MATAPEDIA6.com, BATAM — Kepengurusan Badan Musyawarah Keluarga Jambi (BMKJ) Kepulauan Riau periode 2026–2030 mulai bekerja. Ketua Umum BMKJ Nasional, Syafril Nursal, melantik langsung jajaran pengurus di Hotel Golden View, Minggu (12/4/2026) siang.
Ketua BMKJ Kepri, Budi Dermawan, langsung menegaskan arah gerak organisasi: memperkuat kebersamaan dan merawat kekompakan warga Jambi di perantauan. Ia menyebut jumlah warga Jambi di Batam mencapai sekitar 30 ribu jiwa—potensi besar yang butuh pengelolaan solid.
“Menyatukan itu tidak mudah. Banyak latar belakang suku—Melayu, Banjar, Bugis, Jawa—semua harus dirangkul,” ujarnya.

Budi mengibaratkan BMKJ sebagai kapal besar yang harus dikemudikan dengan kolaborasi. Ia mendorong seluruh pengurus bekerja cepat agar kehadiran organisasi benar-benar dirasakan anggota.
“Kita ingin semua anggota terlayani dengan baik,” katanya.
Di hadapan pengurus baru, Syafril Nursal memaparkan lima fungsi utama BMKJ: pemersatu, koordinator, sosial, strategis, dan kontrol sosial.
Sebagai pemersatu, BMKJ diminta merangkul warga dari 11 kabupaten/kota di Jambi yang tersebar di Kepri. Fungsi koordinasi dijalankan dengan menghubungkan organisasi di tingkat kabupaten dan kota. Peran sosial diperkuat lewat kepedulian terhadap warga perantauan, baik saat menghadapi kesulitan maupun kegiatan kemasyarakatan.
“Kalau ada warga menikah atau punya hajatan, diharapkan saling hadir dan membantu,” tegasnya.
Ia juga menekankan peran strategis BMKJ. Warga Jambi di perantauan diharapkan tetap berkontribusi untuk daerah asal, sekaligus mendukung pembangunan di Kepulauan Riau.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujarnya.
Baca juga:Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi Ditindak, Wakil Kepala BP Batam Turun Tangan
Fungsi kontrol sosial juga tak kalah penting. BMKJ diminta menghadirkan kritik yang membangun, bukan destruktif.
Sebagai langkah awal, pengurus baru diminta segera membentuk struktur organisasi berbasis kabupaten. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat jaringan sekaligus menjadi penghubung antarwarga Jambi di perantauan.
“Ini jadi jangkar—menghubungkan orang Kerinci, Bungo, Batanghari, Tanjung Jabung, dan lainnya,” jelasnya.
Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, perwakilan Pemerintah Kota Batam, anggota DPRD, serta sejumlah tokoh masyarakat.
BMKJ sendiri telah berkembang di berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Riau, Kepri, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, hingga mancanegara seperti Malaysia—menunjukkan kuatnya jejaring diaspora Jambi.
Baca juga:Cegah Lonjakan Harga BBM, Li Claudia Chandra Konsolidasikan Pelaku Usaha, Pertamina, dan PLN
Editor:Zalfirega


















