DPRD Batam Soroti Gula Merah Diduga Oplosan

Kamis, 10 Juli 2025 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi II DPRD Batam menggelar RDP soal beredar gula merah dugaan oplosan bersama instansi terkait, Kamis (10/7/2025). Foto:dok/Sekwan

Komisi II DPRD Batam menggelar RDP soal beredar gula merah dugaan oplosan bersama instansi terkait, Kamis (10/7/2025). Foto:dok/Sekwan

MATAPEDIA6.com, BATAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama instansi terkait beredar dugaan gula merah oplosan, Kamis (10/7/2025).

RDPU digelar Komisi II itu, menyusul banyaknya keluhan warga soal produk gula merah yang warnanya terlalu pekat dan rasanya tak biasa.

Rapat yang dipimpin Sekretaris Komisi II Safari Ramadhan itu turut menghadirkan BPOM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perdagangan. Namun, produsen gula merah yang telah diundang justru absen tanpa konfirmasi, membuat dewan kecewa.

“Banyak warga kirim foto ke kami. Warna gula sangat hitam, rasanya pun berbeda. Ini meresahkan,” kata Safari dikutip dalam situs web Sekretariat DPRD Batam, Kamis (10/7/2025).

Menurut data Komisi II, ada belasan pelaku usaha pengolah gula merah di Batam, dari UMKM hingga skala menengah. Produk mereka beredar luas di pasar lokal. Safari menegaskan pentingnya pengawasan ketat agar masyarakat tak dirugikan oleh pangan yang tak layak konsumsi.

Baca juga:DPRD Batam Bahas Tiga Agenda Krusial, Pansus Pendidikan Dapat Perpanjangan 30 Hari

Dari hasil inspeksi Dinas Kesehatan, ditemukan persoalan serius di sejumlah lokasi produksi. Antara lain kondisi sanitasi buruk, hingga pekerja yang mengolah gula tanpa mengenakan pakaian atasan karena tempat kerja yang panas dan tidak higienis.

Sementara BPOM mengaku telah melakukan uji sampel, meski hasilnya belum menunjukkan kandungan zat berbahaya. Meski begitu, DPRD mendorong pengujian lanjutan dan pendataan menyeluruh terhadap pelaku usaha gula merah di Batam.

“Pelaku usaha juga bagian dari masyarakat. Tapi produk yang beredar harus aman. Harus ada pembinaan, pengemasan yang baik, label yang jelas, dan izin edar,” tegas Safari.

RDP lanjutan dijadwalkan digelar dalam waktu dekat dengan menghadirkan seluruh produsen. DPRD menargetkan solusi menyeluruh: peningkatan mutu produksi, pembinaan UMKM pangan lokal, dan perlindungan maksimal bagi konsumen Batam.

Baca juga:Amsakar Jawab Pandangan Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2025

Editor:Miezon

 

Berita Terkait

HUT DPRD Batam ke-26, Amsakar Klaim Hubungan Legislatif-Eksekutif Paling Solid
DPRD Batam Sepakati 11 Ranperda untuk 2027, Drainase Terintegrasi Masuk Prioritas
Jalan Tanjakan Vista Kembali Dibuka, BP Batam Rampungkan Perbaikan Lebih Cepat
Hari Bakti ke-55 BP Batam: Investasi Tumbuh, Layanan Publik Jadi Perhatian
Waduk Batam Terancam Susut, BP Batam Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca
Hari Bakti ke-55, BP Batam Ajak Pegawai Berbagi Kehidupan Lewat Donor Darah
Jalan Depan Hotel Vista Batam Dibongkar hingga 2 Meter, BP Batam Targetkan Rampung 1 November
BP Batam Pasang Box Culvert, Jalan Gajah Mada dan Depan Hotel Vista Ditutup Mulai 18 Oktober

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:57 WIB

HUT DPRD Batam ke-26, Amsakar Klaim Hubungan Legislatif-Eksekutif Paling Solid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:46 WIB

DPRD Batam Sepakati 11 Ranperda untuk 2027, Drainase Terintegrasi Masuk Prioritas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Jalan Tanjakan Vista Kembali Dibuka, BP Batam Rampungkan Perbaikan Lebih Cepat

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Hari Bakti ke-55 BP Batam: Investasi Tumbuh, Layanan Publik Jadi Perhatian

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Waduk Batam Terancam Susut, BP Batam Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca

Berita Terbaru