Akhirnya Korban Kaveling Bodong Datangi Polresta Barelang Buat Laporan

Selasa, 8 Juli 2025 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan korban penipuan kavling Bodong di wilayah Sagulung saat mendatangi Polresta Barelang, di Suka Jadi Kota Batam Provinsi Kepri, Selasa (8/7/2025). Matapedia6.com/Luci

Puluhan korban penipuan kavling Bodong di wilayah Sagulung saat mendatangi Polresta Barelang, di Suka Jadi Kota Batam Provinsi Kepri, Selasa (8/7/2025). Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Harapan puluhan warga Sagulung, Kota Batam, untuk segera melaporkan dugaan penipuan kavling bodong ke Polresta Barelang harus tertunda. Pasalnya, pihak kepolisian belum dapat menerima laporan lantaran berkas pelaporan dianggap belum lengkap.

Puluhan korban mendatangi kantor Polresta Barelang pada Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Mereka menuju Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan diarahkan ke Unit Reserse Kriminal untuk melakukan koordinasi lanjutan sebelum membuat laporan resmi.

Para korban langsung diterima oleh Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Thetio Nardiyanto, yang memberikan pengarahan di depan gedung Satreskrim.

Dalam arahannya, Thetio menyampaikan agar korban menunjuk satu orang sebagai perwakilan untuk membuat laporan resmi ke polisi.

“Tidak perlu semua korban menjadi pelapor. Cukup satu orang saja yang diberikan kuasa oleh yang lainnya,” ujar Thetio.

Baca juga: Kerugian Capai Rp 9 Miliar, 317 Korban Kavling Bodong Siap Lapor ke Polresta Barelang

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam surat kuasa tersebut harus dilampirkan nama-nama seluruh korban sebagai pemberi kuasa. Selain itu, korban juga diminta mengumpulkan dokumen penting sebagai barang bukti, seperti surat perjanjian jual beli dan bukti pembayaran.

“Karena ada tiga lokasi berbeda, maka dokumen harus dikumpulkan dan dikelompokkan berdasarkan lokasi kavling. Ini akan memudahkan proses penyidikan,” jelasnya.

Setelah pengarahan tersebut, para korban akhirnya meninggalkan Polresta Barelang dan sepakat menunjuk Heni, salah satu korban, sebagai wakil untuk membuat laporan polisi.

Salah satu korban, Asardi, mengatakan bahwa mereka akan segera mengumpulkan berkas-berkas yang dibutuhkan.

Baca juga: Video:Ratusan Warga Sagulung Tertipu Jual Beli Lahan Bodong

“Dalam satu atau dua hari ke depan, kami akan siapkan semua dokumen. Kami punya surat perjanjian pembelian kavling dari PT Erracipta Karya Sejati, dan bukti pembayaran berupa kartu angsuran dari perusahaan,” ungkap Asardi.

Ia menambahkan semua korban akan dihubungi untuk menyerahkan dokumen yang dimiliki agar laporan bisa segera dilayangkan ke Polresta Barelang.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Perempuan di Batam, Dipicu Sakit Hati karena Ucapan
PN Batam Catat 34 Perkara Perlindungan Anak hingga Oktober 2026
Pria di Batam Tewas Ditikam 25 Kali, Polisi Ungkap Dendam dan Masalah Asmara
Laporan Pencurian Xpander di Batam Diduga Palsu, Tiga Orang Ditangkap
Polda Kepri Amankan 17 Orang dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Ekstasi di Batam
Pembacokan di PJB Sagulung, Korban Terjebak di Drainase dan Pelaku Masih Diburu Polisi 
Polisi Tangkap 2 Pria, Diduga Aniaya Pekerja Proyek di Sagulung Batam karena Persoalan Gaji
Ruko di Harbour Bay Dibobol, Kamera, Laptop hingga Drone Raib: Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Perempuan di Batam, Dipicu Sakit Hati karena Ucapan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:57 WIB

PN Batam Catat 34 Perkara Perlindungan Anak hingga Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Pria di Batam Tewas Ditikam 25 Kali, Polisi Ungkap Dendam dan Masalah Asmara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Laporan Pencurian Xpander di Batam Diduga Palsu, Tiga Orang Ditangkap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Polda Kepri Amankan 17 Orang dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Ekstasi di Batam

Berita Terbaru