OJK Luncurkan SI-GRC Terintegrasi untuk Perkuat Tata Kelola

Jumat, 25 Juli 2025 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OJK Luncurkan SI-GRC perkuat tata kelola. Foto:ist

OJK Luncurkan SI-GRC perkuat tata kelola. Foto:ist

MATAPEDIA6.com, JAKARTA– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat tata kelola organisasi dengan meluncurkan Sistem Informasi Governance, Risk, and Compliance (SI-GRC).

Sistem ini dirancang untuk memperkuat fungsi audit internal, manajemen risiko, pengendalian kualitas, dan penegakan integritas dalam pelaksanaan tugas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan.

Peluncuran SI-GRC berlangsung dalam Risk and Quality Officer (RQO) Forum 2025 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Kamis (24/7). Forum bertema ‘Everything Everywhere All at Once: An Integrated Approach to GRC’ ini menjadi ajang strategis untuk membahas integrasi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan di lingkungan OJK.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan pentingnya ketahanan sektor jasa keuangan terhadap tekanan global. Ia menilai penguatan manajemen risiko, termasuk risiko siber, harus menjadi prioritas melalui investasi berkelanjutan pada infrastruktur dan sumber daya manusia.

“Implementasi SI-GRC menjadi alat penting untuk memastikan pengelolaan risiko dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dari level satuan kerja hingga organisasi OJK secara keseluruhan,” ujar Mahendra dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa RQO Forum 2025 menjadi momentum penting bagi pimpinan satuan kerja dan RQO untuk memperkuat peran mereka dalam tata kelola dan pengendalian internal.

Menurut Mahendra, kualitas SDM OJK, kemampuan berinovasi, dan kesadaran risiko menjadi pondasi utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan industri jasa keuangan ke depan.

Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, mengungkapkan bahwa pengembangan SI-GRC telah dimulai sejak sebelum 2019. Kala itu, sistem informasi manajemen risiko dan pengendalian internal masih tersebar di masing-masing satuan kerja.

“SI-GRC menyatukan seluruh sistem manajemen risiko dan pengendalian internal dalam satu platform terintegrasi, lengkap dengan dashboard interaktif yang menyajikan data secara real-time, mulai dari statistik kejadian, mitigasi risiko, IRU, hingga pemantauan tindak lanjut CACM,” jelas Sophia.

Sebagai bagian dari rangkaian forum, OJK juga menggelar diskusi panel yang menghadirkan Inspektur VI Itjen Kemenkeu, Dedhi Suharto, dan Deputi Direktur Kelompok Pengembangan Aplikasi OJK, Adi Purwoko.

Diskusi tersebut membahas langkah konkret integrasi sistem tata kelola dan penguatan budaya risiko di lingkungan lembaga pengawas sektor keuangan tersebut.*

Baca juga:OJK dan Ditjen AHU Sepakat Perkuat Pertukaran Data untuk Pengawasan dan Pencegahan Tindak Pidana

Berita Terkait

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan
OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026
Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam
Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas
OJK Perkuat Organisasi, Siapkan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:31 WIB

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026

Selasa, 8 September 2026 - 12:40 WIB

Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya

Minggu, 6 September 2026 - 17:17 WIB

OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jumat, 4 September 2026 - 21:25 WIB

Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam

Berita Terbaru