan Ponpes Nur Iman di Pulau Kasu

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Iman beserta masjidnya, Minggu (2/8/2026).

Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Iman beserta masjidnya, Minggu (2/8/2026).

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM– Sebuah janji yang terlontar satu dekade lalu akhirnya menjadi kenyataan di Pulau Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Iman beserta masjidnya, Minggu (2/8/2026).

Peresmian berlangsung di tengah antusiasme masyarakat. Kedatangan Ahmad Muzani ke Pulau Kasu disambut ribuan bendera yang berkibar sepanjang penyambutan, menambah semarak momen bersejarah bagi warga pulau perbatasan tersebut.

Turut hadir Anggota DPR RI Fraksi Gerindra HM Endipat Wijaya, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafruddin, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Wakil Ketua DPRD Kepri Ustadz Bahtiar, Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan, Wakil Ketua III DPRD Batam Yunus Muda, Kepala Kemenag Batam Budi Dermawan, anggota DPRD Kepri dan Batam Fraksi Gerindra, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Ahmad Muzani mengisahkan awal mula gagasan membangun pesantren tersebut. Ia mengaku pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Kasu sekitar 10 tahun silam bersama Iman Sutiawan. Saat itu, kawasan yang kini berdiri megah Ponpes Nur Iman masih berupa lahan kosong.

“Sepuluh tahun lalu saya datang ke sini masih kosong. Saya bilang kepada Iman, dari lokasi yang tinggi ini sebaiknya dibangun pondok pesantren supaya dari kejauhan sudah terlihat,” kata Muzani.

Menurutnya, ucapan sederhana saat itu kini berubah menjadi kenyataan.

“Entah didengar atau dicatat, yang pasti hari ini terwujud. Kita bisa meresmikan sebuah pesantren yang megah,” ujarnya.

Baca juga:Saat Lautan Manusia Menyatu dalam Sholawat, Kepri Bersholawat 3 Menggetarkan Batam

Muzani menilai keberadaan pondok pesantren di daerah perbatasan seperti Batam memiliki arti strategis, bukan hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga memperkuat karakter kebangsaan.

“Pesantren adalah pagar pertahanan NKRI,” tegas Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra tersebut.

Ketua DPRD Kepri sekaligus Dewan Pembina Ponpes Nur Iman, Iman Sutiawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mewujudkan pembangunan pesantren tersebut, mulai dari Ahmad Muzani, Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf, HM Endipat Wijaya, Kapolda Kepri, Wakil Gubernur Kepri, hingga para donatur dan masyarakat.

Ia juga sengaja mengundang para pengasuh pondok pesantren di Batam agar dapat berbagi pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan tersebut.

“Saya berharap para pengasuh pondok pesantren di Batam bisa memberikan tuntunan dan pengalaman sehingga Ponpes Nur Iman dapat berkembang dengan baik,” katanya.

Iman turut menyampaikan penghargaan kepada empat tokoh masyarakat Pulau Kasu yang menghibahkan tanah mereka demi pembangunan Ponpes Nur Iman.

Sementara itu, Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf mengajak masyarakat menjadikan pesantren sebagai tempat membentuk generasi yang berakhlak dan bermanfaat bagi bangsa.

Ia mengimbau para orang tua untuk mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada pondok pesantren agar tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara.

Habib Syeikh juga mengingatkan pentingnya mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah serta menjauhi sifat iri dan dengki terhadap sesama.

“Pesantren adalah tempat penggemblengan umat. Syukur jika dari sini lahir para ulama yang membawa manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Peresmian Ponpes Nur Iman ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, sekaligus menjadi penanda dimulainya operasional salah satu pusat pendidikan Islam baru di kawasan perbatasan Indonesia.

Baca juga:Andi Morena Laporkan Akun Medsos ke Poisi, Catut Nama dalam Kasus Pengungkapan Narkotika BNN di Batuampar

Editor:Zalfirega

 

 

Berita Terkait

Kenal Pamit Kapolda Kepri, Suhendri Tekankan Keamanan dan Kenyamanan Warga  
Irjen Suhendri Jadi Kapolda Kepri, Siap Lanjutkan Inovasi dan Perkuat Pelayanan Publik
Kata PN Batam soal Aturan Peliputan di Ruang Sidang
Polisi Perkuat Pemberantasan Premanisme untuk Jaga Kepastian Hukum Dunia Usaha
Korban Ditikam 7 Kali di Dekat Golden Prawn, Polisi Tangkap Pria 30 Tahun
Kebutuhan Air Batam Meningkat, Lingga Masuk Radar BP Batam
Imigrasi Batam Tahan Keberangkatan 1.009 Penumpang Diduga PMI Nonprosedural
Tiga Bulan Krisis Air, Warga Sambau Blokade Akses Nongsa Digital Park: “Kami Cuma Mau Air”

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Kenal Pamit Kapolda Kepri, Suhendri Tekankan Keamanan dan Kenyamanan Warga  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Irjen Suhendri Jadi Kapolda Kepri, Siap Lanjutkan Inovasi dan Perkuat Pelayanan Publik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Kata PN Batam soal Aturan Peliputan di Ruang Sidang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Korban Ditikam 7 Kali di Dekat Golden Prawn, Polisi Tangkap Pria 30 Tahun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Kebutuhan Air Batam Meningkat, Lingga Masuk Radar BP Batam

Berita Terbaru

juru bicara atau Humas PN Batam, Vabianes Stuart Wattimena, saat bertemu dengan sejumlah awak media dalam kegiatan Forum Wartawan Bayang (FWB) di The BCC Hotel & Residence Batam, Jumat (9/10/2026). Foto:Rega/matapedia

News

Kata PN Batam soal Aturan Peliputan di Ruang Sidang

Jumat, 9 Okt 2026 - 18:15 WIB