Polisi Ungkap Sosok Pelaku Ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta, 55 Siswa Jadi Korban

Jumat, 7 November 2025 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan atas pengungkapan terduga pelaku peledakan di masjid SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Matapedia6.com/Istimewa

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan atas pengungkapan terduga pelaku peledakan di masjid SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Matapedia6.com/Istimewa

MATAPEDIA6.com, JAKARTA – Ledakan hebat yang mengguncang Masjid SMAN 72, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara menyebabkan sebanyak 55 siswa dan tenaga pendidik menjadi korban luka, sebagian di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, Jumat (7/11/2025).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.15 WIB, tepat saat khotbah Jumat berlangsung. Suara ledakan terdengar keras dari arah masjid sekolah, membuat para jemaah panik dan berhamburan keluar.

“Saya perkirakan 10-15 orang langsung kena dampak ledakan itu. Saya yang waktu itu baru selesai wudhu langsung lari menyelamatkan diri,” ujar Jhoni, pengelola kantin sekolah yang menjadi saksi mata.

Tak lama berselang, Tim Penjinak Bom (Gegana) Polda Metro Jaya diterjunkan ke lokasi untuk mensterilkan area dan menelusuri sumber ledakan.

Petugas bersenjata juga berjaga di sekitar sekolah, sementara sejumlah siswa masih berada di dalam area kampus.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab ledakan dan memastikan tidak ada potensi ledakan susulan.

Baca juga: Bea Cukai Batam Bongkar Penyelundupan Limbah B3 Jaringan Internasional di Pelabuhan Batuampar

“Lokasi masih kita sisir bersama tim Gegana. Kita belum bisa pastikan sumber ledakan dari mana. Menurut laporan awal, dua korban sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Budi.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami motif pelaku serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dugaan sementara, aksi FN dipicu oleh rasa sakit hati akibat perundungan (bullying) yang dialaminya selama bersekolah.

“Kita masih dalami motif dan asal bahan peledak. Semua kemungkinan terbuka,” kata Kombes Pol Budi Hermanto.

Situasi di SMAN 72 Jakarta kini sudah terkendali. Polisi memasang garis kuning di area masjid dan kantin tempat dugaan peledakan terjadi.

Sementara itu, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta sempat menerima laporan ledakan diduga bersumber dari speaker yang ada di dalam masjid.

Dua unit mobil damkar dengan sepuluh personel dikerahkan untuk mengamankan lokasi.

Namun, perkembangan penyelidikan mengarah pada dugaan kuat ledakan berasal dari bahan peledak rakitan yang sengaja diletakkan di beberapa titik sekolah.

Dalam waktu beberapa jam setelah kejadian, penyelidikan polisi berhasil mengarah kepada FN, siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta, yang diduga sebagai pelaku perakitan dan pemasangan bom.

Baca juga: Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Satwa Langka Lewat Jalur Ekspedisi

Informasi ini diperoleh dari keterangan seorang saksi mata berinisial Z, yang juga merupakan teman sekolah FN.

“FN itu sering dibully. Dia selalu sendirian, jarang bergaul, dan kelihatannya pendiam banget. Dengar-dengar dia sempat ngomong mau balas dendam,” ungkap Z.

Menurut kesaksian Z, FN diduga merakit bom sendiri dan menempatkannya di tiga lokasi berbeda di sekolah, yakni musala, kantin, dan area tempat nongkrong siswa.

“Katanya dia pakai timer. Saat ledakan terjadi, saya di teras musala. Tiba-tiba ledakan besar terdengar. Banyak teman saya luka-luka, ada yang gosong, ada juga yang matanya kena serpihan,” kata Z dengan suara bergetar.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langsung menjenguk para korban di RS Islam Cempaka Putih. Ia memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Ada 55 korban yang terdata. Semua akan ditanggung pemerintah sampai tuntas. Beberapa korban dalam keadaan sadar, tapi ada satu yang harus dioperasi,” ujar Pramono.

Baca juga: Update Kontainer Limbah B3: 74 Unit Diduga Berisi Bahan Berbahaya Masuk Batam

Selain di RS Islam Cempaka Putih, korban juga dirawat di RS Yarsi dan Puskesmas Kelapa Gading.

Kronologi Singkat Ledakan SMAN 72 Jakarta

  1. Pukul 12.09 WIB: Ledakan terjadi di masjid sekolah saat khotbah Jumat.
  2. Korban: 55 orang, mayoritas siswa SMAN 72.
  3. Tim Gegana: Turun ke lokasi untuk sterilisasi area.
  4. Sumber ledakan: Diduga bom rakitan, awalnya dikira berasal dari speaker.
  5. Terduga pelaku: FN, siswa kelas XII, diduga merakit dan memasang bom di tiga titik sekolah.
  6. Motif awal: Diduga akibat dendam karena perundungan.

Pasca kejadian, aktivitas belajar di SMAN 72 Jakarta untuk sementara dihentikan. Pemerintah DKI meminta seluruh pihak tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.

Sumber: detik/Tribunnews/kumparan

Berita Terkait

Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK
OJK Pastikan Operasional BEI Tetap Stabil, Tunjuk Plt Dirut Usai Iman Rachman Mundur
OJK Perkuat Transparansi dan Integritas Pasar Modal, Penuhi Standar MSCI
OJK Tuntaskan Penyidikan Pindar PT Crowde, Direktur Utama Resmi Diserahkan ke Jaksa
KSSK: Sistem Keuangan Nasional Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global
OJK Cabut Izin Usaha PT Varia Intra Finance
Telkom Gandeng Mitra Global, Pacu Transformasi Digital Bank Pembangunan Daerah
OJK Serahkan Dua Pengurus Investree ke Jaksa, Kasus Penghimpunan Dana Ilegal Masuk Tahap Penuntutan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:06 WIB

Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:04 WIB

OJK Pastikan Operasional BEI Tetap Stabil, Tunjuk Plt Dirut Usai Iman Rachman Mundur

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:38 WIB

OJK Perkuat Transparansi dan Integritas Pasar Modal, Penuhi Standar MSCI

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:18 WIB

OJK Tuntaskan Penyidikan Pindar PT Crowde, Direktur Utama Resmi Diserahkan ke Jaksa

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:15 WIB

KSSK: Sistem Keuangan Nasional Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

Berita Terbaru