TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena sebagai Tulang Punggung Konektivitas Digital Papua Pegunungan

Senin, 11 Mei 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kehadiran Community Gateway Wamena memperkuat pemerataan akses digital dan mendukung pengembangan ekonomi digital di wilayah Indonesia timur. Foto:Telkom

Kehadiran Community Gateway Wamena memperkuat pemerataan akses digital dan mendukung pengembangan ekonomi digital di wilayah Indonesia timur. Foto:Telkom

72 / 100 Skor SEO

MATAPEDiA6.com, JAYAPURA– PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (8/5/2026).

Langkah ini menandai percepatan pemerataan infrastruktur digital di kawasan timur Indonesia yang selama ini terkendala medan geografis ekstrem.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo memimpin peresmian tersebut, didampingi Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Plt CEO Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi. Sejumlah pejabat pusat dan daerah turut menyaksikan, baik secara langsung maupun virtual dari Wamena.

Angga menegaskan, pemerintah menjadikan pembangunan Community Gateway Wamena sebagai bagian dari prioritas nasional. Ia menilai konektivitas bukan lagi pelengkap, melainkan fondasi utama pertumbuhan.

“Community Gateway Wamena mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis. Infrastruktur ini harus benar-benar dimanfaatkan agar masyarakat Papua Pegunungan terhubung dan ikut bergerak dalam ekonomi digital nasional,” tegasnya.

TelkomGroup memposisikan Community Gateway Wamena sebagai main link atau jalur utama konektivitas di Papua Pegunungan. Berbeda dengan fasilitas di Merauke yang berfungsi sebagai backup link Wamena kini menjadi pusat distribusi konektivitas berbasis satelit di wilayah tersebut.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menekankan bahwa Wamena memegang peran penting sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial. Namun, keterbatasan jaringan terestrial selama ini menghambat akses digital masyarakat.

“TelkomGroup menghadirkan solusi konkret. Kami memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dari transformasi digital, termasuk di pegunungan Papua,” ujar Dian.

Saat ini, kapasitas jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi tinggi. Melalui Community Gateway, TelkomGroup menargetkan peningkatan kapasitas hingga 40 Gbps secara bertahap, sekaligus memperbaiki stabilitas jaringan dan menekan latensi.

Baca juga:Satpolairud Karimun Gagalkan 9,5 Ton Timah Ilegal, Dua Pelaku Dibekuk

Tak hanya memperkuat kapasitas, TelkomGroup juga membuka akses infrastruktur ini bagi operator lain, ISP lokal, dan berbagai institusi. Skema open access tersebut diharapkan mendorong ekosistem digital yang lebih inklusif dan kompetitif di Papua Pegunungan.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai menyebut proyek ini sebagai tonggak penting pembangunan wilayah pegunungan. Ia menilai kehadiran teknologi satelit menjadi solusi nyata untuk menjangkau daerah yang sulit ditembus jaringan konvensional.

Dengan pendekatan berbasis satelit dan penguatan infrastruktur nasional, TelkomGroup tidak hanya meningkatkan kualitas layanan komunikasi, tetapi juga membuka akses ekonomi digital, pendidikan, dan layanan kesehatan di wilayah timur.

“Community Gateway Wamena akan memberi dampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi transformasi digital Indonesia secara menyeluruh,” tutup Dian.

Baca juga:Pansus DPRD Batam Kebut Pembahasan Ranperda LAM, Segera Dibawa ke Paripurna

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Kredit Perbankan Tumbuh 13,65 Persen pada Agustus 2026
OJK Buka Kepemilikan Saham Bursa Efek untuk Investor dan Publik
Gebyar Melayu Pesisir 2026 Bidik Pasar Lebih Luas bagi UMKM Kepri
General Cargo Batu Ampar Tembus 102 Persen Target Tahunan, Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh 8 Persen
OJK Ambil Alih Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Rp2,44 Triliun RKA BP Batam 2027, Infrastruktur dan Investasi Jadi Fokus
Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026
Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:50 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Kredit Perbankan Tumbuh 13,65 Persen pada Agustus 2026

Senin, 21 September 2026 - 13:30 WIB

OJK Buka Kepemilikan Saham Bursa Efek untuk Investor dan Publik

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Gebyar Melayu Pesisir 2026 Bidik Pasar Lebih Luas bagi UMKM Kepri

Sabtu, 19 September 2026 - 11:04 WIB

General Cargo Batu Ampar Tembus 102 Persen Target Tahunan, Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh 8 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 20:05 WIB

OJK Ambil Alih Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027

Berita Terbaru