Manipulasi Harga Pasar Modal Terbongkar, OJK Denda Influencer Rp5,35 Miliar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar OJK. Foto:Istimewa/matapedia6

Gambar OJK. Foto:Istimewa/matapedia6

MATAPEDIA6.com, JAKARTA– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar modal dan tiga pihak yang terbukti memanipulasi harga saham di Bursa Efek.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menegaskan langkah ini sebagai bentuk ketegasan pengawasan dan penegakan hukum di sektor pasar modal.

“OJK mendenda pegiat media sosial berinisial BVN sebesar Rp5,35 miliar. OJK membuktikan BVN memanipulasi harga saham dengan menyebarkan informasi di media sosial pada periode 2021–2022, lalu memanfaatkan reaksi pengikutnya untuk meraup keuntungan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/2/2026).

Hasil pemeriksaan menunjukkan BVN bermain pada saham: PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) periode 1–27 September 2021 dan 8 November–29 Desember 2021 PT MD Pictures Tbk (FILM) periode 12 Januari–27 Desember 2021 PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) periode 8 Maret–17 Juni 2022

Baca juga:OJK Bongkar Rendahnya Literasi Asuransi di Kampus

OJK mengurai pola transaksi, menelusuri aktivitas media sosial, dan memetakan pergerakan rekening efek yang digunakan BVN. Ia memasang order beli dan jual melalui beberapa rekening untuk membentuk harga semu—bukan karena kekuatan riil permintaan dan penawaran.

BVN juga kerap mengunggah rekomendasi, rencana beli, hingga prediksi harga saham tertentu. Di saat yang sama, ia justru menjual atau membeli saham tersebut dan memanfaatkan lonjakan transaksi dari para pengikutnya.

OJK menyimpulkan BVN melanggar Pasal 90, 91, dan 92 Undang-Undang Pasar Modal sebagaimana diubah dalam UUPPSK.

OJK juga menindak manipulasi pada saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) periode Januari–April 2016.

Regulator menemukan transaksi yang menciptakan gambaran semu dan menyesatkan mengenai aktivitas perdagangan, kondisi pasar, serta harga saham di Bursa Efek.

OJK menjatuhkan sanksi sebagai berikut:

PT Dana Mitra KencanaOJK mendenda perusahaan ini Rp2,1 miliar. Perusahaan tersebut mengalirkan dan menerima dana untuk bertransaksi saham IMPC melalui 17 nasabah. Total nilai pertemuan transaksi mencapai Rp43,7 miliar. Skema ini membentuk harga semu dan mendorong pihak lain ikut bertransaksi.

UPT dan MLNOJK masing-masing mendenda keduanya Rp1,8 miliar. Mereka menggerakkan transaksi IMPC melalui 12 nasabah dengan total nilai pertemuan transaksi Rp49,1 miliar.

Pola ini juga menciptakan ilusi aktivitas pasar dan memengaruhi keputusan investor.

OJK menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku manipulasi yang merusak integritas pasar.

Regulator berkomitmen memperkuat transparansi, menjaga kepercayaan publik, dan memastikan pasar modal Indonesia berjalan teratur, wajar, serta berintegritas.

Baca juga:Vonis Penyiksa ART Dipangkas Jadi 7 Tahun, Kejari Batam Langsung Kasasi

Editor:Miezon

Berita Terkait

OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur
OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada 2026
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Senilai Puluhan Miliar Disita
OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar
OJK Sita Aset Rp114 Miliar dalam Penyidikan Eks Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia
OJK Dorong Tata Kelola dan Integritas untuk Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan
HUT Ke-61 Telkom, Perkuat Transformasi Digital Lewat Gerakan UMKM dan Kompetisi AI
OJK Limpahkan Tersangka Kasus PT BPR DCN ke Jaksa, Dugaan Kerugian Capai Puluhan Miliar Rupiah

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:30 WIB

OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:50 WIB

OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:14 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Senilai Puluhan Miliar Disita

Senin, 13 Juli 2026 - 17:32 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:56 WIB

OJK Sita Aset Rp114 Miliar dalam Penyidikan Eks Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia

Berita Terbaru