Pengendara Resah: Jalan Menuju Pelabuhan Sagulung Penuh Lubang dan Sampah Meluber

Jumat, 24 Januari 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan rusak dan sampah meluber di jalan menuju Pelabuhan Sagulung, Jumat (24/1). Foto:matapedia

Kondisi jalan rusak dan sampah meluber di jalan menuju Pelabuhan Sagulung, Jumat (24/1). Foto:matapedia

MATAPEDIA6.com, BATAM- Jalan menuju Pelabuhan Sagulung, Kota Batam rusak parah dengan lubang besar dan sampah berserakan, mengganggu pengendara. Pengguna jalan harus berhati-hati untuk menghindari kecelakaan akibat kondisi ini.

Marlin, warga Pokok Jengkol, menyebut kondisi jalan rusak dan sampah berserakan mengganggu aktivitas warga beberapa hari belakangan ini.

“Ini sampah berserakan ditambah lubang-lubang membuat tidak nyaman saat melintas,” ujarnya pada wartawan, Jumat (24/1/2025).

Menurutnya Pemerintah Kota Batam telah memperbaiki jalan menuju Pelabuhan Sagulung, tetapi jalan tersebut kembali mengalami kerusakan parah akibat tingginya arus kendaraan yang melintas jalan tersebut.

“Kalau diperbaiki sudah. Ini karena tingginya volume mobil sehingga kembali rusak,” sebut dia.

Sementara, Rendi warga Sungai Aleng, Sagulung mengungkapkan bahwa Wali Kota harus segera merealisasikan janji untuk memperbaiki dan melebarkan jalan pada tahun 2025.

“Pak Wali Kota sebelumnya berjanji akan melebarkan jalan tahun ini. Mohon segera lakukan, karena kondisi jalan ini sudah sangat darurat,” harapnya.

Kondisi jalan menuju pelabuhan Sagulung tepatnya di Pokok Jengkol, Jumat (24/1). Foto:matapedia

Ia menambahkan bahwa kondisi jalan yang buruk menghambat aktivitas warga dan berdampak negatif pada sektor ekonomi.

“Pengiriman barang dari dan ke kawasan industri terlambat, dan biaya logistik meningkat karena kendaraan sering rusak akibat jalan berlubang,” ujarnya.

Ia menyebut selain jalan rusak, sampah berserakan di sepanjang jalan dan menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu pengguna jalan. Warga meminta Pemko Batam segera membersihkan sampah secara rutin.

“Ini bau menyengat dari sampah sangat merugikan pengguna jalan. Kita harap  pemerintah untuk memperbaiki dan melebarkan jalan serta melakukan perawatan berkala agar kerusakan tidak terulang dan angkut sampah,” tuturnya.

Lurah Sungai Binti, Kecamatan Sagulung Batam, Jamil mengaku telah meminta armada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, tetapi hingga kini belum tersedia karena banyak lokasi lain yang membutuhkan pelayanan sampah.

“Saya juga telah berkoordinasi dengan Nofrizal dan Bang Udin untuk menyiapkan armada guna menangani sampah liar di depan PGRI, Pantai Asuhan, dan Pelabuhan Sagulung,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, jika armada tersedia, pihaknya siap melakukan gotong royong massal untuk membersihkan TPS liar tersebut. Ia berharap masyarakat membuang sampah ke TPS resmi untuk mengurangi penumpukan di pinggir jalan.

“Dalam waktu dekat, kami akan menggandeng pihak swasta untuk membantu pengangkutan sampah ke TPA Telaga Punggur,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Eka Surianto menyebut di kawasan tersebut tidak ada tempat pembuangan sampah (TPS) dan petugas selalu rutin mengangkutnya.

“Itu TPA liar,” singkat Eka melalui pesan WhatsApp secara terpisah. 

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan jalan mulai terasa dari simpang Polsek Batuaji hingga Pelabuhan Sagulung. Hampir tidak ada ruas jalan yang mulus di kawasan ini; aspal yang terkelupas dan lubang-lubang besar menjadi pemandangan sehari-hari bagi pengendara.

Simpang menuju kawasan industri di sepanjang jalan ini juga berada dalam kondisi memprihatinkan. Keadaan semakin diperburuk oleh tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang jalan.

Aroma tak sedap dari sampah yang tidak diangkut menambah ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. Beberapa warga mengeluhkan bahwa tumpukan sampah ini sudah lama dibiarkan tanpa penanganan dari pihak terkait.

Cek berita artikel lainnya di Google News

Penulis:Rega|Editor:Miezon

Berita Terkait

Polda Kepri Tangkap 4 Pengedar Narkoba, Sita 200 Gram Sabu dan 5 Kg Ganja di Batam
Relawan dan Pekerja Dapur MBG Batam Deklarasikan Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis
OJK Kepri Dorong Warga Batam Lebih Bijak Berutang dan Waspada Penipuan Digital
Dugaan Persoalan Administrasi KB Djuwita Prakarsa Dibahas dalam RDPU DPRD Batam
Antisipasi Aksi “Rayap Besi”, Polresta Barelang Pimpin Patroli Gabungan Lintas Instansi
Kisah Sharifah Nur Nafisya, Siswi MTsN 1 Batam yang Tak Pernah Juara Akademik Kini Menjadi Juara 1 WCR 2026
Hampir Seluruh Warga Kepri Terlindungi JKN, Kepesertaan Tembus 97,53 Persen
Pemilik Toko Material, Rika: Tagihan Material Proyek Pulau Kasu Sudah Lunas Sejak Mei 2026

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:54 WIB

Polda Kepri Tangkap 4 Pengedar Narkoba, Sita 200 Gram Sabu dan 5 Kg Ganja di Batam

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:32 WIB

Relawan dan Pekerja Dapur MBG Batam Deklarasikan Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:43 WIB

OJK Kepri Dorong Warga Batam Lebih Bijak Berutang dan Waspada Penipuan Digital

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:37 WIB

Dugaan Persoalan Administrasi KB Djuwita Prakarsa Dibahas dalam RDPU DPRD Batam

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:05 WIB

Antisipasi Aksi “Rayap Besi”, Polresta Barelang Pimpin Patroli Gabungan Lintas Instansi

Berita Terbaru

General Manager MaxOne Hotel Batam, Dian,  saat Media Gathering di 1.1 Dining & Lounge Restaurant MaxOne Batam bersama wartawan, Jumat (19/6/2026). Foto:Rega/matapedia

Kuliner Wisata

MaxOne Batam Hotel Bidik Pasar Kuliner dan Small Meeting

Jumat, 19 Jun 2026 - 21:48 WIB