MATAPEDIA6.com, JAMBI – Sampena bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, peredaran uang palsu di Kota Jambi semakin marak, para pelaku beraksi terang-terangan dan berulang kali menyasar pedagang kecil, terutama toko kelontong dan warung yang beroperasi 24 jam.
Kawasan Bagan Pete di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Alam Barajo, menjadi salah satu titik yang kerap disebut sebagai lokasi peredaran.
Sejumlah pedagang mengaku sudah berkali-kali menjadi korban, dengan nominal kerugian yang tidak sedikit.
Lia, pemilik toko 24 jam di Bagan Pete, mengungkapkan kekesalannya setelah kembali menemukan uang palsu di hasil penjualannya.
“Sudah berulang-ulang dapat uang palsu di toko saya. Kalau dikumpulkan mungkin sudah jutaan rupiah. Biasanya kalau ketahuan langsung saya sobek, tapi sekarang sudah benar-benar geram. Saya akan laporkan ke polisi,” ujarnya, Senin (3/3/2026).
Baca juga: Pegawai Toko 24 Jam di Jambi Jadi Korban Hipnotis, HP Ditukar Emas Palsu
Tak hanya dirinya, Lia menyebut toko milik kakak dan adiknya di sejumlah wilayah seperti Talang Banjar, Kasang, Thehok, Kota Baru, hingga Persijam juga pernah menjadi korban.
Bahkan, di kawasan Aurduri dan Simpang Rimbo, uang palsu pecahan Rp200 ribu ditemukan saat menghitung hasil penjualan di rumah.
“Kadang baru ketahuan setelah dicek pakai alat atau diterawang. Kalau lagi ramai atau mengantuk, sering lolos,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Sian, pedagang di Kasang. Dalam sepekan terakhir, beberapa tokonya menjadi korban. Modus yang digunakan pelaku pun beragam, mulai dari berpura-pura belanja hingga modus kirim dana.
“Ada yang belanja biasa, ada juga yang pura-pura kirim dana. Minggu ini saja sudah ada yang Rp200 ribu,” katanya.
Para pedagang menilai peredaran uang palsu cenderung meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri, ketika aktivitas jual beli melonjak dan kondisi pasar lebih ramai dari biasanya. Situasi ini dimanfaatkan pelaku untuk mengedarkan uang palsu saat pedagang lengah.
Baca juga: Penipuan Bermodus Pungutan Uang Gotong Royong Marak di Jambi, Warga Diminta Waspada
Mariam, pedagang di Rajawali, berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas.
“Mudah-mudahan pelaku segera ditangkap. Ini sudah sangat meresahkan, khususnya pedagang kecil. Jelas melawan hukum dan merugikan orang lain,” tegasnya.
Penulis: Ali |Editor: Zalfirega



















