Satlantas Polresta Barelang Bersama Pemko Batam Luncurkan Kurikulum Pendidikan Lalu Lintas di SD–SMP

Rabu, 17 Desember 2025 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Satlantas Polresta Barelang bersama Pemerintah Kota Batam Lounching Kurikulum pendidikan lalu lintas untuk tingkat SDN dan SMPN di Kota Batam, Rabu (17/12/2025). Matapedia6.com/Luci

Satlantas Polresta Barelang bersama Pemerintah Kota Batam Lounching Kurikulum pendidikan lalu lintas untuk tingkat SDN dan SMPN di Kota Batam, Rabu (17/12/2025). Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Satlantas Polresta Barelang bersama Pemerintah Kota lounching Kurikulum dan Buku Pendidikan Lalu Lintas untuk tingkat SD dan SMP, di Ballroom Hotel Harris Batam Center, Selasa (17/12/2025)

Program ini menjadi langkah strategis menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Batam, di mana pelajar tercatat sebagai kelompok korban terbanyak dengan persentase mencapai 5,2 persen berdasarkan data tahun 2025.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengungkapkan tren kecelakaan lalu lintas di Batam terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

“Pada 2023 tercatat 800 kasus, meningkat menjadi 917 kasus pada 2024, dan hingga Desember 2025 mencapai 979 kasus,” jelasnya.

Meski demikian, angka korban meninggal dunia justru mengalami penurunan signifikan. “Pada 2023 korban meninggal 96 jiwa, 2024 turun menjadi 78 jiwa, dan tahun ini hanya 32 jiwa. Artinya, terjadi penurunan fatalitas hingga 59 persen,” ujar Afiditya.

Penurunan tersebut, merupakan hasil sinergi lintas sektor antara Polresta Barelang, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, dan BP Batam.

Baca juga: Cegah Balap Liar, Satlantas Polresta Barelang Intensifkan Patroli Malam di Titik Rawan

Kolaborasi itu diwujudkan melalui pemasangan rambu lalu lintas, penanganan titik rawan kecelakaan, pemisahan jalur kendaraan, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

Peluncuran kurikulum ini memiliki lima tujuan utama, yakni mensosialisasikan kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik Batam, menjadikannya sarana edukasi pelajar, menciptakan media pembelajaran kreatif, memperkuat sinergitas antarinstansi, serta menekan angka kecelakaan dan fatalitas, khususnya di kalangan pelajar.

Sebelum resmi diluncurkan, Polresta Barelang telah melakukan sejumlah tahapan persiapan. Mulai dari rapat koordinasi dengan Pemko Batam, penyusunan silabus dan kurikulum, hingga pelaksanaan Training of Trainers (ToT) bagi guru PPKn.

Selain itu, juga telah disiapkan draf MoU, pencetakan 2.500 buku ajar siswa, 250 buku silabus, dan 250 buku panduan guru, serta pemasangan fasilitas pendukung di 30 sekolah percontohan yang akan dilanjutkan secara bertahap.

Sementara mengenai program tersebut Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan program ini bukan sekadar mengajarkan aturan lalu lintas, melainkan bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah mentransformasi sistem nilai kepada anak-anak kita. Dengan silabus yang sistematis, kita berharap nilai keselamatan berlalu lintas terinternalisasi, menjadi kebiasaan, dan akhirnya membentuk karakter,” ujarnya.

Amsakar juga menyoroti fenomena ironi masyarakat Indonesia yang cenderung disiplin saat berada di luar negeri, namun kurang konsisten di dalam negeri.

Baca juga: Satu Unit Rumah Warga di Belakang Padang Roboh Dihantam Gelombang Tinggi

“Ini karena proses penanaman nilai sejak usia dini belum berjalan konsisten. Maka peran kepala sekolah dan guru sangat penting agar program ini benar-benar diimplementasikan, bukan hanya seremonial,” tegasnya.

Di tempat yang sama Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin turut menyampaikan refleksi pribadi saat menempuh pendidikan di Belanda pada 1997.

Asep mengatakan peluncuran kurikulum ini menjadi jawaban atas cita-citanya selama 25 tahun terakhir.

“Budaya tertib bukan hanya soal lalu lintas, tetapi cerminan peradaban. Batam yang berpotensi menjadi kota internasional harus menyiapkan bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga manusianya,” kata Asep.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Lokakarya Fesmed Selat Malaka Bahas Modus dan Eksploitasi dalam TPPO di Batam
Ribuan Pekerja PT Ghim Li Indonesia Hadapi Ketidakpastian, Pemko Batam Turun Tangan
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka
Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:11 WIB

Lokakarya Fesmed Selat Malaka Bahas Modus dan Eksploitasi dalam TPPO di Batam

Rabu, 16 September 2026 - 21:57 WIB

Ribuan Pekerja PT Ghim Li Indonesia Hadapi Ketidakpastian, Pemko Batam Turun Tangan

Rabu, 16 September 2026 - 10:26 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Berita Terbaru