DPRD Batam Desak PT ABH Atasi Krisis Air di Batu Ampar, Warga Mengadu Tak Dapat Air Berminggu-minggu

Rabu, 23 Juli 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi III DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan warga Batu ampar. Foto:dok/Sekwan

Komisi III DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan warga Batu ampar. Foto:dok/Sekwan

MATAPEDIA6.com, BATAM – Komisi III DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk menindaklanjuti keluhan warga Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, yang terdampak krisis air bersih.

Rapat yang berlangsung di ruang Komisi III itu menghadirkan manajemen PT Air Batam Hilir (ABH), aparatur kelurahan, dan perwakilan warga dikutip pada Rabu (23/7/2025).

Dalam forum tersebut, warga menyampaikan keresahan secara terbuka. Mereka mengeluhkan pasokan air bersih yang kian tak menentu.

Beberapa warga bahkan harus begadang hingga larut malam agar bisa mendapat air, sementara sebagian lainnya mengaku sudah berminggu-minggu air tak mengalir sama sekali.

“Warga di wilayah yang lebih tinggi hampir tidak mendapatkan air sama sekali. Ini menyulitkan kebutuhan rumah tangga, tempat ibadah, bahkan fasilitas umum,” ujar salah satu perwakilan warga.

Baca juga:Ketua DPRD Batam Sambut GAMAT, Dorong Kolaborasi Pemuda Bangun Kota

Ketua Komisi III DPRD Batam, Muhammad Rudi menegaskan bahwa krisis ini tidak bisa dibiarkan. Ia mendesak PT ABH segera mengambil tindakan nyata. Salah satu solusi yang diusulkan DPRD adalah membangun tandon atau tangki air di titik-titik strategis permukiman.

“Titik tandon harus ditentukan bersama dan ditinjau teknisnya agar benar-benar menjawab masalah aliran air yang tidak lancar,” kata Rudi.

Desakan serupa juga disampaikan anggota Komisi III Ir H Suryanto dan Siti Nurlailah serta Sekretaris Komisi IV DPRD Asnawati Atiq  yang juga berdomisili di Tanjung Sengkuang.

Dalam rapat, terungkap beberapa dugaan penyebab gangguan distribusi air, seperti rendahnya tekanan dan debit air yang tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah pelanggan di wilayah terdampak.

DPRD menilai PT ABH perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi untuk memastikan hak warga atas air bersih terpenuhi.

RDPU ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dan melakukan pemantauan langsung di lapangan demi memastikan solusi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Baca juga:DPRD Batam Usulkan Ranperda Kota Ramah Anak, Dorong Perlindungan Anak Masuk Agenda Pembangunan

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Polisi Tetapkan Ibu Tiri di Batam Jadi Tersangka Penganiayaan Bocah 9 Tahun
Ribuan Pelajar dan Guru Pawai Dukung Keberlanjutan Program MBG di Batam
Bus Pariwisata Bawa Rombongan Jemaat HKBP Tembesi Terbalik di Melur, Satu Meninggal
Rokok Ilegal Manchester Disebut Beredar Masif di Batam, DPRD Pertanyakan Pengawasan Bea Cukai
Dugaan Penganiayaan Anak di Batam, Korban Dirawat dan Terduga Pelaku Diperiksa Polisi
Polda Kepri Tangkap 4 Pengedar Narkoba, Sita 200 Gram Sabu dan 5 Kg Ganja di Batam
Relawan dan Pekerja Dapur MBG Batam Deklarasikan Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis
OJK Kepri Dorong Warga Batam Lebih Bijak Berutang dan Waspada Penipuan Digital

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:03 WIB

Polisi Tetapkan Ibu Tiri di Batam Jadi Tersangka Penganiayaan Bocah 9 Tahun

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:26 WIB

Ribuan Pelajar dan Guru Pawai Dukung Keberlanjutan Program MBG di Batam

Minggu, 21 Juni 2026 - 00:12 WIB

Bus Pariwisata Bawa Rombongan Jemaat HKBP Tembesi Terbalik di Melur, Satu Meninggal

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:55 WIB

Rokok Ilegal Manchester Disebut Beredar Masif di Batam, DPRD Pertanyakan Pengawasan Bea Cukai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:34 WIB

Dugaan Penganiayaan Anak di Batam, Korban Dirawat dan Terduga Pelaku Diperiksa Polisi

Berita Terbaru