MATAPEDIA6.com, BATAM—Posisi strategis Batam sebagai wilayah terdepan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menuntut satu hal utama: energi yang andal. Tanpa itu, ambisi menjadikan Batam sebagai pusat industri, investasi, dan ekonomi regional sulit tercapai.
Kesadaran itu mendorong Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, turun langsung memimpin rapat bersama PT PLN Batam pada 7 Mei 2026.
Agenda utamanya jelas—memperkuat fondasi kelistrikan demi mengangkat daya saing Batam di level regional.
Dalam pertemuan tersebut, Dony mengarahkan langkah konkret menghadapi lonjakan kebutuhan energi, terutama dari sektor industri dan ekspansi data center yang terus tumbuh.
“PLN Batam diminta mempercepat penguatan kapasitas pembangkit sekaligus memastikan pasokan listrik tetap stabil di tengah tekanan permintaan,” ujar Dony dikutip dalam media social PLN Batam, Minggu (17/5/2026).
Tak hanya soal suplai, keandalan sistem juga menjadi sorotan. Gangguan sekecil apa pun berpotensi menggerus kepercayaan investor di kawasan yang selama ini menjadi magnet industri nasional itu.
Di sisi lain, PLN Batam juga memikul peran lebih besar. Perusahaan ini didorong tampil sebagai “etalase kelistrikan nasional”—cerminan kesiapan Indonesia dalam menyediakan energi modern, stabil, dan kompetitif di wilayah perbatasan.
Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, diminta mengakselerasi peningkatan layanan sekaligus memperkuat infrastruktur kelistrikan berkelanjutan. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan energi, memperkuat kedaulatan wilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan tekanan kebutuhan energi yang terus naik, Batam kini berpacu dengan waktu. Keberhasilan menjaga listrik tetap menyala bukan sekadar soal teknis—melainkan penentu posisi Indonesia dalam peta persaingan kawasan.
Baca juga:Amsakar Ikuti Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih, Batam Perkuat Ekonomi Warga dari Kelurahan
Editor: Zalfirega

















