MATAPEDIA6.com, BATAM-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, memaksimalkan momentum Ramadan dengan menggulirkan pembinaan keagamaan khusus bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menegaskan pihaknya tidak sekadar menjalankan rutinitas ibadah, tetapi mendorong peningkatan kualitas spiritual para WBP.
“Kami gelar shalat tarawih berjamaah, tadarus Al Quran, doa dan zikir bersama menjelang berbuka. Ada juga lomba hafalan serta program one day one juz untuk memacu semangat mereka,” ujar Fajar di Batam baru baru ini pada wartawan.
Tak hanya itu, Rutan Batam juga membuka layanan penitipan makanan khusus selama Ramadhan. Keluarga dapat mengirimkan takjil atau menu favorit untuk mengobati rindu suasana rumah.
Petugas menjadwalkan layanan tersebut setiap Senin hingga Jumat, pukul 15.30–17.30 WIB, dengan pengawasan ketat demi menjaga keamanan.
Baca juga:Pengesahan Ranperda Adminduk Tertahan di Provinsi, DPRD Batam Setel Ulang Target Maret 2026
Fajar menjelaskan, aktivitas harian WBP tetap berjalan seperti biasa. Namun, pihaknya menambah porsi pembinaan keagamaan pada malam hari dan menjelang berbuka.
Untuk memperkuat materi, Rutan Batam menggandeng Kementerian Agama melalui perkumpulan mubaligh Kota Batam. Para mubaligh memberikan pembelajaran fiqih, tajwid, hingga hafalan Al Quran.
“Kami ingin pembinaan ini membekali mereka, bukan hanya selama Ramadhan, tetapi juga saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Saat ini Rutan Batam menampung 1.034 WBP, terdiri atas 564 narapidana dan 470 tahanan. Dari jumlah tersebut, 84,9 persen beragama Islam dan 15,1 persen non-Muslim.
Keterbatasan daya tampung masjid membuat petugas menerapkan sistem bergiliran untuk shalat tarawih. Rutan menyusun jadwal agar seluruh WBP tetap bisa beribadah dengan tertib dan aman.
Tadarus Al Quran pun diseleksi. Petugas hanya mengikutsertakan 10 WBP yang telah lancar membaca Al Quran dan memenuhi syarat administrasi, termasuk lolos sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).
Ramadan kali ini tak hanya menghadirkan suasana religius di balik jeruji, tetapi juga menjadi ruang pembinaan serius untuk membentuk pribadi yang lebih siap kembali ke masyarakat.
Baca juga:Empat Hari Pencarian, Korban Lompat dari Jembatan 3 Barelang Ditemukan Tewas
Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon



















