MATAPEDIA6.com,BATAM-Harapan warga Perumahan Marina Green RW 018, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, untuk memiliki akses Jalan Row 30 yang layak akhirnya terwujud.
Infrastruktur yang telah dinantikan selama kurang lebih 15 tahun itu kini rampung dibangun melalui anggaran Binamarga dan disyukuri bersama warga dalam sebuah acara syukuran, Minggu (14/6/2026).
Momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan atas selesainya pembangunan jalan, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan perjuangan panjang masyarakat yang terus menyuarakan kebutuhan infrastruktur di lingkungannya.
Acara dihadiri Anggota DPRD Kota Batam Muhammad Rudi dan H. Arlon Veristo, Sekretaris Kecamatan Batu Aji Anwaruddin, Sekretaris Kelurahan Tanjung Uncang Darnafis, Ketua LPM beserta jajaran, FKTW, LKK, PERMATA, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kader Posyandu, serta ratusan warga Marina Green.
Ketua RW 018 Marina Green, Nasrul Koto, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan jalan yang selama ini menjadi aspirasi utama warga.
“Alhamdulillah, jalan yang kami inginkan selama 15 tahun akhirnya selesai dibangun. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan memperjuangkannya, khususnya Pak Muhammad Rudi, Pak Arlon Veristo, Pemerintah Kelurahan Tanjung Uncang, Pemerintah Kecamatan Batu Aji, dan seluruh warga yang terus mendukung perjuangan ini,” ujar Nasrul pada wartawan dilansir, Minngu sore.
Baca juga:Besi Penutup Drainase Terowongan Pelita Raib, BP Batam Ajak Warga Ikut Mengawasi
Menurutnya, pembangunan Jalan Row 30 menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat diwujudkan ketika ada komunikasi dan sinergi yang baik antara warga, pemerintah, dan wakil rakyat.
Nasrul juga mengingatkan pentingnya menjaga fungsi Jalan Row 30 sebagai fasilitas umum. Ia berharap masyarakat bersama pemerintah terus mengawasi kawasan tersebut agar tidak ada pembangunan yang mengganggu akses jalan yang telah dibangun.
Sekretaris Kecamatan Batu Aji, Anwaruddin, mengajak masyarakat untuk merawat hasil pembangunan yang telah direalisasikan.
“Jalan ini adalah aset bersama yang harus kita jaga. Peran RT dan RW sangat penting dalam mengawasi lingkungan sekitar agar tidak ada bangunan yang mengganggu fungsi jalan. Selain itu, kebersihan lingkungan juga harus menjadi perhatian bersama demi kenyamanan masyarakat,” katanya.
Kehadiran dua Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Rudi dan Arlon Veristo, menjadi perhatian warga dalam kegiatan tersebut. Keduanya mendapat apresiasi karena dinilai konsisten mengawal aspirasi masyarakat hingga pembangunan Jalan Row 30 dapat terealisasi.
Dalam sambutannya, Arlon Veristo menegaskan bahwa perbedaan latar belakang politik tidak boleh menjadi penghalang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Walaupun kami berbeda partai, tujuan kami tetap satu, yaitu membangun Batu Aji dan Tanjung Uncang. Jangan sampai hubungan bertetangga rusak karena perbedaan pilihan politik. Apa yang bisa kami perjuangkan untuk masyarakat, insyaallah akan kami lakukan,” tegasnya.
Arlon juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah Kota Batam, mulai dari penanganan banjir, pengelolaan sampah hingga peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Batam yang lebih maju.
Sementara itu, Muhammad Rudi menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Row 30 merupakan salah satu contoh hasil perjuangan bersama yang lahir dari komunikasi aktif antara masyarakat dan pemerintah.
“Kami menyadari masih banyak kebutuhan pembangunan yang harus diselesaikan. Karena itu, pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas. Semoga dengan kebersamaan dan kekompakan yang terus terjaga, Tanjung Uncang semakin maju dan masyarakat semakin merasakan manfaat pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan jalan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara warga, pemerintah, dan DPRD mampu menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baca juga:Polisi Tangkap Jambret yang Sasar Warga Hendak Hadiri Pesta di Sungai Beduk
Editor: Zalfirega
















