Gubernur Kepri Ansar Ahmad Diperiksa Polisi Terkait Surat Edaran Honorer

Minggu, 17 Desember 2023 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur kepri Ansar Ahmad memberikan keterangan kepada awak media setelah selesai diperiksa penyidik Polda Kepri, Sabtu (16/12/2023)
Matapedia6.com/ Rega

Gubernur kepri Ansar Ahmad memberikan keterangan kepada awak media setelah selesai diperiksa penyidik Polda Kepri, Sabtu (16/12/2023) Matapedia6.com/ Rega

MATAPEDIA6.com, BATAM– Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri meminta keterangan dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengenai surat edaran perekrutan honorer di Pemprov Kepri Tahun 2022 dan 2023.

Pantauan matapedia6 di lapangan pada Sabtu (16/12/2023) sekitar pukul 16.00 WIB Ansar datang menggunakan mobil Toyota Innova BP 1011ZZH yang terparkir di gedung Mapolda Kepri.

Kurang lebih 7 jam Ansar Ahmad berada di gedung Ditreskrinsus Polda akepri dan sekitar pukul 23.20 WIB Gubernur Kepri keluar dari gedung Krimsus tersebut.

“Kita datang memenuhi undangan penyidik untuk klarifikasi surat edaran,” ujar Ansar pada wartawan.

Ansar mengaku sempat meminta penundaan klarifikasi yang dijadwalkan pada Jumat (15/12/2023) karena banyaknya kegiatan yang harus dijalani.” Hari ini baru sempat memenuhi panggilan polisi,” katanya.

“Mulai klarifikasi menjawab pertanyaan usai salat magrib dan makan sate. Ada 13-14 pertanyaan,” ujarnya.

Ia menambahkan tujuan mengeluarkan surat edaran tentang rekrutmen honorer di lingkungan Pemprov Kepri untuk membatasi perekrutan honorer.

“Tadi kita menyampaikan bahwa tujuan mengeluarkan surat edaran justru membatasi tidak ada tamba-tambahan yang baru. Kecuali memang sangat dibutuhkan dan mengganti,” terang dia.

Menurut dia jika ada tambahan honorer, hal tersebut merupakan kebijakan dari OPD sendiri.

“Pada intinya kita mematuhi aturan dari BKN Mendagri, Menpan. Itu semua kita ikuti,” tegas dia.

Selain itu Ansar mengaku bahwa surat resmi perekrutan tenaga honorer di tubuh Sekwan DPRD Kepri. “Saya kira ini proses di DPRD ya, dengan OPD lain, saya tidak tahu ya. Karena itu tidak disampaikan secara tertulis kepada kami,” pungkasnya.

Sebelumnya, polisi telah meminta keterangan terhadap 200 lebih saksi-saksi dalam dugaan honorer fiktif yang ada di sekwan DPRD Kepri.

 

Penulis:Rega|Editor:Redaksi

Berita Terkait

Lokakarya Fesmed Selat Malaka Bahas Modus dan Eksploitasi dalam TPPO di Batam
Ribuan Pekerja PT Ghim Li Indonesia Hadapi Ketidakpastian, Pemko Batam Turun Tangan
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka
Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:11 WIB

Lokakarya Fesmed Selat Malaka Bahas Modus dan Eksploitasi dalam TPPO di Batam

Rabu, 16 September 2026 - 21:57 WIB

Ribuan Pekerja PT Ghim Li Indonesia Hadapi Ketidakpastian, Pemko Batam Turun Tangan

Rabu, 16 September 2026 - 10:26 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Berita Terbaru