Operasi Pekat Seligi 2025 Polda Kepri Akan Sapu Bersih Premanisme dan Pungli

Minggu, 11 Mei 2025 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin saat memberikan sambutan disalah satu kegiatan Polda Kepri, Matapedia6.com/ Dok Humas Polda Kepri

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin saat memberikan sambutan disalah satu kegiatan Polda Kepri, Matapedia6.com/ Dok Humas Polda Kepri

MATAPEDIA6.com, BATAM – Polda Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan wilayah yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Operasi Pekat Seligi 2025 yang digelar sejak 1 hingga 14 Mei, sebanyak 320 personel gabungan dikerahkan untuk memberantas berbagai penyakit masyarakat, mulai dari premanisme hingga pungutan liar (pungli).

Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, melalui Kabid Humas Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, menyatakan operasi ini bersifat terpadu dan dilaksanakan secara intensif di seluruh wilayah hukum Polda Kepri.

“Operasi Pekat ini menyasar berbagai bentuk kejahatan sosial. Tak hanya premanisme, tetapi juga narkoba, perjudian, miras ilegal, prostitusi, dan kejahatan jalanan lainnya,” ujar Zahwani, Sabtu (10/5/2025).

Personel yang diterjunkan terdiri dari 95 anggota Polda Kepri dan 225 personel dari Polres/Ta jajaran, dengan pendekatan mulai dari preemtif, preventif, hingga represif.

Operasi ini dilaksanakan secara tertutup tanpa apel pasukan terbuka, untuk mengedepankan efektivitas penindakan.

Lokasi-lokasi rawan seperti pelabuhan, pasar, tempat hiburan malam, hingga permukiman padat penduduk menjadi titik fokus patroli.

Kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) juga digelar demi mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Meski operasi resmi berakhir pada 14 Mei, Zahwani menegaskan bahwa Polda Kepri akan terus menjaga stabilitas keamanan, khususnya di sektor-sektor vital seperti investasi dan pariwisata.

“Tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan yang merusak iklim usaha dan kenyamanan publik di Kepri. Ini bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Polda Kepri juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing.

Warga diimbau segera melaporkan bila menemukan aksi premanisme atau penyakit masyarakat lainnya melalui Call Center 110 atau aplikasi Super Apps Polri yang menawarkan layanan pelaporan cepat dan terpadu.

“Sinergi antara Polri dan masyarakat adalah kunci utama mewujudkan Kepri yang aman, nyaman, dan kondusif,” pungkas Zahwani.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Tuntutan Dju Seng Ditunda untuk Keempat Kalinya, Ini Alasannya
Carolein Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara di Kasus Gelapkan Mobil Rental 
Motor Warga Hilang Dini Hari, Terduga Pelaku Curanmor Ditangkap di Hotel
TNI AL Sergap MV King Sun di Tanjung Berakit, Bawa 1,3 Ton Ketamine
Polisi Ungkap Dugaan Curas Driver Ojol Maxim di Sekupang
JPU Tuntut Carolein 3 Tahun Penjara dalam Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Rental
Andi Morena Laporkan Akun Medsos ke Poisi, Catut Nama dalam Kasus Pengungkapan Narkotika BNN di Batuampar
Sidang Perdana Kematian Bripda Natanael, Teriakan ‘Hukum Mati’ Menggema di PN Batam

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Tuntutan Dju Seng Ditunda untuk Keempat Kalinya, Ini Alasannya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Carolein Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara di Kasus Gelapkan Mobil Rental 

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Motor Warga Hilang Dini Hari, Terduga Pelaku Curanmor Ditangkap di Hotel

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:07 WIB

TNI AL Sergap MV King Sun di Tanjung Berakit, Bawa 1,3 Ton Ketamine

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Curas Driver Ojol Maxim di Sekupang

Berita Terbaru

Terdakwa saat mendengarkan tuntutan dari JPU yang diundur keempat kalinya di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (13/8/2026). Foto:Rega/matapedia

Hukum Kriminal

Tuntutan Dju Seng Ditunda untuk Keempat Kalinya, Ini Alasannya

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:40 WIB