Ribuan Buruh di Batam Turun ke Jalan, Aksi Penolakan Program Tapera

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan buruh yang tergabung dari berbagai Serikat pekerja di Kota Batam gelar aksi unjuk rasa penolakan terhadap Tapera yang dirasakan sangat memberatkan pekerja dan pemberi kerja, unjuk rasa dipusatkan di Depan Kantor Wali Kota Batam, Rabu (12/6/2024). Matapedia6.com/ Rega. Ilustrasi demo

Ribuan buruh yang tergabung dari berbagai Serikat pekerja di Kota Batam gelar aksi unjuk rasa penolakan terhadap Tapera yang dirasakan sangat memberatkan pekerja dan pemberi kerja, unjuk rasa dipusatkan di Depan Kantor Wali Kota Batam, Rabu (12/6/2024). Matapedia6.com/ Rega. Ilustrasi demo

MATAPEDIA6.com, BATAM – Ribuan buruh di Kota Batam turun ke jalan, suarakan penolakan terhadap Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Karena dirasakan sangat memberatkan buruh dan juga pemberi kerja.

Aksi unjukrasa di Kota Batam dimulai dari Halte Panbil Kota Batam, untuk orasi dipusatkan di Kantor wali Kota Batam di Batam Centre, Rabu (12/6/2024).

Penolakan program Tapera tersebut dikarenakan besara iuran yang akan dibayarkan cukup memberatkan pekerja, karena saat ini iuran yang harus dibayarkan buruh sudah cukup banyak mulai dari pajak penghasilan, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Seperti diketahui dalam UU Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tapera, yang aturannya diturunkan dalam PP Nomor 21 Tahun 2024, menyebutkan bahwa peserta Tapera adalah pekerja.

Melalui program Tapera, pekerja wajib membayar iuran sebesar 2,5 persen dari gaji dan dibantu 0,5 persen dari pihak perusahaan, untuk menabung rumah.

Selain itu, buruh juga menilai manfaat tabungan ini tidak begitu menjanjikan. Pasalnya, dalam aturan, pencairan dana Tapera baru bisa dilakukan ketika kepesertaan sudah berakhir, peserta meninggal dunia, atau telah mencapai usia pensiun.

Sementara, jika dihitung-hitung, dari iuran 3 persen per bulan, total dana Tapera menurut buruh tidak cukup untuk membeli rumah yang harganya naik tiap tahun.

Yafet Ramon, Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, menjelaska empat alasan utama penolakan Tapera.

Pertama, ketidakjelasan program.
Belum ada kejelasan apakah buruh akan otomatis mendapatkan rumah setelah bergabung dengan Tapera. Jika dipaksakan, ini bisa merugikan buruh.

Kedua, iuran tidak realistis.
Dengan upah rata-rata buruh Rp 3,5 juta per bulan, iuran 3% (Rp105 ribu/bulan) tidak akan cukup untuk membeli rumah dalam 10-20 tahun mendatang.

Ketiga, beban pekerja bertambah.
Dalam lima tahun terakhir, daya beli buruh turun 30%. Potongan Tapera akan semakin memberatkan.

Keempat, tanggung jawab negara diabaikan.
Yafet menekankan penyediaan perumahan adalah tanggung jawab negara, bukan beban pekerja semata.

Penolakan Tapera di Batam mencerminkan keresahan pekerja di seluruh Indonesia terhadap program yang dianggap tidak adil dan memberatkan.

Aksi ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah akan pentingnya dialog dan pertimbangan matang sebelum menerapkan kebijakan yang berdampak luas.

Para pekerja akan menyampaikan tuntutan mereka langsung kepada Wali Kota Batam. Mereka berharap suara mereka didengar dan dipertimbangkan oleh pemerintah pusat sebelum program Tapera resmi diterapkan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Krisis Air Batam Meluas, Warga Keluhkan Air Mati Berhari-hari dan Tarif Naik
Ngaji Kebangsaan, Kapolri Tekankan Sinergi Ulama dan Polri Jaga Persatuan
Dari Rak Gebyar Melayu Pesisir Mart hingga Panggung Nasional: Cerita di Balik Geliat UMKM Kepri
Fesmed Selat Malaka AJI 2026 di Batam Bahas Kebebasan Pers dan Isu Publik Asia Tenggara
Polisi Tangkap Pria yang Acungkan Parang ke Tukang Parkir di Nagoya Saat Nongkrong di Kafe
Lapas Cipinang Percepat Penataan Hunian untuk Mendukung Pembinaan Keagamaan Warga Binaan
506 Ribu Batang Rokok Ilegal Digagalkan Bea Cukai Batam, 2 Speedboat Disita di Perairan Pulau Bulan
Perselisihan Parkir Mobil di Ruko Kavling Baru Sagulung Sempat Viral, Dua Pihak Berdamai

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 17:41 WIB

Krisis Air Batam Meluas, Warga Keluhkan Air Mati Berhari-hari dan Tarif Naik

Minggu, 27 September 2026 - 13:13 WIB

Ngaji Kebangsaan, Kapolri Tekankan Sinergi Ulama dan Polri Jaga Persatuan

Sabtu, 26 September 2026 - 21:55 WIB

Dari Rak Gebyar Melayu Pesisir Mart hingga Panggung Nasional: Cerita di Balik Geliat UMKM Kepri

Sabtu, 26 September 2026 - 13:08 WIB

Polisi Tangkap Pria yang Acungkan Parang ke Tukang Parkir di Nagoya Saat Nongkrong di Kafe

Sabtu, 26 September 2026 - 12:06 WIB

Lapas Cipinang Percepat Penataan Hunian untuk Mendukung Pembinaan Keagamaan Warga Binaan

Berita Terbaru