BEI: Mengenal Peran ETF dan Reksa Dana di Pasar Modal Indonesia

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bursa efek Indonesia. Foto:Istimewa

Kantor Bursa efek Indonesia. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, JAKARTA-Di tengah meningkatnya literasi dan akses ke pasar modal, reksa dana dan Exchange-Traded Fund (ETF) tampil sebagai pintu masuk utama bagi investor ritel.

Kedua instrumen ini memungkinkan masyarakat menikmati potensi imbal hasil pasar modal tanpa harus menyeleksi saham satu per satu.

Berdasarkan rilis resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/12/2025), reksa dana menghimpun dana dari banyak investor untuk kemudian dikelola manajer investasi ke dalam portofolio saham, obligasi, pasar uang, atau efek lainnya. Skema ini memberi kemudahan diversifikasi sekaligus pengelolaan profesional.

ETF pada dasarnya merupakan bentuk reksa dana, namun unit penyertaannya diperdagangkan langsung di bursa layaknya saham. Karakter ini memadukan fleksibilitas transaksi saham dengan manfaat diversifikasi reksa dana. Faktor tersebut menjadikan ETF menarik bagi investor yang mengincar likuiditas intraday sekaligus paparan aset yang menyebar.

Baca juga:Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Salurkan Rp1,15 Miliar untuk Korban Banjir Bandang Sumbar

Perbedaan pengalaman investasi langsung terasa saat investor ingin masuk atau keluar pasar dengan cepat. Reksa dana konvensional mengacu pada nilai aktiva bersih (NAB) akhir hari, sedangkan ETF bergerak sepanjang jam perdagangan bursa mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran. Kondisi ini memberi ruang bagi investor untuk mengatur momentum transaksi secara lebih presisi.

Selain likuid, ETF membuka peluang strategi yang lebih luas. Investor dapat melakukan transaksi intraday dan, sesuai ketentuan yang berlaku, memanfaatkan fasilitas pasar seperti margin atau short selling. Fleksibilitas ini memperkuat posisi ETF sebagai instrumen yang adaptif terhadap dinamika pasar.

Data pasar mencerminkan lonjakan minat terhadap produk ETF. BEI terus mendorong pencatatan ETF baru. Hingga Oktober 2025, tercatat sekitar 45 produk ETF beredar di bursa, menawarkan variasi eksposur mulai dari indeks, sektor, hingga tema tertentu.

Dari sisi karakter, pasar mengenal ETF pasif yang meniru kinerja indeks dan ETF yang dikelola lebih aktif. Kehadiran produk baru, termasuk wacana ETF berbasis emas, menunjukkan ekosistem ETF terus berkembang sejalan dengan kebutuhan investor yang makin beragam.

Industri reksa dana juga mencatat pertumbuhan solid. Nilai dana kelolaan (AUM) industri reksa dana terus menanjak dan pada September–Oktober 2025 mencapai sekitar Rp621,7 triliun. Arus dana mengalir ke berbagai jenis reksa dana, mulai dari pasar uang hingga saham, didorong meningkatnya partisipasi investor ritel melalui aplikasi fintech dan platform digital.

Dari sisi jumlah produk, sekitar 1.900 reksa dana beredar di Indonesia. Banyaknya pilihan memberi keleluasaan strategi, namun sekaligus menuntut kehati-hatian. Perbedaan kinerja, biaya pengelolaan, dan struktur fee antarproduk membuat investor perlu menyesuaikan pilihan dengan tujuan, horizon investasi, dan profil risikonya.

Inklusi pasar modal pun melaju cepat. Data OJK dan pelaporan pasar pada 2025 menunjukkan jumlah investor pasar modal—tercatat melalui Single Investor Identification (SID) di KSEI—bergerak ke kisaran 18–19 juta investor pada paruh hingga akhir 2025.

Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat, seiring masifnya edukasi dan kemudahan pembukaan akun oleh broker serta manajer investasi.

Bagi investor pemula yang ingin masuk ke ETF, sejumlah prinsip praktis perlu diperhatikan. Tentukan tujuan investasi sejak awal, hitung seluruh biaya dan fee yang memengaruhi hasil bersih, serta cermati likuiditas ETF karena tingkat kuotasi antarproduk bisa berbeda.

Investor juga perlu memanfaatkan data indicative net asset value (iNAV), kinerja historis, dan portfolio composition file untuk memahami struktur aset dan risikonya. Informasi resmi dari OJK, BEI, KSEI, dan laporan manajer investasi tetap menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan.

Baca juga: Sekda Batam Ingatkan ASN Patuhi Jadwal Libur Nataru, Dilarang Perpanjang Cuti di Luar Ketentuan

Editor:Redaksi

Berita Terkait

OJK Kepri Bidik 5.000 Rekening Baru Lewat Gema Menabung, Perbankan Perluas Pasar Generasi Muda
Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen, Investasi KEK dan Data Center Jadi Mesin Utama
Kredit Perbankan Kepri Melonjak 38 Persen, OJK Minta Bank Perkuat Likuiditas dan Genjot Pembiayaan UMKM
Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026
Batam Jadi Etalase Teknologi Maritim Dunia, IMOX 2026 Bidik Transaksi Rp326 Miliar
Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun
Batam Dinobatkan sebagai Daerah Terbaik untuk Investasi, Transformasi Digital Jadi Magnet Baru Investor
OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:49 WIB

OJK Kepri Bidik 5.000 Rekening Baru Lewat Gema Menabung, Perbankan Perluas Pasar Generasi Muda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen, Investasi KEK dan Data Center Jadi Mesin Utama

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Kredit Perbankan Kepri Melonjak 38 Persen, OJK Minta Bank Perkuat Likuiditas dan Genjot Pembiayaan UMKM

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Batam Jadi Etalase Teknologi Maritim Dunia, IMOX 2026 Bidik Transaksi Rp326 Miliar

Berita Terbaru

Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata saat memberikan keterangan pers mengenai penangkapan MV King Sun yang membawa 1,3 ton narkoba, ditangkap diperairan Kepri, Minggu (9/8/2026). Matapedia6.com/Dok Koderal IV.

Hukum Kriminal

TNI AL Sergap MV King Sun di Tanjung Berakit, Bawa 1,3 Ton Ketamine

Minggu, 9 Agu 2026 - 18:07 WIB

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano. Foto:Humas BP Batam

News

Waduk Nongsa Menyusut, BP Batam Atur Ulang Pasokan Air

Minggu, 9 Agu 2026 - 12:15 WIB

Salah satu program CSR Pertamina Sumbagut. Foto:Istimewa

Medan

Pertamina Sumbagut Raih 7 Penghargaan ISRA 2026

Sabtu, 8 Agu 2026 - 22:33 WIB