MATAPEDIA6.com, BATAM – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional 2026 untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak.
Melalui rangkaian edukasi pengelolaan sampah di Medan dan Batam, perusahaan mengajak ratusan siswa belajar menjaga lingkungan sejak usia dini.
Program bertema lingkungan itu menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina sekaligus selaras dengan tema Hari Anak Nasional 2026, “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan.”
Selain memperkenalkan pengelolaan sampah, kegiatan juga mendorong pembentukan karakter melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Di Kota Medan, Pertamina melalui Fuel Terminal Medan menggandeng BKKBN Provinsi Sumatera Utara dan UPTD Pelayanan Sosial Anak Balita Kota Medan.
Sebanyak 58 anak bersama 44 guru pendamping mengikuti edukasi pengelolaan sampah yang dilanjutkan dengan lomba mewarnai bertema lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Sumatera Utara, Agustina Siregar, menilai Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa membangun generasi masa depan merupakan tanggung jawab bersama.
Baca juga:Batam Masuk 5 Besar ADLGA 2026, Pemko Percepat Digitalisasi Layanan Publik Berbasis Data
“Hari Anak Nasional mengingatkan bahwa kasih sayang kepada anak-anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kasih sayang fisik, tetapi juga melalui pengasuhan yang baik, penyediaan ruang aman dari berbagai bentuk kekerasan untuk belajar dan bermain, serta kesempatan mengembangkan potensi terbaiknya,” ujar Agustina dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Sementara itu di Batam, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Aviation Fuel Terminal Hang Nadim bekerja sama dengan Unit Bank Sampah RTOne Berseri menggelar edukasi pengelolaan sampah di SDN 012 Nongsa.
Sebanyak 480 siswa mengikuti pembelajaran mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, sekaligus mengenal konsep Vertikultur Plus.
Program tersebut memanfaatkan sampah organik menjadi kompos untuk mendukung budidaya tanaman di lingkungan sekolah.
Kepala SDN 012 Nongsa, Yusrizal, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.
Menurutnya, para siswa tidak hanya belajar memilah sampah, tetapi juga memahami cara mengolah sampah organik menjadi kompos melalui metode Vertikultur Plus dan eco enzyme.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membangun karakter anak.
“Anak-anak merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, mereka perlu mendapatkan ruang untuk belajar, berkreasi, sekaligus membangun karakter sejak dini,” katanya.
Ia menjelaskan Pertamina ingin menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan agar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Fahrougi menambahkan pembentukan karakter anak membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pemerintah, institusi pendidikan hingga masyarakat.
Melalui program tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan komitmennya menjalankan TJSL yang berfokus pada pembangunan masyarakat.
Inisiatif itu juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui edukasi pengelolaan sampah sejak usia dini.
Baca juga:Pertamina Perketat Monitoring Distribusi BBM, Pasokan di Aceh, Riau, dan Kepri Dipastikan Aman
Editor:Zalfirega










