MATAPEDIA6.com, BATAM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar MTs Negeri 1 Batam. Kali ini, Sharifah Nur Nafisya Binti Syd Mohamad berhasil mengharumkan nama sekolah setelah meraih Juara 1 dalam ajang Walikota Cup Robotic Competition (WCR) 2026 kategori Scratch Coding & Animation tingkat SMP/MTs.
Keberhasilan Sharifah terbilang istimewa. Sebelum meraih prestasi tersebut, siswi yang saat ini duduk di kelas VIII MTsN 1 Batam itu belum pernah tercatat sebagai juara dalam bidang akademik di MTsN.
Namun, kerja keras dan semangat belajarnya mampu mengantarkannya menjadi yang terbaik di kompetisi robotik dan coding tingkat nasional tersebut.
Berdasarkan keputusan dewan juri tertanggal 17 Juni 2026, Sharifah ditetapkan sebagai Juara 1 dengan perolehan nilai 94,13. Nilai tersebut mengungguli peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Posisi Juara 2 diraih Prama Adjie Abyasa Widagdo dari MTsN Kota Probolinggo dengan nilai 93,75. Sementara Juara 3 ditempati Muh Rizal Azharudin dari MTs Negeri 1 Pati dengan nilai 93,31.
Pembina peserta, Rahmat Hidayat, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang berlangsung selama kurang lebih tiga minggu.
Menurutnya, Sharifah menunjukkan perkembangan yang sangat baik selama masa persiapan lomba. Ia terlibat langsung dalam seluruh tahapan pembuatan proyek, mulai dari pengembangan ide, penyusunan desain hingga proses coding game yang menjadi materi perlombaan.

Baca juga:Hampir Seluruh Warga Kepri Terlindungi JKN, Kepesertaan Tembus 97,53 Persen
“Alhamdulillah, selama proses pembinaan kurang lebih tiga minggu, Sharifah menunjukkan semangat, dedikasi, dan kerja keras yang sangat baik. Dia mengikuti seluruh tahapan dengan serius, mulai dari pengembangan ide, desain hingga coding. Kemauan belajarnya juga sangat tinggi,” ujar Rahmat kepada matapedi6, Kamis (18/6/2026).
Rahmat mengatakan, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Sharifah harus melewati berbagai tantangan selama proses latihan, termasuk menyelesaikan berbagai kendala teknis dalam pengembangan proyek yang dilombakan.
“Dengan latihan yang konsisten dan sikap pantang menyerah, alhamdulillah hasilnya sangat membanggakan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan kemauan belajar dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” katanya.
Ia juga mengatakan, salah satu pengalaman paling berkesan selama mengikuti kompetisi ini adalah saat proses penyelesaian proyek menjelang batas waktu pengumpulan atau saat deadline.
Karena ingin memberikan hasil yang terbaik, Nafisya dan pembimbing harus melanjutkan pengerjaan hingga maghrib untuk memperbaiki bug game yang masih ada.
“Dari pengalaman tersebut, kami belajar bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah merupakan kunci penting dalam meraih hasil yang baik,” ujarnya.
Kepala MTs Negeri 1 Batam, Khairina, turut mengapresiasi pencapaian anak didiknya tersebut. Ia menyebut keberhasilan Sharifah menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar MTsN 1 Batam.
“Alhamdulillah, ananda kami berhasil membawa juara pada ajang Walikota Cup Robotic Competition 2026. Selamat kepada Sharifah atas prestasi yang diraih. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah dan merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terus mendukung pengembangan potensi siswa,” kata Khairina.
Bagi MTsN 1 Batam, kemenangan Sharifah tidak hanya menghadirkan trofi. Prestasi itu juga menjadi inspirasi bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi, meski sebelumnya belum pernah menorehkan penghargaan akademik.
Ajang Walikota Cup Robotic Competition 2026 sendiri merupakan kompetisi tahunan yang bertujuan mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, serta inovasi teknologi di kalangan pelajar.
Tahun ini, kompetisi mengusung tema “Pemuda Robotik Berkarya” yang menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, kolaborasi, dan keberanian generasi muda untuk menghasilkan karya melalui teknologi.
Dari ruang kelas MTsN 1 Batam, Sharifah membuktikan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari mereka yang sejak awal dianggap unggul.
Dengan ketekunan belajar dan keberanian mencoba hal baru, ia berhasil berdiri di podium tertinggi dan membawa nama Batam bersinar di tingkat nasional.
Baca juga:Pemilik Toko Material, Rika: Tagihan Material Proyek Pulau Kasu Sudah Lunas Sejak Mei 2026
Penulis:Zalfirega|Editor:Trio
















