MATAPEDIA6.com, BATAM-SMKN 2 Batam mengubah kunjungan persahabatan menjadi panggung kolaborasi nyata. Rombongan Sekolah Aziztan Pattani, Thailand, datang, berbaur, lalu langsung terlibat dalam aktivitas vokasi—dari kompetisi food plating hingga praktik membuat roti di Teaching Factory (Tefa).
Menurut Kepala SMKN 2 Batam, Drs. Refio, M.Pd, sebanyak 29 siswa dan 3 guru (cikgu) Aziztan, didampingi 2 Pengakap Malaysia Negeri Kelantan, menyatu dengan siswa tuan rumah.
“Siswa saling bertukar cerita, teknik, hingga selera,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Puncaknya terjadi di Tefa Roti. Di sini, siswa tidak hanya melihat—mereka ikut memproduksi. Adonan diolah, dipanggang, lalu keluar sebagai produk unggulan sekolah: Sweetbread.

Pengalaman ini memberi gambaran konkret bagaimana sekolah mengintegrasikan pembelajaran dengan industri.
Baca juga:230 Guru SMPN di Batam Ikuti Pelatihan, Dorong Pembelajaran Lebih Profesional dan Adaptif
Ia menegaskan kunjungan ini bukan seremoni belaka. Sekolah membuka ruang kolaborasi agar siswa belajar lintas budaya sekaligus mengasah keterampilan kerja. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk OSIS, yang memastikan kegiatan berjalan lancar.
SMKN 2 Batam sendiri mengoperasikan pabrik roti berbasis siswa yang berproduksi setiap hari. Model ini menjadikan sekolah sebagai laboratorium bisnis nyata—tempat siswa belajar, bekerja, dan menghasilkan.
Kunjungan dari Aziztan menambah daftar panjang tamu internasional yang datang untuk studi banding. SMKN 2 Batam terus memposisikan diri sebagai rujukan pendidikan vokasi yang adaptif, terbuka, dan siap bersaing di tingkat regional.
Baca juga:Pansus DPRD Batam Kejar Target Ranperda LAM, Temui Wali Kota Bahas Penguatan Peran Adat
Editor:Zalfirega

















