MATAPEDIA6.com, BATAM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau meminta industri jasa keuangan tak berhenti mengejar pertumbuhan kredit.
OJK mendorong perbankan dan pelaku industri keuangan memastikan pembiayaan ikut menggerakkan investasi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala OJK Kepri Sinar Danandjaya menyampaikan hal itu saat menjadi Pembina Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Batam, Senin (17/8/2026).
Menurut Sinar, momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa sektor jasa keuangan memiliki peran penting dalam memperkuat kedaulatan ekonomi. Peran itu mencakup pembiayaan pembangunan, perluasan akses keuangan, peningkatan literasi, hingga perlindungan konsumen.
Kinerja ekonomi Kepri menunjukkan ruang yang besar bagi industri keuangan untuk memperkuat perannya. Pada triwulan II 2026, ekonomi Kepri tumbuh 6,99 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sekaligus menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera.
Pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah sektor utama, seperti industri pengolahan, konstruksi, dan pertambangan. Di saat yang sama, sektor jasa keuangan dan asuransi tumbuh 6,76 persen.
Sinar menilai pertumbuhan ekonomi harus diikuti penyaluran pembiayaan yang sehat dan produktif.
“Pertumbuhan ekonomi harus kita jawab dengan peran sektor jasa keuangan sebagai penggerak ekonomi. Kredit bukan sekadar angka di neraca. Di balik kredit ada investasi, usaha yang berkembang, lapangan kerja, dan kesejahteraan keluarga,” kata Sinar.
Data OJK menunjukkan kredit bank umum di Kepri hingga Juni 2026 mencapai sekitar Rp118 triliun. Angka itu tumbuh sekitar 38 persen yoy dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.
Sementara kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) mencapai sekitar Rp11,1 triliun atau tumbuh 10,74 persen yoy.
OJK Kepri meminta pertumbuhan intermediasi tersebut tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian. Industri juga perlu memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta kualitas sumber daya manusia.
Inklusi Tinggi, Tantangan Berikutnya
Tak hanya pembiayaan, OJK Kepri menyoroti capaian literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks literasi keuangan Kepri mencapai 78,29 persen. Capaian itu menempatkan Kepri di peringkat keempat nasional.
Baca juga:BAE Bidik 5 Persen Pasar Global MRO Mesin Pesawat, Investasi di Batam Capai Rp1,7 Triliun
Sementara indeks inklusi keuangan Kepri mencapai 98,43 persen atau berada di peringkat ketiga nasional. Angka tersebut juga melampaui capaian nasional, yakni literasi keuangan 69,57 persen dan inklusi keuangan 93,61 persen.
Sinar menyebut capaian inklusi tersebut sebagai prestasi sekaligus tantangan. Sebab, akses yang luas terhadap layanan keuangan belum otomatis membuat masyarakat mampu menggunakan produk keuangan secara tepat.
“98,43 persen bukan garis finish. Justru itu adalah garis start. Ketika hampir seluruh masyarakat sudah memiliki akses terhadap layanan keuangan, tugas kita berikutnya adalah memastikan masyarakat memahami manfaat, risiko, biaya, hak dan kewajibannya, serta mampu menggunakan layanan keuangan secara aman dan produktif,” ujarnya.
Karena itu, OJK Kepri ingin masyarakat tidak sekadar financially included, tetapi juga financially empowered. Masyarakat harus mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan sekadar memiliki akses.
OJK Kepri juga mendorong penguatan sinergi dengan Pemerintah Daerah, BP Batam, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, asosiasi, akademisi, media, dan masyarakat.
Sinar menegaskan keberhasilan sektor jasa keuangan tidak cukup diukur dari pertumbuhan aset dan kredit. Kontribusinya terhadap investasi, UMKM, lapangan kerja, perlindungan risiko, dan kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi ukuran.
“Ukuran keberhasilan sektor jasa keuangan jangan hanya seberapa besar aset dan kredit tumbuh, tetapi juga seberapa besar kontribusinya terhadap investasi, UMKM naik kelas, lapangan kerja, perlindungan risiko, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Sinar.
Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, OJK Kepri mengajak seluruh insan OJK dan pelaku industri jasa keuangan menjalankan tugas secara proaktif, kolaboratif, dan bertanggung jawab.
“Mari kita jadikan pertumbuhan ekonomi Kepri bukan sekadar angka, tetapi menjadi lebih banyak investasi, pembiayaan produktif, UMKM yang naik kelas, lapangan kerja, masyarakat yang terlindungi, dan masyarakat yang semakin melek keuangan. Inilah salah satu bentuk nyata kita mengisi kemerdekaan,” pungkasnya.
Baca juga:Terdakwa Kasus Kematian Calon LC di Batam Akui Menyesal, Keluarga Siap Besarkan Anak Korban
Editor:Zalfirega











