Sidang Dugaan Pembunuhan Calon LC di Batam, Saksi Ungkap Pembongkaran CCTV di Lokasi Kejadian

Senin, 15 Juni 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan Dwi Putri Apriliandini, seorang calon lady companion (LC) di Batam, kembali mengungkap fakta-fakta baru di ruang sidang Pengadilan Negeri Batam, Senin (15/6/2026). Foto:Rega/matapedia

Sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan Dwi Putri Apriliandini, seorang calon lady companion (LC) di Batam, kembali mengungkap fakta-fakta baru di ruang sidang Pengadilan Negeri Batam, Senin (15/6/2026). Foto:Rega/matapedia

72 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM– Sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan Dwi Putri Apriliandini, seorang calon lady companion (LC) di Batam, kembali mengungkap fakta-fakta baru di ruang sidang Pengadilan Negeri Batam, Senin (15/6/2026).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Fitri Rahma Rahayu alias Josevin, rekan korban yang tinggal satu mess di bawah naungan MK Manajemen.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Muhammad Eri Justiansyah, Josevin membeberkan sejumlah peristiwa yang terjadi setelah korban diduga mengalami penganiayaan.

Salah satu keterangan yang menjadi sorotan adalah pengakuan saksi terkait pembongkaran kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian.

Menurut Josevin, dirinya diminta oleh terdakwa Papi Charles untuk membantu melepas sejumlah kamera CCTV yang terpasang di mess tersebut.

“Saya diminta Papi Charles untuk membantu bongkar CCTV. Saat itu saya tidak sendiri, tapi bersama Lira dan Miu,” ujar Josevin di hadapan majelis hakim.

Ia menjelaskan, terdapat sekitar empat hingga lima unit CCTV yang dibongkar. Setelah dilepas, perangkat tersebut diserahkan kepada Papi Charles dan dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Baca juga:Ruangan Gelap Disulap Jadi Arena Kreativitas, Anak-anak Batam Antusias Racik Slime Neon di Wyndham Panbil

“CCTV itu saya kasih ke Papi Charles, lalu dimasukkan ke kantong plastik dan disimpan oleh Papi Charles,” katanya.

Tak hanya soal CCTV, Josevin juga mengungkap situasi di dalam mess saat korban berada di salah satu ruangan.

Meski mengaku tidak menyaksikan langsung dugaan penganiayaan yang terjadi, ia mendengar suara musik diputar dengan volume sangat keras menggunakan speaker yang diambil dari kantor.

Menurut saksi, suara musik tersebut sengaja diperdengarkan untuk menutupi suara tangisan korban dari dalam ruangan.

“Saya tidak melihat langsung siapa yang menganiaya korban di dalam ruangan itu. Tapi di dalam ruangan itu tidak hanya Koko Wilson, ada juga Mami, Papi Charles, dan Papi Tama,” ungkapnya.

Dalam persidangan yang sama, Josevin turut menyinggung awal mula kemarahan terdakwa Wilson terhadap korban. Ia menyebut Papi Charles merupakan pihak yang mengirimkan sebuah video kepada Wilson.

Video tersebut, menurut saksi, memperlihatkan korban diduga mencekik Anik Istiqomah alias Mami.

Setelah menerima video itu, Wilson disebut datang dan langsung mempertanyakan tindakan korban.

“Setahu saya Papi Charles yang mengirim video ke Koko Wilson. Setelah melihat video itu, Koko Wilson datang dan marah kepada korban,” ujarnya.

Josevin juga menyatakan bahwa setiap kali dugaan kekerasan terhadap korban terjadi, Wilson, Anik alias Mami, Papi Charles, dan Papi Tama selalu berada di lokasi. Namun, ia membedakan peran masing-masing terdakwa dalam perkara tersebut.

Keterangan mengenai CCTV sejalan dengan daftar barang bukti yang telah disita penyidik. Dalam berkas perkara tercatat polisi menyita sembilan perangkat CCTV yang terdiri dari enam unit merek EZVIZ, dua unit merek EYESEC, dan satu unit tanpa merek.

Selain itu, penyidik juga mengamankan sembilan kartu memori (microSD), flashdisk berisi rekaman video, dua unit speaker, minyak urut GPU, tabung oksigen medis, lakban, borgol, serta sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan perkara.

Sidang perkara nomor 264/Pid.B/2026/PN Btm itu akan kembali dilanjutkan pada pekan depan.

Baca juga:Keluarga Korban Teriaki Wilson Lukman Pembunuh Saat Tiba di PN Batam, Sidang Pembunuhan Dwi Putri 

Editor:Zalfirega 

Berita Terkait

Polisi Tangkap Jambret yang Sasar Warga Hendak Hadiri Pesta di Sungai Beduk
Polsek Bengkong Gerak Cepat Jemput Terduga Pelaku Pencurian Usia Ditangkap Warga
Tiga Pencuri Ponsel Mahasiswi di Batam Dibekuk dalam Hitungan Jam, iPhone Korban Berhasil Diselamatkan
Sidang Kasus Pembunuhan Calon LC di PN Batam Berlanjut, Jaksa Hadirkan Enam Saksi
Polresta Barelang Bongkar 12 Kasus Narkotika Saat Libur Iduladha, 12 Tersangka Diamankan
Komplotan Pencuri HP Beraksi di Rajawali, Modus Isi BBM dan Belanja di Toko 24 Jam
Polisi Bongkar Judi Online Omzet Rp10 Miliar per Bulan di Perumahan Mewah Batam
Jaksa Hadirkan Saksi KPHL Batam di Sidang Dju Seng Kasus Perusakan Hutan Lindung, Fakta Baru Terungkap

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 20:21 WIB

Sidang Dugaan Pembunuhan Calon LC di Batam, Saksi Ungkap Pembongkaran CCTV di Lokasi Kejadian

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:28 WIB

Polisi Tangkap Jambret yang Sasar Warga Hendak Hadiri Pesta di Sungai Beduk

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:38 WIB

Polsek Bengkong Gerak Cepat Jemput Terduga Pelaku Pencurian Usia Ditangkap Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:19 WIB

Tiga Pencuri Ponsel Mahasiswi di Batam Dibekuk dalam Hitungan Jam, iPhone Korban Berhasil Diselamatkan

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:33 WIB

Sidang Kasus Pembunuhan Calon LC di PN Batam Berlanjut, Jaksa Hadirkan Enam Saksi

Berita Terbaru

Ribuan warga Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, bersama masyarakat Tanjung Riau mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LIRA Kepri di kawasan Ruko Batam Centre, Senin (15/6/2026). Foto:Rega/matapedia

News

Yusril Koto Buka Suara soal Demo di Kantor LIRA

Senin, 15 Jun 2026 - 15:50 WIB