MATAPEDIA6.com, BATAM- Kilau lampu panggung memantul pada gaun hitam yang dikenakan Dilza Salsabila. Langkahnya tenang menyusuri panggung Madley ID, KSquare Mall, Batam, Minggu (26/7/2026) malam.
Selempang bertuliskan Miss Grand Kepulauan Riau melintang di bahunya, sementara puluhan pasang mata mengikuti setiap geraknya. Tepuk tangan bergema ketika perempuan muda itu berdiri di tengah panggung. Malam itu bukan sekadar seremoni, melainkan awal perjalanan panjang menuju panggung nasional.
Lewat The Grand Press Conference, Dilza memperkenalkan diri sebagai wakil resmi Kepulauan Riau yang akan berlaga pada ajang Miss Grand Indonesia 2026 di Jakarta awal Agustus mendatang.
Di balik gemerlap panggung dan sorot kamera, tersimpan harapan untuk membawa nama Batam dan Kepulauan Riau lebih dikenal di tingkat nasional, bahkan internasional.
“Saya bukan hanya mengejar prestasi pribadi. Saya ingin membawa nama Kepulauan Riau, khususnya Batam, agar semakin dikenal dan berkibar di panggung nasional hingga internasional,” ujar Dilza kepada tamu undangan dan awak media.
Perjalanan menuju panggung nasional bukan kisah yang lahir dalam semalam. Dunia hiburan telah menjadi bagian dari hidup Dilza sejak usia tiga tahun.
Ia mengawali langkah sebagai model cilik sebelum tumbuh menjadi penyanyi profesional. Delapan lagu dirilis bersama label Nagaswara sepanjang 2016 hingga 2021.
Setelah itu, ia menjelajahi dunia digital sebagai kreator konten. Beragam pengalaman tersebut membentuk karakter yang kini ia bawa ke dunia pageant.
Di balik penampilan anggun seorang finalis, tersimpan disiplin yang nyaris tak terlihat publik. Hampir setiap malam, waktunya diisi latihan demi latihan. Catwalk diulang berkali-kali hingga setiap langkah terasa presisi.
Kemampuan berbicara di depan publik diasah agar setiap jawaban lahir dengan percaya diri. Table manner dipelajari, karakter seorang queen dibentuk, sementara ketahanan mental terus ditempa menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Bagi tim penyelenggara, perjalanan itu baru memasuki babak berikutnya.
Baca juga:Sukses Gelar FIBA 3×3 Challenger 2026, Amsakar: Batam Bidik Posisi Pusat Sport Tourism Internasional
Head of Committee Miss Grand Kepri, Rifyal Lamani, mengatakan Dilza terpilih melalui proses audisi daring yang diikuti sejumlah peserta dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.
Seleksi berlangsung ketat hingga akhirnya organisasi menetapkan Dilza sebagai kandidat yang dinilai paling siap mewakili provinsi tersebut.
Target yang dipasang pun tidak tanggung-tanggung. Organisasi berharap wakil Kepri mampu membawa pulang mahkota Miss Grand Indonesia 2026 sekaligus mengamankan tiket menuju ajang Miss Grand International di New Delhi, India.
Di luar panggung kompetisi, pemerintah daerah melihat kehadiran seorang duta kecantikan dari sudut pandang yang lebih luas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menilai ajang seperti Miss Grand memiliki nilai strategis bagi promosi daerah.
Menurut dia, dukungan terhadap kegiatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan pariwisata Kota Batam yang masuk dalam 15 program prioritas pemerintah.
Ia menjelaskan promosi pariwisata tidak dapat bertumpu pada pemerintah semata. Konsep pentahelix menjadi kunci, yakni mempertemukan unsur akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media dalam satu gerak yang sama sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.
“Pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Batam yang berada di atas rata-rata nasional tidak tumbuh begitu saja, melainkan diciptakan bersama. Target kita sederhana, membuat wisatawan datang seramai-ramainya dan tinggal selama mungkin di Batam,” kata Ardiwinata.
Namun, ia mengingatkan satu hal yang tidak boleh hilang ketika seorang wakil daerah tampil di panggung nasional: identitas budaya.
Menurut Ardiwinata, Dilza membawa nama Kepulauan Riau, sehingga setiap penampilan, wawasan, hingga cara berkomunikasi perlu mencerminkan nilai-nilai Melayu yang menjadi akar budaya daerah.
“Karena Dilza mewakili Kepri, penampilan dan wawasannya harus tetap mencerminkan culture serta kearifan lokal daerah kita,” ujarnya.
Malam itu, suasana berubah lebih emosional ketika ayah Dilza naik ke panggung. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa syukur kepada seluruh pihak yang mendampingi perjalanan putrinya hingga dipercaya mewakili Kepulauan Riau.
Di hadapan tamu undangan, ia menitipkan pesan sederhana yang terdengar lebih berat daripada mahkota yang sedang diperjuangkan.
“Selamat untuk Dilza. Ini adalah titipan dan amanah terbesar. Pesan Ayah, selalu jadi diri sendiri dan jangan pernah lupakan tanah kelahiranmu, Kepri,” ucapnya.
Bagi Dilza, pesan itu menjadi pengingat bahwa kompetisi kecantikan bukan semata tentang penampilan.
Setiap langkah di atas panggung membawa nama keluarga, kota, dan provinsi yang membesarkannya.
Beberapa hari lagi, ia akan meninggalkan Batam menuju Jakarta. Panggung yang lebih besar telah menunggu.
Persaingan akan jauh lebih ketat. Sorotan kamera akan lebih terang. Namun, perempuan yang tumbuh dari dunia model, musik, hingga media digital itu memahami bahwa kemenangan tidak hanya diukur dari mahkota yang dikenakan, melainkan dari seberapa jauh ia mampu memperkenalkan Kepulauan Riau kepada Indonesia.
Dengan senyum yang tetap mengembang di akhir acara, Dilza menutup malam itu dengan satu harapan yang sederhana.
“Rasanya bangga, bahagia, sekaligus ada debaran luar biasa karena membawa nama provinsi tercinta. Mohon doa dan dukungannya agar saya bisa memberikan hasil terbaik untuk Kepri,” katanya.
Baca juga:Video: SMAN 5 Batam Juara Garuda Yaksa Kepri Cup 2026, Turnamen Cetak Bibit Futsal Baru Kepri
Penulis:Zalfirega|Editor:Trio










