KSSK: Sistem Keuangan Nasional Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KSSK bersama OJK dan Menkau. Foto:Istimewa

KSSK bersama OJK dan Menkau. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, JAKARTA-Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia tetap solid hingga akhir 2025, meski tekanan global terus meningkat. Sinergi kebijakan antarlembaga menjadi kunci utama menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner LPS menilai koordinasi kebijakan berhasil meredam dampak ketegangan geopolitik, perang dagang, serta volatilitas pasar global yang meningkat sejak awal 2026.

Dari rilis resmi yang disampakian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa (27/1/2026). KSSK mencatat pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga. Pada 2025, ekonomi tumbuh sekitar 5,2 persen dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,4 persen pada 2026 ditopang konsumsi domestik, stimulus fiskal, kebijakan moneter akomodatif, serta penguatan investasi strategis, termasuk hilirisasi SDA dan percepatan proyek nasional.

Aktivitas ekonomi menunjukkan sinyal positif. PMI manufaktur berada di zona ekspansi, penjualan ritel tumbuh, neraca perdagangan mencatat surplus, serta likuiditas perbankan tetap longgar.

Baca juga:Kapolda Kepri Hadiri Sosialisasi Sekolah Merah Putih di Galang, Perkuat Dukungan Pendidikan Berkualitas Menuju Indonesia Emas

Stabilitas makro tetap terjaga

KSSK memastikan inflasi tetap terkendali dalam target 2,5±1 persen, cadangan devisa menguat hingga USD156,5 miliar, dan sistem perbankan berada dalam kondisi sangat sehat dengan CAR 25,87 persen. Kredit perbankan tumbuh 9,6 persen yoy, ditopang kredit investasi yang melesat lebih dari 20 persen.

Di pasar keuangan, kepercayaan investor menguat. Yield SBN turun signifikan, IHSG mencatat rekor baru, dan transaksi pasar modal terus meningkat sepanjang 2025.

APBN jadi peredam guncangan global

Pemerintah mengoptimalkan APBN sebagai bantalan ekonomi. Belanja negara difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat konsumsi, dan mendorong pertumbuhan, melalui program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, stimulus ekonomi nasional, koperasi Merah Putih, pembangunan infrastruktur, serta perlindungan sosial langsung ke masyarakat.

BI, OJK dan LPS perkuat stabilitas sistem keuangan

Bank Indonesia memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, menjaga likuiditas, dan mendorong pertumbuhan kredit melalui bauran kebijakan moneter dan makroprudensial. OJK mengamankan stabilitas sektor jasa keuangan, memperketat pengawasan risiko, serta melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan dan investasi ilegal.

LPS memperkuat intermediasi perbankan, menjaga kepercayaan publik, dan meningkatkan ketahanan sistem perbankan, termasuk penguatan keamanan siber BPR/BPRS.

KSSK siaga hadapi risiko global

KSSK menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan koordinasi kebijakan, memperkuat respons terpadu (coordinated policy response), serta menjaga kewaspadaan terhadap risiko global, geopolitik, dan pasar keuangan internasional.

“KSSK siap menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan demi mendukung program strategis nasional dan Asta Cita Pemerintah,” tegas KSSK dalam pernyataan resminya.

Editor:Miezon

Berita Terkait

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan
OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026
Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam
Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas
OJK Perkuat Organisasi, Siapkan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:31 WIB

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026

Selasa, 8 September 2026 - 12:40 WIB

Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya

Minggu, 6 September 2026 - 17:17 WIB

OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jumat, 4 September 2026 - 21:25 WIB

Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam

Berita Terbaru