Fajar Pergi, Bambang Datang: Menjaga Jejak Hampir 2 Tahun di Rutan Batam

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pisah sambut antara Fajar ke Bambang di Rutan Batam, Jumat (28/8/2026). Foto:Rega/matapedia

Pisah sambut antara Fajar ke Bambang di Rutan Batam, Jumat (28/8/2026). Foto:Rega/matapedia

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – Pergantian Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam pada Jumat (28/8/2026) bukan sekadar pergantian jabatan.

Ada program yang harus diteruskan, capaian yang mesti dijaga, dan hubungan kerja yang ikut terbawa dalam perpisahan.

Fajar Teguh Wibowo mengakhiri hampir dua tahun kepemimpinannya di Rutan Batam. Ia mendapat amanah baru sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas I Cipinang.

Sementara Bambang Febriansyah datang dari Rutan Kelas IIB Sanggau untuk melanjutkan kepemimpinan di Batam.

Pergantian itu berlangsung dalam suasana emosional. Sebuah video panjang diputar di lapangan Rutan Batam.

Isinya merangkum perjalanan Fajar selama memimpin: kegiatan bersama jajaran, pekerjaan, program pembinaan hingga berbagai momen kebersamaan dengan para petugas.

Di penghujung video, muncul pesan dari jajaran Rutan Batam.

“Selamat bertugas di tempat yang baru, Pak Fajar dan sukses selalu di sana atas jabatan dan amanah.”

Pesan singkat itu menjadi penanda berakhirnya satu periode kepemimpinan.

Namun, Fajar tidak sekadar meninggalkan kursi Karutan. Ia meninggalkan sejumlah program yang kini menjadi tanggung jawab Bambang untuk dipertahankan dan dikembangkan.

Fajar: Yang Berat Bukan Jabatannya, tapi Orang-orangnya

Fajar mengaku perpisahan kali ini terasa lebih berat dibanding ketika pertama kali berdiri menerima amanah sebagai Karutan Batam.

Bukan karena meninggalkan jabatan, melainkan karena harus berpisah dengan orang-orang yang hampir dua tahun menjadi bagian dari kesehariannya.

“Lebih berat dibandingkan ketika berdiri di tempat menerima amanah sebagai Karutan Batam,” ujar Fajar.

Selama memimpin, ia menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan sarana dan prasarana hingga efisiensi anggaran menjadi bagian dari pekerjaan yang harus diselesaikan bersama.

Ia menyebut jajaran Rutan Batam tetap bekerja meski terkadang muncul perbedaan pendapat mengenai kebijakan.

Baca juga:Sidang Pledoi Dju Seng dalam Kasus Dugaan Perusakan Mangrove Ditunda, Ini Alasannya

Menurut Fajar, perbedaan tidak selalu menjadi persoalan selama dapat diselesaikan untuk kepentingan organisasi.

“Tidak pernah lelah, tidak ambil hati dengan kebijakan yang saya ambil. Sekali ada beda pendapat, itu bagian dari kemajuan organisasi. Namun dapat diselesaikan,” katanya.

Fajar percaya kebersamaan menjadi modal menghadapi berbagai keterbatasan.

“Saya percaya tak ada tantangan yang besar ketika menghadapi bersama,” ujarnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah membantu selama masa kepemimpinannya.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Rutan. Apa yang telah kita hasilkan merupakan kerja sama,” katanya.

Dapur Sehat hingga Green House Jadi Jejak

Hampir dua tahun Fajar memimpin, sejumlah program turut berjalan di Rutan Batam.

Dapur Sehat menjadi salah satu fasilitas yang dikembangkan untuk mendukung pemenuhan gizi warga binaan. Sementara Green House menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

Program tersebut berjalan beriringan dengan pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Fajar menyebut langkah preventif, keamanan dan ketertiban, peningkatan pelayanan hingga tata kelola administrasi menjadi bagian penting dalam membangun wajah institusi.

Ia mengapresiasi jajaran yang mampu menjalankan berbagai program tersebut di tengah keterbatasan.

“Saya bangga dan apresiasi setinggi-tingginya bagi Rutan Batam,” ujarnya.

Kini seluruh capaian itu menjadi bagian dari warisan kerja yang harus dijaga pejabat baru.

Pesan Fajar Sebelum Pergi

Sebelum meninggalkan Batam, Fajar menitipkan pesan kepada jajaran.

Jaga Rutan, jaga nama baik, dan jaga kekompakan.

Ia meminta petugas mempertahankan hal-hal yang sudah dibangun selama hampir dua tahun terakhir.

Fajar mengaku mengenal rutinitas para petugas yang datang pagi, bekerja hingga siang, bahkan harus siap ketika menerima perintah mendadak.

Fajar bersama Kanwil Ditjenpas Kepri. Foto:Rega/matapedia

Karena itu, ia menganggap hubungan yang terbentuk selama bertugas bukan lagi sekadar hubungan antara pimpinan dan bawahan.

“Saya jujur merasa berat meninggalkan tempat ini. Selama ada di sini, saya tidak hanya kenal saudara, tetapi juga keluarga,” ujarnya.

Fajar juga meminta maaf kepada petugas yang pernah mendapat teguran darinya.

“Saya pernah tegur bapak dan ibu. Bagian hidup kita pernah keras. Tidak ada niat hati saya menyakiti,” katanya.

Ia berharap silaturahmi dengan jajaran Rutan Batam tetap terjaga meski kini berada di tempat tugas berbeda.

“Mohon doa saya melanjutkan tugas berikut dan semoga silaturahmi tak putus,” ujarnya.

Bambang Datang Membawa Amanah

Setelah Fajar pergi, Bambang Febriansyah menerima tongkat kepemimpinan Rutan Batam.

Bambang sebelumnya bertugas di Rutan Kelas IIB Sanggau. Penugasan di Batam menjadi pengalaman pertamanya di kota tersebut.

Ia mengaku memiliki tiga anak dan berharap dapat diterima sebagai bagian dari keluarga besar Rutan Batam sekaligus masyarakat Kota Batam.

“Di setiap tempat tugas ada cerita dan kenangan yang tidak terlupakan,” ujar Bambang.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Fajar. Menurutnya, berbagai pembangunan dan program yang sudah berjalan menjadi modal penting untuk melanjutkan pekerjaan di Rutan Batam.

“Minimal yang sudah dicapai dan dibangun dengan kerja keras Rutan Batam dapat dipertahankan,” katanya.

Pesan itu sekaligus menunjukkan tantangan pertama Bambang: menjaga capaian yang sudah ada sambil membuka ruang untuk inovasi.

Ia meminta dukungan seluruh petugas dan stakeholder. Bambang ingin seluruh jajaran menyatukan langkah, memperkuat solidaritas serta menjaga keamanan dan ketertiban Rutan.

“Tanpa ada kerja sama dan sinergi tak akan jalan bila sendiri,” ujarnya.

Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kepulauan Riau Aris Munandar turut hadir dalam pisah sambut tersebut.

Aris mengapresiasi kepemimpinan Fajar selama berada di Rutan Batam. Menurutnya, sejumlah program dapat berjalan dengan baik dan koordinasi dengan berbagai stakeholder juga terbangun.

Kehadiran perwakilan Polresta Barelang, BNN, Kejaksaan Negeri Batam, jajaran UPT Pemasyarakatan dan stakeholder lainnya menjadi bagian dari sinergi yang selama ini dibangun.

Aris kemudian memberikan pesan kepada Bambang agar capaian tersebut tetap dijaga. Mulai dari mempertahankan WBK, menjaga sinergi dengan stakeholder dan LBH, memastikan Dapur Sehat tetap berjalan baik hingga menjaga keamanan dan ketertiban.

“Lanjutkan program yang telah berjalan dengan baik. Mungkin ada inovasi yang ada, silakan untuk Karutan Bambang,” ujarnya.

Aris juga menyebut pergantian pejabat merupakan bagian dari regenerasi organisasi.

Fajar mendapat amanah baru di Lapas Kelas I Cipinang, sementara Bambang mengambil alih kepemimpinan Rutan Batam.

“Yang pertama sehat selalu. Jaga kesehatan,” pesan Aris kepada Fajar.

Bagi Rutan Batam, Jumat itu menjadi titik pergantian kepemimpinan. Bagi Fajar, hari itu menjadi akhir dari hampir dua tahun perjalanan bersama jajaran.

Sedangkan bagi Bambang, hari yang sama menjadi awal untuk menjaga apa yang sudah dibangun pendahulunya.

Fajar pergi membawa amanah baru. Bambang datang membawa pekerjaan yang sudah berjalan. Di antara keduanya, ada satu hal yang harus tetap bertahan: jejak kerja Rutan Batam.

 

Baca juga:Remisi HUT ke-81 RI di Rutan Batam dan Lapas, Ratusan Napi Dapat Potongan Hukuman hingga Bebas

Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

 

 

Berita Terkait

Bukan Membatasi Kritik, Li Claudia Dorong Komunikasi Terbuka dengan Media
RSUD Embung Fatimah Mulai Bedah Aneurisma Otak, Warga Kepri Tak Perlu Lagi ke Medan atau Jakarta
Sidang Pledoi Dju Seng dalam Kasus Dugaan Perusakan Mangrove Ditunda, Ini Alasannya
Polda Kepri Gagalkan 5 Calon PMI Nonprosedural Berangkat ke Malaysia, 5 Tersangka Ditangkap
Bareskrim Tangkap Pemilik HH Club Planet Batam Yuwanky di Bandara Soetta
BP Batam dan Pemko Tuntaskan 29 Titik Banjir, Li Claudia Chandra Evaluasi Langsung Drainase Kota
Polda Kepri Pastikan Penyidikan Dugaan Kekerasan Terkait PG Djuwita Masih Berjalan dan Periksa Pelapor hingga Ahli Psikologi Forensik
Resmikan GSIH di NDP, Pemko Batam Dorong Anak Muda Buat Teknologi Global

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Bukan Membatasi Kritik, Li Claudia Dorong Komunikasi Terbuka dengan Media

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:19 WIB

RSUD Embung Fatimah Mulai Bedah Aneurisma Otak, Warga Kepri Tak Perlu Lagi ke Medan atau Jakarta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Fajar Pergi, Bambang Datang: Menjaga Jejak Hampir 2 Tahun di Rutan Batam

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:48 WIB

Polda Kepri Gagalkan 5 Calon PMI Nonprosedural Berangkat ke Malaysia, 5 Tersangka Ditangkap

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:37 WIB

Bareskrim Tangkap Pemilik HH Club Planet Batam Yuwanky di Bandara Soetta

Berita Terbaru