Jaringan Universitas Hasanuddin Semakin Optimal dengan Pemanfaatan Netmonk Prime

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jaringan Netmonk Prime.  Foto:Telkom

Jaringan Netmonk Prime. Foto:Telkom

MATAPEDIA6.com, JAKARTA– PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan solusi layanan monitoring jaringan bernama Netmonk Prime.

Netmonk Prime (https://netmonk.id/product) menjadi salah satu platform monitoring jaringan yang memiliki kapabilitas untuk mengefisiensikan proses pendeteksian dengan sangat mudah.

Netmonk Prime juga telah dipercaya oleh lebih dari seribu pengguna di seluruh Indonesia, yang berasal dari pemerintahan, pelaku usaha, hingga sektor pendidikan.

“Netmonk Prime merupakan produk digital dari Telkom yang bergerak di bidang pemantauan infrastruktur IT, termasuk jaringan, web/API, dan server. Netmonk Prime memberikan solusi yang lebih powerful dan mudah digunakan,” ungkap EVP Digital Business Telkom, Komang Budi Aryasa dalam keterangannya, Kamis (23/5/2024).

Di sektor pendidikan, seperti di lingkungan universitas, penggunaan monitoring jaringan Netmonk Prime memiliki beberapa manfaat yang signifikan, antara lain mendeteksi gangguan jaringan, optimasi kinerja jaringan, dan meningkatkan ketersediaan layanan.

Netmonk Prime dapat dimanfaatkan untuk memantau penggunaan bandwidth secara individual dan mengidentifikasi end user yang menggunakan bandwidth secara berlebihan.

Permasalahan umum yang dialami universitas adalah harus membagi bandwidth internet yang terbatas kepada ribuan pengguna. Ketika muncul masalah pada jaringannya, pihak universitas kerap kesulitan melakukan pendeteksian dan mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Salah satu pengguna yang telah merasakan manfaat dari solusi monitoring jaringan Netmonk Prime adalah Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.

Sebelum menggunakan Netmonk Prime, sistem operasi jaringan Unhas menghadapi tantangan dalam pemantauan jalur internet dan bandwidth.

“Saat terjadi kendala jaringan, Unhas kerap mendapatkan keluhan dari end user karena penanganannya yang cenderung tidak cepat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyebut berkat Netmonk Prime, Unhas kini lebih cepat tanggap merespon kendala jaringan, bahkan mampu mengantisipasi potensi kendala yang mungkin terjadi pada jaringan.

“Keputusan yang diambil juga lebih tepat sasaran lewat fitur predictive analytic yang tersedia di Netmonk Prime,” sebut dia.

Sementara keseluruhan informasi tersebut dapat diakses secara real time. Melalui fitur dashboard monitoring jaringan yang disediakan oleh Netmonk Prime, Unhas dapat mendeteksi lebih dini kendala pada jaringan sesuai titik permasalahan sehingga mitigasi yang dilakukan tepat sasaran.

“Banyak kendala yang kami hadapi sebelum mengenal Netmonk Prime. Kami cukup kesulitan dalam memonitoring jalur internet dan bandwidth. Setelah menggunakan Netmonk Prime, kami sekarang lebih cepat tanggap menangani kendala jaringan sehingga meminimalisir keluhan dari end user,” ujar Sistem Administrator Unhas, Ardi.

Melalui pemantauan kinerja jaringan secara terus-menerus, Netmonk Prime dapat memastikan ketersediaan layanan yang optimal dan berkontribusi pada kepuasan pengguna serta produktivitas penggunanya.

Netmonk Prime yang merupakan aplikasi monitoring jaringan juga memberikan visibilitas yang efisien terhadap kinerja jaringan sehingga memungkinkan penggunanya membuat keputusan berdasarkan data yang akurat dan terkini.

Tidak hanya Netmonk Prime, Leap Telkom Digital sebagai lokomotif dalam mengakselerasi kedaulatan digital nasional juga memayungi berbagai produk dan layanan unggulan Telkom lainnya. Untuk informasi lebih lanjut dapat melihat dari tautan berikut https://leap.digitalbisa.id/#products.

 

Cek berita artikel lainnya di Google News

 

Editor:Redaksi

Berita Terkait

OJK Satukan Industri Keuangan Syariah, Cetak Biru Baru Diluncurkan di Makassar
Dugaan Penyimpangan Dana BPR DCN Malang Capai Rp54,9 Miliar, OJK Serahkan Dua Direksi ke Jaksa
Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi
OJK Dorong Industri Asuransi dan Dana Pensiun Perkuat Bisnis Berkelanjutan hingga 2030
Pendapatan AI Indosat Tembus US$50 Juta, Bidik Dua Kali Lipat hingga Akhir 2026
Satgas PASTI Tindak 330 Aktivitas Keuangan Ilegal, 11 Pergadaian Ditutup
TelkomGroup Siapkan 4 Teknologi Digital, dari AI hingga Marketplace UMKM
OJK Jatuhkan Denda Rp2,52 Triliun kepada Pelanggar Pasar Modal, DSSA-BREN-CUAN Didenda Rp2,1 Triliun

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:54 WIB

OJK Satukan Industri Keuangan Syariah, Cetak Biru Baru Diluncurkan di Makassar

Minggu, 1 November 2026 - 11:06 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana BPR DCN Malang Capai Rp54,9 Miliar, OJK Serahkan Dua Direksi ke Jaksa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

OJK Dorong Industri Asuransi dan Dana Pensiun Perkuat Bisnis Berkelanjutan hingga 2030

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pendapatan AI Indosat Tembus US$50 Juta, Bidik Dua Kali Lipat hingga Akhir 2026

Berita Terbaru