OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi dan Kewajiban Pelaporan SLIK

Sabtu, 25 April 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar OJK. Foto:Istimewa/matapedia6

Gambar OJK. Foto:Istimewa/matapedia6

68 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan perusahaan asuransi dan reasuransi, sekaligus menunda kewajiban pelaporan dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Kebijakan ini bertujuan menjaga kualitas pelaporan serta memberi ruang penyesuaian bagi pelaku industri.

OJK mengambil langkah ini untuk menjaga kinerja, stabilitas, dan keberlanjutan industri asuransi, reasuransi, dan penjaminan. Regulator juga mendorong penguatan tata kelola serta ketahanan sektor jasa keuangan melalui kebijakan tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun menyampaikan penyesuaian batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan 2025 yang telah diaudit berdasarkan PSAK 117 tentang kontrak asuransi.

OJK memperpanjang tenggat penyampaian laporan keuangan audited bagi perusahaan asuransi umum, asuransi jiwa, dan reasuransi dari 30 April 2026 menjadi 30 Juni 2026.

Langkah ini memberi waktu tambahan bagi industri untuk memastikan implementasi PSAK 117 berjalan konsisten, andal, dan sesuai standar.

Baca juga:Pemko Batam Percepat Sinkronisasi Data Penduduk, Kunci Kebijakan SDM dan Tenaga Kerja

Seiring perpanjangan tersebut, OJK juga menyesuaikan sejumlah kewajiban pelaporan:

  • Menunda pengkinian nilai aset dalam Sistem Informasi Penerimaan OJK (SIPO) hingga laporan audited diterima
  • Menggeser batas laporan publikasi ringkasan laporan keuangan tahunan audited menjadi paling lambat 31 Juli 2026
  • Memperpanjang batas penyampaian Laporan Keberlanjutan hingga 30 Juni 2026

OJK menegaskan akan terus memantau pelaksanaan kebijakan ini agar pelaporan tetap tepat waktu dan sesuai ketentuan.

Selain itu, OJK juga memperpanjang batas waktu kewajiban sebagai pelapor dalam SLIK bagi perusahaan asuransi dan penjaminan.

Kebijakan ini berlaku untuk perusahaan asuransi umum, asuransi umum syariah yang memasarkan produk asuransi kredit dan/atau suretyship, serta perusahaan penjaminan, termasuk yang berbasis syariah.

OJK menggeser batas waktu kewajiban pelaporan SLIK dari semula 31 Juli 2025 menjadi paling lambat 31 Desember 2027, sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 11 Tahun 2024.

Perpanjangan ini dilakukan untuk memperkuat kualitas dan integritas sistem pelaporan, termasuk penyempurnaan mekanisme, kesiapan infrastruktur, serta kualitas data debitur.

OJK meminta perusahaan segera menyesuaikan kerja sama dengan pihak terkait dan memperkuat sistem informasi agar siap menjadi pelapor SLIK secara optimal.

Regulator menegaskan, kebijakan ini bukan bentuk pelonggaran kewajiban, melainkan langkah strategis untuk memastikan implementasi berjalan berkualitas dan berkelanjutan.

OJK juga akan terus mengevaluasi kesiapan industri guna memastikan kepatuhan dan peningkatan kualitas pelaporan.

Baca juga:Pertamina Sesuaikan Harga LPG Non-Subsidi di Batam, Tabung 5,5 Kg Naik Rp17 Ribu

Editor:Redaksi 

Berita Terkait

OJK Dorong Industri Asuransi dan Dana Pensiun Perkuat Bisnis Berkelanjutan hingga 2030
Pendapatan AI Indosat Tembus US$50 Juta, Bidik Dua Kali Lipat hingga Akhir 2026
Satgas PASTI Tindak 330 Aktivitas Keuangan Ilegal, 11 Pergadaian Ditutup
TelkomGroup Siapkan 4 Teknologi Digital, dari AI hingga Marketplace UMKM
OJK Jatuhkan Denda Rp2,52 Triliun kepada Pelanggar Pasar Modal, DSSA-BREN-CUAN Didenda Rp2,1 Triliun
Prabowo Siapkan Pembiayaan Rp400 Triliun pada 2027 untuk Petani hingga UMKM
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Soroti Rendahnya Inklusi
BEI Sesuaikan Batas ARB Saham Murah, Ini Aturan Baru yang Berlaku
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

OJK Dorong Industri Asuransi dan Dana Pensiun Perkuat Bisnis Berkelanjutan hingga 2030

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pendapatan AI Indosat Tembus US$50 Juta, Bidik Dua Kali Lipat hingga Akhir 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas PASTI Tindak 330 Aktivitas Keuangan Ilegal, 11 Pergadaian Ditutup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:07 WIB

TelkomGroup Siapkan 4 Teknologi Digital, dari AI hingga Marketplace UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:06 WIB

OJK Jatuhkan Denda Rp2,52 Triliun kepada Pelanggar Pasar Modal, DSSA-BREN-CUAN Didenda Rp2,1 Triliun

Berita Terbaru

Ketua IKTD Batam H Arlon Versito dn Ketua IKTD Tanjungpinang bersama Kapolda Kepri, Jumat (30/10/2026). Foto:Humas Polda Kepri

News

Kapolda Kepri Ajak IKTD Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Jumat, 30 Okt 2026 - 22:01 WIB