OJK Dorong Industri Jasa Keuangan Perkuat Kontribusi pada Program Pemerintah

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OJK dialog akhir tahun. Foto:Ist

OJK dialog akhir tahun. Foto:Ist

MATAPEDIA6.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri jasa keuangan meningkatkan ketangguhan dan memperbesar kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan ajakan itu saat membuka Dialog Akhir Tahun OJK dengan Industri Jasa Keuangan. Pihaknya mengajak seluruh pelaku industri jasa keuangan memperkuat ketangguhan, menjaga komitmen, dan menghadirkan layanan yang inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Bersama, kita tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu memimpin dan mengarahkan perubahan,” ujar Mahendra di Jakarta dalam keterangannya, Kamis (4/12/2025).

Baca juga: OJK Apresiasi Media Massa 2025, Tekankan Peran Penting Media Jaga Stabilitas Keuangan

Mahendra menjelaskan, OJK telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk memperbesar kontribusi industri keuangan terhadap program prioritas pemerintah, termasuk pembangunan dan renovasi 3 juta rumah serta perluasan akses pembiayaan bagi UMKM.

OJK, lanjut Mahendra, memberi ruang bagi lembaga jasa keuangan untuk menyalurkan kredit dan pembiayaan sesuai manajemen risiko dan strategi bisnis masing-masing.

OJK juga menawarkan relaksasi berupa penurunan bobot risiko ATMR untuk KPR dan penilaian kualitas KPR berbasis ketepatan pembayaran.

“Kami kembali menegaskan bahwa OJK tidak pernah melarang pemberian kredit kepada debitur berkualitas non-lancar, terutama untuk nominal kecil dan tidak berkaitan dengan data di SLIK,” katanya.

Untuk memperbesar akses UMKM terhadap pembiayaan, OJK menerbitkan POJK 19/2025. Regulasi ini mewajibkan perbankan dan industri keuangan non-bank meningkatkan porsi pembiayaan kepada sektor UMKM.

“Ke depan, kami akan mengawasi rencana bisnis bank dan memastikan seluruh komitmen peningkatan akses UMKM berjalan konsisten,” kata Mahendra.

Mahendra juga menekankan pentingnya digitalisasi industri jasa keuangan yang diimbangi dengan penguatan keamanan siber.

Baca juga:Perkuat Ekonomi Kerakyatan, OJK Sederhanakan Aturan Baru Pergadain

Menurutnya, percepatan bisnis harus berjalan seiring dengan perlindungan data pelaku usaha dan konsumen untuk menjaga kepercayaan publik.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara mengapresiasi kehadiran dan masukan para pelaku industri keuangan yang mengikuti dialog.

“Terima kasih. Sesi seperti ini yang kami harapkan untuk menerima masukan. Nanti kami evaluasi apa saja yang bisa kami tindak lanjuti,” kata Mirza.

Dialog Akhir Tahun ini berlangsung selama dua hari, 4–5 Desember 2025. Hari pertama menghadirkan sesi Perbankan yang dipimpin Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae, serta sesi Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) yang dipandu Kepala Eksekutif PPDP Ogi Prastomiyono.

Hari kedua berlanjut dengan pembahasan Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon; Lembaga Pembiayaan; Modal Ventura; Lembaga Keuangan Mikro; hingga inovasi teknologi sektor keuangan, aset digital, dan kripto bersama anggota Dewan Komisioner masing-masing bidang.

Setiap sesi juga menghadirkan diskusi terkait pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan edukasi dan perlindungan konsumen serta penguatan tata kelola yang disampaikan oleh Kepala Eksekutif PEPK Friderica Widyasari Dewi dan Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena.

OJK berharap sinergi dengan pelaku usaha jasa keuangan terus memperkuat komitmen industri dalam menghadirkan layanan inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi kepada masyarakat, sekaligus mengarahkan sektor keuangan menuju pertumbuhan yang lebih tangguh.

Baca juga:OJK Serahkan Tersangka Penggelapan Premi Asuransi ke Kejaksaan

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen, Fokus Redam Tekanan Rupiah di Tengah Gejolak Global
TelkomGroup Lepas 1.924 Pemudik, Perkuat Jaringan dan Armada Ramah Lingkungan Sambut Lebaran 2026
WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
11 Jam Live TikTok Tanpa Putus di Jalur Mudik, Dave Hendrik–Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI
Santri Didorong Melek Keuangan Syariah, OJK Gelar Program SAKINAH
OJK Dorong Reformasi Dana Pensiun Nasional di Forum OECD Paris
OJK Tegaskan Ketahanan Sektor Keuangan Usai Fitch Revisi Outlook Indonesia
OJK Perkuat Kinerja, Lantik Kepala Departemen dan OJK Daerah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:36 WIB

BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen, Fokus Redam Tekanan Rupiah di Tengah Gejolak Global

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:02 WIB

TelkomGroup Lepas 1.924 Pemudik, Perkuat Jaringan dan Armada Ramah Lingkungan Sambut Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35 WIB

WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:15 WIB

11 Jam Live TikTok Tanpa Putus di Jalur Mudik, Dave Hendrik–Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:03 WIB

Santri Didorong Melek Keuangan Syariah, OJK Gelar Program SAKINAH

Berita Terbaru