Kapal Motor Arsyi Ditangkap Bea Cukai di Perairan Nipah, Angkut Balpres Tanpa Dokumen Manifes

Sabtu, 2 Maret 2024 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal KM Arsyi yang di tangkap oleh Tim Patroli Bea dan Cukai Kota Batam, Jumat (1/3/2024). Matapedia6.com/Dok Bea Cukai

Kapal KM Arsyi yang di tangkap oleh Tim Patroli Bea dan Cukai Kota Batam, Jumat (1/3/2024). Matapedia6.com/Dok Bea Cukai

MATAPEDIA6.com, BATAM – Puluhan karung barang bekas berupa baju dan sepatu yang dibawa dari luar negeri ke Indonesia ditangkap Unit Patroli Be dan Cukai di perairan Pulau Nipa Belakang Padang Batam, Jumat (1/3/2024) sekitar pukul 15.30WIB.

Puluhan balpres tersebut dibawa kapal kayu, KM Arsyi dan saat ini sudah ditarik ke dermaga pelabuhan Bea Cukai di Tanjunguncang.

“Kapal tersebut sudah kita amankan. Barang bukti sudah dibawa ke gudang Bea Cukai Tanjung Uncang. Saat ini sedang dilakukan pendalaman,” ujar kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia, Sabtu (2/3/2024).

Untuk jumlah barang bukti, Evi belum dapat merinci karena masih dalam penyidikan.

“Baru ditangkap belum lagi 1×24 jam. Nanti akan kami sampaikan lagi perkembangannya,” katanya

Secara singkat Evi menjelaskan penangkapan itu bermula dari informasi unit intelijen Kantor Pusat Bea Cukai akan ada kegiatan pemuatan barang yang diduga karung balpres berjenis kain dan sepatu yang akan memasuki perairan Batam.

Menindaklanjuti informasi tersebut Bea Cukai Batam langsung melakukan pemantauan dilokasi.

Dan sekitar pukul 15.30 WIB kapal target memasuki perairan Nipah. Seluruh tim bergegas mengejar kapal dan berhasil melakukan pemeriksaan pada pukul 16.30 WIB di perairan Batam.

“Dari hasil pemeriksaan kapal KM. Arsyi II dinahkodai oleh A dengan muatan karung balpres berjenis kain dan sepatu tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan dilakukan penegahan dan disandarkan di dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang,” kata Evi.

Terhadap pelaku dijerat Pasal 102 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Ruko di Harbour Bay Dibobol, Kamera, Laptop hingga Drone Raib: Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun
Miris! Bayi di Bengkong Batam Tewas Dicekik dan Dibanting Pengasuh
Polisi Tangkap Suami Siri Korban Pembunuhan yang Mayatnya Ditemukan Membusuk di Hutan Sekupang
Motor Raib Saat Salat hingga Tidur: Polsek Sagulung Ringkus Pelaku, 17 Motor Diamankan
Terdakwa Kasus Kematian Calon LC di Batam Akui Menyesal, Keluarga Siap Besarkan Anak Korban
Kapal MV Ocean Porter Berbendera Tanzania Bawa 2,6 Ton Sabu Cair Dicegat Tim Gabungan di Bengkalis
Tuntutan Dju Seng Ditunda untuk Keempat Kalinya, Ini Alasannya
Carolein Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara di Kasus Gelapkan Mobil Rental 

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 17:43 WIB

Ruko di Harbour Bay Dibobol, Kamera, Laptop hingga Drone Raib: Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Miris! Bayi di Bengkong Batam Tewas Dicekik dan Dibanting Pengasuh

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Polisi Tangkap Suami Siri Korban Pembunuhan yang Mayatnya Ditemukan Membusuk di Hutan Sekupang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Motor Raib Saat Salat hingga Tidur: Polsek Sagulung Ringkus Pelaku, 17 Motor Diamankan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:50 WIB

Terdakwa Kasus Kematian Calon LC di Batam Akui Menyesal, Keluarga Siap Besarkan Anak Korban

Berita Terbaru