MATAPEDIA6.com, BATAM— Polda Kepulauan Riau (Polda Kepri) meminta orang tua memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama ketika ada kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi memicu kericuhan.
Imbauan itu menempatkan keselamatan anak sebagai perhatian utama kepolisian. Polda Kepri mengingatkan orang tua agar memastikan anak tidak berada di tengah situasi yang dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka.
Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei mengatakan pengawasan orang tua menjadi langkah preventif untuk mencegah anak terseret dalam situasi berisiko.
“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Nona dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Menurut dia, orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak, mengetahui aktivitas mereka, serta memahami lingkungan pergaulannya. Langkah itu penting, terutama ketika muncul informasi mengenai kegiatan aksi atau penyampaian aspirasi di wilayah Kepulauan Riau.
Baca juga:Polda Kepri Gagalkan 5 Calon PMI Nonprosedural Berangkat ke Malaysia, 5 Tersangka Ditangkap
Nona menegaskan penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang mendapat perlindungan hukum. Namun, anak-anak tetap membutuhkan pendampingan agar tidak terjebak dalam situasi yang dapat mengancam keselamatan.
“Berikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat harus dilakukan dengan cara yang baik, damai, dan sesuai aturan. Yang terpenting, jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang membahayakan keselamatan,” katanya.
Polda Kepri juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kepolisian mengingatkan warga dapat menghubungi layanan 110 selama 24 jam secara gratis untuk mendapatkan bantuan atau menyampaikan pengaduan.
Imbauan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pencegahan tidak hanya menjadi tugas kepolisian.
Orang tua memiliki peran penting memastikan anak memahami risiko, memilih lingkungan yang aman, serta tidak terlibat dalam situasi yang dapat membahayakan dirinya.
Editor:Zalfirega











