Ratusan Warga Tanjunguncang Desak Pertanggungjawaban PT Yin Baa Steel atas Kematian Petugas Keamanan

Rabu, 1 April 2026 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga Tanjunguncang saat unjukrasa di depan PT Yin Baa Steel, kawasan industri Sempurna Wahyu Metalindo, Rabu (1/4/2026). Matapedia6.com/Istimewa

Ratusan warga Tanjunguncang saat unjukrasa di depan PT Yin Baa Steel, kawasan industri Sempurna Wahyu Metalindo, Rabu (1/4/2026). Matapedia6.com/Istimewa

64 / 100 Skor SEO

MARAPEDIA6.com, BATAM – Ratusan warga Tanjunguncang yang tergabung dalam keluarga besar suku Alor menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Yin Baa Steel, kawasan industri Sempurna Wahyu Metalindo, Rabu (1/4/2026).

Aksi ini merupakan bentuk desakan agar perusahaan menunjukkan tanggung jawab dan keterbukaan atas meninggalnya seorang petugas keamanan berinisial AR (59) yang wafat di lingkungan kerja pada 7 Februari 2026.

Sejak pagi hari, sekitar 200 peserta aksi telah berkumpul di Sei Binti sebelum bergerak menuju lokasi perusahaan dengan pengawalan aparat kepolisian.

Massa membawa berbagai atribut demonstrasi, seperti spanduk, poster tuntutan, sound system, serta satu lori komando yang digunakan untuk menyampaikan orasi.

Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan keluarga korban yang menilai perusahaan tidak transparan dan tidak menunjukkan empati sejak insiden terjadi.

Baca Juga: Kapolresta Barelang Turun Gunung, Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Tanjunguncang

Selama hampir dua bulan sejak kematian AR, keluarga mengaku belum pernah ditemui langsung oleh pihak manajemen perusahaan.

Dalam upaya mencari solusi, mediasi kembali digelar di ruang pertemuan PT Yin Baa Steel. Pertemuan ini dihadiri perwakilan massa, penasihat hukum kedua belah pihak, manajemen perusahaan, aparat kepolisian, serta perwakilan kawasan industri. Namun, untuk ketiga kalinya, mediasi berakhir tanpa kesepakatan.

Tokoh masyarakat Alor sekaligus penasihat hukum keluarga, Edward Kamaleng, menegaskan bahwa kebuntuan terjadi karena perusahaan dinilai tidak memberikan penjelasan yang jelas terkait penyebab kematian korban.

“Sudah tiga kali mediasi dilakukan, tetapi tidak ada titik terang. Perusahaan juga tidak pernah menemui keluarga secara langsung untuk memberikan penjelasan,” ujarnya di sela-sela aksi.

Pihak perusahaan melalui direktur Gherry menyatakan bahwa korban tidak meninggal akibat kecelakaan kerja, melainkan karena sakit.

Pernyataan ini justru memicu ketegangan dalam forum mediasi karena keluarga menilai perusahaan berupaya menghindari tanggung jawab atas kejadian yang terjadi di area kerja mereka.

Perdebatan semakin memanas ketika perusahaan hanya menawarkan santunan sebesar Rp30 juta, setara enam bulan gaji korban.

Baca juga: Tak Diterima Jadi Karyawan, Puluhan Warga Datangi PT MSUN Tanjunguncang Batam

Tawaran tersebut langsung ditolak keluarga karena dianggap tidak mencerminkan tanggung jawab moral maupun hukum perusahaan terhadap pekerja yang meninggal saat bertugas.

Koordinator aksi, Rahman, menegaskan bahwa masyarakat akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan keadilan bagi keluarga korban.

Ia bahkan menyatakan massa siap membawa persoalan ini ke DPRD Kota Batam, Pemerintah Kota Batam, hingga BP Batam apabila perusahaan tetap tidak menunjukkan itikad baik.

“Kami tidak akan berhenti sampai perusahaan bertanggung jawab secara terbuka. Jika tidak ada penyelesaian, kami akan membawa persoalan ini ke lembaga pemerintah dan meminta izin perusahaan dievaluasi,” tegas Rahman.

Aksi solidaritas ini juga mendapat dukungan dari mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur (HIMIT) Kota Batam serta mahasiswa Universitas Riau Kepulauan.

Mereka hadir membawa ratusan poster kritik dan mengenakan pita hitam sebagai simbol duka dan solidaritas terhadap keluarga korban.

Baca juga: Kapal Tanker Terbakar di PT ASL Tanjunguncang

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Polresta Barelang menurunkan puluhan personel guna mengamankan jalannya aksi.

Kepolisian juga berjanji akan kembali memfasilitasi mediasi lanjutan dalam dua hari ke depan, dengan harapan perusahaan dapat memberikan penjelasan yang lebih transparan serta solusi yang adil bagi keluarga korban.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Modus THR Palsu Terbongkar: Polisi Ringkus Pelaku Penipuan Rp112 Juta di Hotel Baloi
Kejari Batam Terima Tahap II Kasus Pembunuhan Dwi Putri, Empat Tersangka Siap Disidangkan
Polisi Gagalkan Percobaan Bunuh Diri Wanita di Jembatan 1 Barelang
Pelaku Pencurian Kabel Listrik Berkeliaran di Batam Kota, Lampu Jalan Jadi Sasaran
OJK dan Bareskrim Tangkap Tersangka Kasus Perbankan di BPR DCN Malang
Siswi SD di Batam Bawa Motor Warga Mansang, Polisi: Sudah Berdamai
Warga Kaveling Melati Jadi Korban Pengeroyokan di Jalan Dapur 12 Saat Pulang Lebaran
Jual Motor Curian Tengah Malam, Dua Pemuda Sagulung Disergap Polisi

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 22:25 WIB

Ratusan Warga Tanjunguncang Desak Pertanggungjawaban PT Yin Baa Steel atas Kematian Petugas Keamanan

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:37 WIB

Modus THR Palsu Terbongkar: Polisi Ringkus Pelaku Penipuan Rp112 Juta di Hotel Baloi

Senin, 30 Maret 2026 - 20:01 WIB

Kejari Batam Terima Tahap II Kasus Pembunuhan Dwi Putri, Empat Tersangka Siap Disidangkan

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:41 WIB

Polisi Gagalkan Percobaan Bunuh Diri Wanita di Jembatan 1 Barelang

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:25 WIB

Pelaku Pencurian Kabel Listrik Berkeliaran di Batam Kota, Lampu Jalan Jadi Sasaran

Berita Terbaru