OJK Serahkan Tersangka Penggelapan Premi Asuransi ke Kejaksaan

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OJK serahkan tersangka penggelapan kepada kejaksaan. Foto:OJK Kepri/matapedia

OJK serahkan tersangka penggelapan kepada kejaksaan. Foto:OJK Kepri/matapedia

MATAPEDIA6.com, JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntaskan penyidikan kasus penggelapan premi asuransi yang melibatkan pimpinan PT Bintang Jasa Selaras Insurance Broker.

Menurut Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK – M. Ismail Riyadi dua pucuk pimpinan perusahaan, WN (Direktur Utama) dan EHC (Direktur), terbukti mengalirkan premi milik nasabah ke luar rekening resmi perusahaan.

“Penggelapan ini berlangsung selama empat tahun, dari 2018 hingga 2022, di kantor perusahaan tersebut,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (4/12/2025).

Baca juga: OJK Apresiasi Media Massa 2025, Tekankan Peran Penting Media Jaga Stabilitas Keuangan

OJK mencatat nilai premi yang digelapkan mencapai Rp3,04 miliar milik Perumda BPR Bank Kota Bogor dan Rp3,92 miliar milik PT Jamkrida Sulawesi Selatan.

“Sejak tahap pengawasan, lalu menaikkan proses ke pemeriksaan khusus, penyelidikan, hingga penyidikan,” katanya.

Dari rangkaian pemeriksaan itu, penyidik menemukan tindak pidana penggelapan premi yang diatur dalam Pasal 76 UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Pasal tersebut mengancam pelaku dengan pidana penjara hingga lima tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Setelah memastikan alat bukti lengkap, Penyidik OJK melimpahkan berkas perkara Tahap 1 kepada Jaksa Penuntut Umum yang kemudian menyatakan berkas lengkap (P-21).

OJK lalu menyerahkan para tersangka beserta barang bukti dalam Tahap 2 di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada 27 November 2025.

OJK menegaskan komitmennya memperkuat penegakan hukum di sektor jasa keuangan.

Koordinasi intensif dengan Polri dan Kejaksaan terus dilakukan agar setiap tindak pidana di sektor ini ditangani secara tegas, akuntabel, dan berkelanjutan guna melindungi konsumen serta menjaga stabilitas industri jasa keuangan.

Baca juga: OJK Pacu Transformasi Keuangan Digital yang Aman, Adaptif, dan Inklusif

Editor:Miezon

 

Berita Terkait

OJK Dorong Generasi Muda Kritis Pahami Risiko Aset Kripto di Ambon
Indosat Catat Pertumbuhan Dua Digit di Kuartal I 2026, Dorong Kinerja lewat AI Hyper-Personalization
Telkom Perkuat UMKM Perempuan Lewat Program Kartini Digital, Latih 73 Ribu Pelaku Usaha
Satgas PASTI Hentikan 953 Entitas Pinjol dan Investasi Ilegal, Ratusan Miliar Dana Diselamatkan
Kadin Nilai HPM Pasir Kuarsa Kepri Terlalu Tinggi dan Tidak Rasional
TelkomGroup Dukung PP TUNAS, Menkomdigi Tekankan Peran Generasi Muda Jaga Ruang Digital
Satgas PASTI Hentikan Aktivitas PT Malahayati Nusantara Raya
OJK Luncurkan PINTAR Reksa Dana, Bidik Investor Baru dan Perkuat Pasar Modal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 21:15 WIB

OJK Dorong Generasi Muda Kritis Pahami Risiko Aset Kripto di Ambon

Senin, 4 Mei 2026 - 18:19 WIB

Indosat Catat Pertumbuhan Dua Digit di Kuartal I 2026, Dorong Kinerja lewat AI Hyper-Personalization

Kamis, 30 April 2026 - 17:50 WIB

Telkom Perkuat UMKM Perempuan Lewat Program Kartini Digital, Latih 73 Ribu Pelaku Usaha

Rabu, 29 April 2026 - 21:04 WIB

Satgas PASTI Hentikan 953 Entitas Pinjol dan Investasi Ilegal, Ratusan Miliar Dana Diselamatkan

Rabu, 29 April 2026 - 16:37 WIB

Kadin Nilai HPM Pasir Kuarsa Kepri Terlalu Tinggi dan Tidak Rasional

Berita Terbaru