Empat Polisi Dipecat, Kasus Kematian Bripda Natanael Seret Rekan Satu Kesatuan Jadi Tersangka

Sabtu, 18 April 2026 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Empat polisi menjalani proses sidang kode etik di Polda Kepri, Jumat (17/4/2026). Foto: Humas Polda Kepri

Empat polisi menjalani proses sidang kode etik di Polda Kepri, Jumat (17/4/2026). Foto: Humas Polda Kepri

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM-Polda Kepulauan Riau langsung menggelar Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) pada Jumat (17/4/2026) untuk membedah dugaan penganiayaan yang berujung tewasnya Bripda Natanael. Sidang berlangsung di ruang etik Polda Kepri dan menjadi titik awal sanksi keras terhadap anggota internal.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei menegaskan, institusi tidak menoleransi pelanggaran berat, terlebih yang menyebabkan hilangnya nyawa. Ia memastikan Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin mengawal langsung penanganan kasus ini hingga tuntas.

“Penanganan berjalan profesional, transparan, dan terbuka. Setiap perkembangan akan kami sampaikan ke publik,” tegas Nona dikutip dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

Komisi etik memutuskan empat personel—Bripda AS, Bripda AP, Bripda GSP, dan Bripda MA—terbukti melanggar kode etik profesi. Putusan langsung menjatuhkan sanksi etik berupa perbuatan tercela dan sanksi administratif paling berat: PTDH dari institusi Polri.

Baca juga:Polisi Tangkap Pelaku Akun Palsu Bermotif Dendam yang Sebarkan Ujaran Kebencian di Grup Facebook Wajah Batam

Kabid Propam Kombes Pol. Eddwi Kurniyanto menekankan, seluruh keputusan bertumpu pada alat bukti, keterangan saksi, hingga fakta persidangan. “Unsur pelanggaran terpenuhi. Sanksi tegas kami jatuhkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri menggerakkan proses pidana secara paralel. Penyidik lebih dulu menetapkan Bripda AS sebagai tersangka pada 15 April 2026. Pengembangan kasus kemudian menyeret tiga nama lain—Bripda GSP, Bripda MA, dan Bripda AP—yang kini juga berstatus tersangka.

Dirreskrimum Kombes Pol. Ronni Bonic mengungkapkan, penyidik menjerat para tersangka dengan Pasal 466 ayat (3) KUHP sebagai pasal utama, subsider Pasal 468 ayat (2) KUHP juncto Pasal 20 huruf c KUHP terkait penyertaan dalam penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Ancaman hukuman tidak ringan. Para tersangka terancam hingga 10 tahun penjara, tergantung pembuktian di pengadilan.

Sikap para pelanggar pun berbeda. Bripda AS menerima putusan etik, sementara tiga lainnya memilih melawan dengan mengajukan banding dalam waktu tiga hari.

Kasus ini sekaligus menguji komitmen internal Polda Kepri. Institusi menegaskan akan menjaga disiplin dan marwah korps, sekaligus memulihkan kepercayaan publik yang terguncang akibat kasus kematian anggota sendiri.

Baca juga:Diskominfo Batam Jelaskan Proses Kerja Sama Media 2026 Sesuai Ketentuan dan Transparan

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

Kapolda Kepri Ajak IKTD Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Empat Personel Polda Kepri Diduga Terseret Kasus Etomidate, Kapolda Tegaskan Tak Ada Toleransi
Polda Kepri Ungkap 3 Kasus Pengiriman PMI Ilegal, 6 Orang Jadi Tersangka
Dari Panggung Literasi hingga Hari Guru, MTsN 1 Batam Siapkan Ruang Ekspresi bagi Siswa
Kenalkan Sistem Pemasyarakatan, Rutan Batam Ajak Siswa Belajar Langsung
Jalan Gajah Mada Batam Ditargetkan Dibuka 1 November, BP Batam Tuntaskan Perbaikan
Hari Bakti ke-55 BP Batam: Amsakar Raih Penghargaan, Investasi Naik 62,75 Persen
Pangdam XXV Sultan Mahmud Riayat Syah dan Kapolda Kepri Perkuat Koordinasi, Kamtibmas hingga Penanganan Bencana Jadi Sorotan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Kapolda Kepri Ajak IKTD Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Empat Personel Polda Kepri Diduga Terseret Kasus Etomidate, Kapolda Tegaskan Tak Ada Toleransi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Polda Kepri Ungkap 3 Kasus Pengiriman PMI Ilegal, 6 Orang Jadi Tersangka

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Dari Panggung Literasi hingga Hari Guru, MTsN 1 Batam Siapkan Ruang Ekspresi bagi Siswa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Kenalkan Sistem Pemasyarakatan, Rutan Batam Ajak Siswa Belajar Langsung

Berita Terbaru

Ketua IKTD Batam H Arlon Versito dn Ketua IKTD Tanjungpinang bersama Kapolda Kepri, Jumat (30/10/2026). Foto:Humas Polda Kepri

News

Kapolda Kepri Ajak IKTD Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Jumat, 30 Okt 2026 - 22:01 WIB