Inflasi Kepri Naik di Akhir 2025, Harga Pangan dan Emas Jadi Pemicu

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para pedagang di pasar tradisional Batam. Foto:Dok/matapedia6

Para pedagang di pasar tradisional Batam. Foto:Dok/matapedia6

MATAPEDIA6.com, BATAM-Tekanan inflasi di Kepulauan Riau (Kepri) meningkat pada Desember 2025. Badan statistik mencatat inflasi bulanan mencapai 1,14 persen (mtm), melonjak dibanding November 2025 yang hanya 0,23 persen.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Rony Widijarto P Inflasi juga terjadi pada 3
Kabupaten/Kota IHK di Kepri, yaitu Batam, Tanjungpinang dan Karimun yang masing-masingnya tercatat
inflasi sebesar 1, 14% (mtm), 1,28% (mtm), dan 0,92% (mtm) atau secara tahunan sebesar 3,68% (yoy),
2,75% (yoy), dan 2,72% (yoy).

“Dengan realisasi tersebut, inflasi Kepri pada tahun 2025 masih terjaga dalam rentang sasaran,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Baca juga:Sidang PNBP Jasa Pandu Kapal di Batam, Fakta Persidangan Soroti Manajemen Awal

Ia mengatakan, berdasarkan kelompok pengeluaran, Inflasi di bulan Desember 2025 terutama didorong oleh Kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 2,91% (mtm) dengan andil sebesar 0,85%.

Inflasi kelompok ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga komoditas cabai rawit,
daging ayam ras, dan cabai merah sebagai dampak dari ketersediaan yang terbatas akibat bencana hidrometeorologi didaerah sentra penghasil pangan di Sumatera bagian utara ditengah tingginya permintaan masyarakat menjelang nataru.

Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar
1,63% (mtm) dengan andil sebesar 0,12%. lnflasi kelompok ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga emas seiring dengan berlanjutnya ketidakpastian geopolitik global.

Adapun kelompok transportasi turut mengalami inflasi sebesar 1,13% (mtm) dengan andil sebesar 0,16%. lnflasi kelompok ini disebabkan tingginya mobilitas masyarakat pada periode Nataru serta pelaksanaan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) meskipun inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh periode diskon transportasi.

Terkendalinya inflasi di Kepri sepanjang tahun 2025 tidak terlepas dari eratnya koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik dilevel provinsi maupun kabupaten/kota ditengah kuatnya pertumbuhan ekonomi Kepri. Bank Indonesia secara konsisten bersinergi dengan TPID se-Kepri dalam melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian lnflasi Pangan (GNPIP) dengan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif).

Berbagai upaya stabilisasi harga yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025, antara lain (i) High Level Meeting (HLM) TPID Kota Batam, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Bintan; (ii) Publikasi lklan Layanan Masyarakat (ILM) untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali; (iii) Edukasi mengenai inflasi melalui sosialisasi; dan (iv) Pelaksanaan Operasi Pasar/ Pasar Murah.

Memasuki bulan Januari 2026, terdapat beberapa pendorong inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain (i) trend kenaikan harga emas dunia yang masih berlanjut dan (ii) Normalisasi tarif angkutan laut pasca berakhirnya periode diskon transportasi. Disisi lain, faktor penahan inflasi kedepan diantaranya :(i)Normalisasi permintaan pangan pasca berakhirnya HBKN Nataru, dan (ii)Penurunan harga BBM Non subsidi per 1 Januari 2026.

Kedepan, Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat sinergi untuk stabilitas inflasi di Kepri. Peningkatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, penguatan KAD serta penguatan koordinasi pengendalian inflasi diharapkan dapat menjaga tekanan inflasi pada tahun 2026 tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5± 1 %.

Baca juga:OJK Tekankan Literasi Keuangan Sejak Dini untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Rp2,44 Triliun RKA BP Batam 2027, Infrastruktur dan Investasi Jadi Fokus
Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026
Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM
Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam
Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional
STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, BP Batam Bidik Manufaktur hingga Data Center
BP Batam Tawarkan Proyek Sampah Jadi Energi ke Perusahaan Jepang

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:25 WIB

Rp2,44 Triliun RKA BP Batam 2027, Infrastruktur dan Investasi Jadi Fokus

Rabu, 16 September 2026 - 10:42 WIB

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026

Selasa, 15 September 2026 - 15:47 WIB

Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional

Berita Terbaru