MATAPEDIA6.com, BATAM– Batam menambah amunisi untuk bersaing sebagai pusat ekonomi digital Asia Tenggara. Kabel bawah laut Nongsa–Changi Cable (NCC) resmi terkoneksi, membuka jalur data berkecepatan tinggi yang menghubungkan Nongsa Digital Park, Batam, dengan Changi, Singapura.
Kabel sepanjang sekitar 50 kilometer itu menjadi salah satu rute bawah laut terpendek di Selat Singapura.
Jalur ini diharapkan memperkuat konektivitas digital Indonesia sekaligus meningkatkan daya tarik Batam sebagai lokasi investasi pusat data, komputasi awan (cloud), hingga kecerdasan buatan (AI).
Peresmian dilakukan di Batam, Senin (20/7/2026), dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Digital Singapura Gang Kim Yong, Direktur Utama PT Telkom Indonesia Dian Siswarini, Chairman Nongsa Digital Park Mike Wiluan, serta jajaran pemerintah dan pelaku industri dari Indonesia maupun Singapura.
Airlangga mengatakan, kebutuhan infrastruktur digital kini meningkat pesat seiring berkembangnya AI, layanan cloud, dan hyperscale data center. Menurutnya, konektivitas berkecepatan tinggi menjadi fondasi utama agar Indonesia mampu bersaing dalam ekonomi digital global.
“Di era AI, komunikasi antara manusia dan mesin membutuhkan jaringan digital yang sangat cepat. Salah satu infrastruktur pentingnya adalah koneksi digital antara Changi dan Nongsa,” kata Airlangga.
Baca juga:HUT Ke-61 Telkom, Perkuat Transformasi Digital Lewat Gerakan UMKM dan Kompetisi AI
Ia menjelaskan, NCC memiliki kapasitas lebih dari 1,6 petabit per detik dengan latensi rendah. Kapasitas tersebut dirancang untuk menopang pertukaran data lintas negara, layanan cloud, pengembangan AI, hingga operasional pusat data berskala besar.
Airlangga juga menyoroti meningkatnya minat investor terhadap Batam. Menurutnya, industri pusat data di Batam tumbuh sekitar 22 persen per tahun, melampaui rata-rata nasional.
Sejumlah investasi besar, termasuk pengembangan pusat data BW Digital dan kawasan cloud Oracle, turut memperkuat posisi Batam sebagai destinasi investasi digital.
Direktur Utama PT Telkom Indonesia Dian Siswarini menyebut pendaratan kabel bawah laut ini menjadi hasil kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura dalam membangun ekosistem digital kawasan.
“Keberhasilan landing Nongsa–Changi Cable merupakan komitmen bersama Indonesia dan Singapura untuk menghadirkan ekosistem digital yang lebih terkoneksi, tangguh, dan siap menghadapi perkembangan teknologi,” ujarnya.
Menurut Dian, kehadiran NCC tidak hanya meningkatkan kapasitas konektivitas internasional Indonesia, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi digital nasional di tengah meningkatnya kebutuhan layanan berbasis data.
Sementara itu, Chairman Nongsa Digital Park Mike Wiluan menilai kabel bawah laut tersebut akan menjadi katalis bagi pertumbuhan investasi teknologi di Batam.
Ia mengatakan, Nongsa Digital Park sejak awal dirancang sebagai kawasan digital terpadu yang menampung pusat data, layanan cloud, AI, perusahaan teknologi, hingga pengembangan talenta digital.
Dengan tersambungnya NCC, peluang investasi, pertumbuhan startup, dan penciptaan lapangan kerja di sektor digital diyakini akan semakin besar.
Menteri Digital Singapura Gang Kim Yong menyebut pengoperasian NCC sebagai tonggak baru kerja sama ekonomi digital kedua negara. Proyek tersebut juga mendukung pengembangan Batam, Bintan, dan Karimun sebagai kawasan ekonomi digital regional.
Menurutnya, Singapura memiliki keunggulan pada konektivitas global dan iklim investasi, sementara Indonesia menawarkan talenta digital, ketersediaan lahan, serta potensi energi terbarukan. Kombinasi itu diyakini mampu menjadikan Batam sebagai pusat layanan digital yang melayani pasar ASEAN hingga dunia.
NCC dibangun dengan dukungan 24 fiber pairs yang memungkinkan transmisi data berkapasitas sangat besar. Proyek ini melibatkan TELIN, BW Digital, Citramas, BP Batam, serta pemerintah Indonesia dan Singapura.
Dengan beroperasinya kabel bawah laut Nongsa–Changi, Batam tidak lagi sekadar menjadi lokasi pendaratan infrastruktur digital, tetapi semakin mengukuhkan diri sebagai gerbang utama lalu lintas data internasional dan salah satu simpul penting ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Baca juga:Telkom Perkuat Transformasi Bisnis dan ESG Lewat Sustainability Report 2025
Editor:Zalfirega










