MATAPEDIA6.com, BATAM– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau mempercepat langkah bersama Polda Kepri untuk memburu dan memutus kejahatan keuangan digital yang kian kompleks.
Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, menegaskan komitmen itu saat bertemu Kapolda Kepri Asep Safrudin di Mapolda Kepri beberapa hari lalu.
Pertemuan ini langsung mengarah pada penguatan koordinasi, penindakan, hingga perlindungan masyarakat dari ancaman penipuan digital.
Kapolda Kepri hadir bersama jajaran utama, mulai dari Wakapolda Anom Wibowo hingga para direktur reserse dan intelijen. Pertemuan berlangsung fokus membedah ancaman nyata di sektor keuangan yang terus berkembang.
Baca juga:RSBP Batam Kantongi Sertifikasi ISO 9001:2015, Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Berstandar Global
OJK memberi apresiasi atas peran aktif Polda Kepri menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Stabilitas itu menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kepercayaan investor di Kepulauan Riau.
Sinar memaparkan, kondisi keamanan yang terjaga mendorong kinerja ekonomi daerah tetap melesat. Sepanjang 2025, ekonomi Kepri tumbuh 7,89 persen.
“Di saat bersamaan, aset bank umum naik 13,74 persen, dana pihak ketiga tumbuh 13,20 persen, dan kredit melonjak 25,85 persen,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Namun, ia mengingatkan, tren positif itu dibayangi ancaman kejahatan digital yang semakin agresif. Penipuan keuangan dan pinjaman online ilegal masih menjadi jebakan yang mengintai masyarakat.
“OJK bersama Polda Kepri harus bergerak cepat memutus rantai aktivitas ilegal ini. Kami juga mengoptimalkan peran Indonesia Anti-Scam Centre untuk mempercepat penanganan laporan dan pemblokiran rekening mencurigakan,” tegas Sinar.
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi langsung menyepakati sejumlah langkah konkret. Mereka memperkuat sinkronisasi penanganan penipuan melalui Satgas PASTI, meningkatkan penindakan investasi ilegal, serta memperluas edukasi literasi keuangan ke masyarakat.
Tak hanya itu, pengamanan objek vital sektor jasa keuangan juga masuk dalam prioritas. OJK dan Polda Kepri mendorong pengawasan lebih ketat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan daerah.
Edukasi menjadi senjata penting. Keduanya akan memanfaatkan jaringan kepolisian hingga tingkat wilayah untuk menjangkau masyarakat pesisir dan pulau terluar, agar tidak mudah terjebak praktik keuangan ilegal.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan, pihaknya siap turun penuh mendukung langkah OJK. Ia memastikan jajarannya akan menindak tegas setiap praktik yang merugikan masyarakat.
“Keamanan sektor keuangan adalah fondasi kepercayaan. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan yang merusak integritas sektor jasa keuangan,” tegas Asep.
OJK dan Polda Kepri sepakat memperkuat jalur komunikasi dan koordinasi cepat untuk merespons setiap potensi gangguan. Sinergi ini menjadi kunci menciptakan sektor jasa keuangan yang sehat, aman, dan tepercaya di Kepulauan Riau, sekaligus menjaga laju pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.
Baca juga:Pertamina Sumbagut Borong 12 Proper Hijau, Program Lingkungan dan Pemberdayaan
Editor:Zalfirega


















