OJK Dorong Generasi Muda Jadi Motor Pertumbuhan Investor Pasar Modal

Jumat, 29 Agustus 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi. Foto: OJK Kepri

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi. Foto: OJK Kepri

MATAPEDIA6.com, PURWOKERTO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan peran generasi muda sebagai motor pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia.

OJK menilai partisipasi anak muda bukan hanya memperluas akses keuangan masyarakat, tetapi juga memperkuat kontribusi pasar modal terhadap perekonomian nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan hal itu dalam Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2025 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jumat (29/8).

“Pertumbuhan jumlah investor muda memberikan kontribusi positif bagi pasar modal Indonesia. Kehadiran mereka mendorong stabilitas sekaligus meningkatkan likuiditas,” tegas Inarno di hadapan 1.000 mahasiswa.

Baca juga:OJK Dorong Budaya Menabung Sejak Dini untuk Bangun Negeri

Hingga pertengahan Agustus 2025, jumlah investor pasar modal tercatat 17,6 juta, dengan 54 persen di antaranya berusia di bawah 30 tahun. Banyumas bahkan menempati posisi kedua jumlah investor terbanyak di Jawa Tengah setelah Semarang, dengan total 108 ribu investor.

Inarno menekankan pentingnya generasi muda memahami investasi yang benar agar tidak terjebak penipuan berkedok investasi.

“Mereka harus jadi duta literasi keuangan di keluarga maupun masyarakat, sekaligus berinvestasi dengan bijak,” ujarnya.

SEPMT 2025 berlangsung 27–29 Agustus di Purwokerto melalui kolaborasi OJK dengan Self-Regulatory Organizations (SRO), yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Acara ini juga didukung pemerintah daerah dan menjadi bagian dari peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Sejumlah tokoh hadir, termasuk Direktur Utama BEI Iman Rachman, Direktur Utama KPEI Iding Pardi, Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, serta Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady.

Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kuliah umum tentang pasar modal mampu meningkatkan literasi finansial mahasiswa, sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap praktik pinjaman online ilegal.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyambut baik inisiatif OJK. Ia berharap UKM di daerahnya berani menjadikan pasar modal sebagai sumber pendanaan.

“Dengan 100 ribu UKM aktif, Banyumas memiliki potensi ekonomi besar yang harus ditopang pembiayaan modern,” ujarnya.

OJK menargetkan SEPMT 2025 menjadi momentum penguatan ekosistem pasar modal yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing sekaligus melindungi masyarakat dari praktik investasi ilegal.

Selain kuliah umum, SEPMT 2025 di Purwokerto menghadirkan tiga kegiatan utama:

1. Sosialisasi Perempuan Cerdas Investasi di Pasar Modal bersama TP PKK Banyumas dan Purbalingga, yang menekankan peran perempuan menjaga kesehatan finansial keluarga serta menghindari investasi ilegal.

2. Sosialisasi Pasar Modal sebagai Alternatif Pendanaan Perusahaan untuk mendorong UKM dan perusahaan daerah memanfaatkan pasar modal.

3. Kuliah Umum di Universitas Wijayakusuma Purwokerto dan Unsoed guna meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait investasi pasar modal.

Baca juga:OJK Dorong Transformasi BPD Jadi Lokomotif Pembangunan Daerah

Editor: Zalfirega

Berita Terkait

OJK Ambil Alih Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan
OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026
Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam
Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas
OJK Perkuat Organisasi, Siapkan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 20:05 WIB

OJK Ambil Alih Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027

Selasa, 15 September 2026 - 11:31 WIB

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026

Selasa, 8 September 2026 - 12:40 WIB

Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya

Minggu, 6 September 2026 - 17:17 WIB

OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Berita Terbaru