MATAPEDIA6.com, BATAM – Suasana hujan yang mengguyur Kota Batam pada Senin (22/6/2026) pagi berubah menjadi duka bagi sebuah keluarga di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar.
Seorang bocah laki-laki berusia dua tahun bernama Ibas dilaporkan hanyut terbawa arus deras drainase setelah terpeleset saat bermain hujan di depan rumahnya.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di lingkungan RT 04/RW 12 Tanjung Sengkuang.
Saat kejadian, korban diketahui sedang bermain bersama dua kakaknya di depan rumah ketika hujan deras menyebabkan debit air di saluran drainase meningkat secara signifikan.
Berdasarkan keterangan warga, Ibas diduga terpeleset dan langsung terseret arus deras menuju saluran drainase yang terhubung dengan gorong-gorong besar di sekitar Pelabuhan Rakyat Tanjung Sengkuang.
Ketua RW 12 Tanjung Sengkuang, Mahdi, mengatakan kakak korban yang melihat kejadian tersebut segera berlari memberi tahu sang ibu.
Baca juga: KSOP Batam Evakuasi 9 Awak MV Golden Star 1 yang Tenggelam di Selat Singapura
“Ketika melihat adiknya terbawa arus, kakaknya langsung berlari memanggil ibunya. Sang ibu kemudian berusaha mencari dan menyusuri saluran drainase, tetapi arus air saat itu sangat deras,” ujar Mahdi.
Menurutnya, kondisi geografis lokasi turut memperparah situasi. Rumah korban berada di area yang lebih tinggi, sementara saluran drainase menurun menuju drainase induk sehingga aliran air bergerak sangat cepat.
“Posisi rumah berada di atas, sedangkan drainase menurun ke bawah. Saat hujan deras, arus air menjadi sangat kuat sehingga korban dengan cepat terbawa hingga masuk ke saluran drainase yang lebih besar,” jelasnya.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak melakukan pencarian secara mandiri.
Mereka menyisir sepanjang saluran air hingga ke drainase induk selama kurang lebih satu setengah jam. Namun upaya itu belum membuahkan hasil.
Baca juga: Tragedi Laut di Perairan Setokok, Speedboat Tenggelam 6 Selamat dan 7 Masih Hilang
“Kami bersama warga sudah mencari sepanjang saluran hingga ke drainase induk, tetapi korban belum ditemukan. Karena kondisi air masih deras dan bertepatan dengan pasang laut, pencarian cukup sulit dilakukan,” katanya.
Melihat situasi tersebut, warga kemudian meminta bantuan tim gabungan untuk melakukan pencarian lebih lanjut.
Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Batam sekitar pukul 10.55 WIB. Tak lama berselang, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi.
Komandan Pos SAR Batam, Dedius Febrianto Sembiring, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel dan peralatan setelah menerima informasi dari masyarakat.
“Setelah menerima laporan, kami langsung mengerahkan anggota ke lokasi untuk membantu proses pencarian korban,” ujar Dedius.
Sebanyak enam personel rescue diterjunkan menggunakan Rescue Car Type II dengan membawa satu unit perahu karet. Berbagai peralatan pendukung juga dikerahkan, mulai dari Rubber Boat, AquaEye untuk membantu pendeteksian korban di dalam air, perangkat komunikasi, responder bag hingga perlengkapan evakuasi lainnya.
Baca juga: Nelayan Dapur 12 Sagulung Tewas Tenggelam Saat Hendak Cari Ikan di Laut
Lokasi kejadian berada di sekitar Pelabuhan Pendi, Tanjung Sengkuang, dengan jarak sekitar 22 kilometer dari Pos SAR Batam.
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala. Hujan yang masih turun menyebabkan debit air tetap tinggi, sementara kondisi air drainase yang keruh membatasi jarak pandang petugas saat melakukan penyisiran.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI AL, serta masyarakat setempat masih terus melakukan pencarian di sepanjang aliran drainase hingga area muara yang diduga menjadi jalur terbawa nya korban.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega















