Sehari, Dua Penindakan: Bea Cukai Batam Gempur Penyelundupan Narkoba dan Miras Ilegal

Kamis, 30 Oktober 2025 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku diamankan petugas Bea Cukai. Foto:Istimewa

Pelaku diamankan petugas Bea Cukai. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM — Bea Cukai Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan dua aksi penyelundupan berbeda jalur dalam sehari pada Rabu (29/10/2025).

Penindakan pertama narkotika asal Malaysia seberat 475 gram di Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan minuman beralkohol tanpa pita cukai di fasilitas kargo Global Logistik Bersama.

Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah menyebutkan, operasi pertama mengguncang terminal kedatangan internasional. Tim K-9 Bea Cukai Batam mencium gelagat mencurigakan dari penumpang MM (46) yang baru tiba dengan kapal MV. Citra Legacy 5 dari Stulang Laut, Malaysia.

“Anjing pelacak Oriel memberi sinyal kuat, mendorong pemeriksaan mendalam. Hasilnya mengejutkan: dari rontgen abdomen di rumah sakit, petugas menemukan 10 bungkus narkotika disembunyikan di dubur pelaku — terdiri dari sabu, ekstasi, dan cairan vape berisi zat etomidate,” ujarnya melalui Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan Layanan Informasi Evi Octavia dikutip dalam keterangannya, Kamis (30/10/2025).

Baca juga:Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Satwa Langka Lewat Jalur Ekspedisi

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap MM mengaku bertindak sebagai kurir atas perintah jaringan Malaysia, dijanjikan upah Rp45 juta untuk sembilan paket yang akan dibawa ke Lombok.

Aksi nekatnya gagal setelah sempat mencoba kabur dari rumah sakit sebelum ditangkap kembali di kawasan Simpang Laluan Madani.

“Barang bukti dan pelaku kini diserahkan ke Ditresnarkoba Polda Kepri. Dari kalkulasi Bea Cukai, penyelundupan ini berpotensi menyelamatkan 2.375 jiwa dari bahaya narkoba dan menghemat Rp3,8 miliar biaya rehabilitasi,” ujarnya.

Tak berselang lama, pengawasan berlanjut di jalur logistik domestik. Sebuah paket mencurigakan dari Gunung Sitoli, Sumatera Utara menuju Batam menarik perhatian petugas perusahaan jasa titipan.

Dokumen pengiriman tertulis “Aksesoris Pengantin”, namun hasil X-Ray memperlihatkan puluhan botol cairan mencurigakan.

Pemeriksaan fisik mengungkap 96 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) tanpa pita cukai. Barang langsung disegel dan diselidiki lebih lanjut.

“Kami tidak memberi ruang bagi penyelundupan dalam bentuk apa pun. Pengawasan kami jalankan ketat di seluruh jalur masuk Batam — laut, penumpang, maupun barang kiriman,” tegas dia.

“Setiap pelanggaran yang merugikan negara dan membahayakan masyarakat akan kami tindak tegas.” tambah dia lagi.

Momentum menjelang Hari Oeang ke-79 menjadi pengingat pentingnya integritas fiskal dan ketegasan aparat di garis depan perdagangan lintas batas.

Bea Cukai Batam menegaskan komitmen untuk memperkuat pengawasan dan menggandeng masyarakat dalam melaporkan indikasi pelanggaran.

Baca juga:Update Kontainer Limbah B3: 74 Unit Diduga Berisi Bahan Berbahaya Masuk Batam

Editor:Zalfirega

 

 

Berita Terkait

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat
Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran
Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual
Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik
WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026
DPRD dan Pemko Batam Sepakati Perda Adminduk, Dorong Layanan Terintegrasi dan Digital
Ranperda PSU Perumahan Ditunda, DPRD DPRD Kota Batam Butuh Pembahasan Lebih Matang

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:20 WIB

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:35 WIB

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:17 WIB

Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:16 WIB

Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35 WIB

WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran

Berita Terbaru