BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen: Jaga Rupiah-Dorong Ekonomi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/8/2026). Foto:Ist

Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/8/2026). Foto:Ist

60 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAKARTA- Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) edisi 18–19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%.

Dalam pers rilis yang disampaikan Bank Indonesia dikutip pada, Kamis (20/8/2026).

Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga dipatok stagnan, masing-masing di angka 4,75% dan 6,50%.

Langkah ini diambil sebagai perisai menghadapi gelombang ketidakpastian global yang belum mereda.

Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia, memicu inflasi global, dan menahan selera investor asing masuk ke negara berkembang.

Di saat bersamaan, Bank Sentral AS (The Fed) diproyeksikan bakal menaikkan suku bunganya di triwulan IV 2026.

Meski memilih “main aman” demi menahan nilai tukar Rupiah yang kini bertengger di posisi Rp17.855 per dolar AS, BI menyuntikkan sejumlah pemanis kebijakan agar roda bisnis domestik tak berhenti berputar.

Baca juga:Pemko Batam Resmikan D’KUMI Galeri di Terminal Sekupang untuk Perluas Pasar UMKM

Obral Insentif “Pemanis” Pengusaha dan Investor

Untuk memastikan likuiditas pasar tetap basah dan perbankan rajin menyalurkan pinjaman, otoritas moneter merilis sejumlah amunisi baru:

Diskon Hedging Dana Asing (Berlaku Minggu Ke-2 September 2026): BI memberikan diskon premi Swap Jual Lindung Nilai sebesar 12,5%. Tak cuma untuk investor portofolio, fasilitas ini diperluas mencakup pinjaman luar negeri bank dan Investasi Langsung Asing (Foreign Direct Investment/FDI) yang masuk sejak 1 Juli 2026.

Guyuran Insentif Likuiditas (KLM):Hingga awal Agustus 2026, BI telah mengucurkan insentif KLM ke perbankan sebesar Rp446,5 triliun. Hasilnya manis: kredit perbankan melonjak tumbuh 13,58% (yoy) pada Juli 2026.

Pejabat sementara Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, alasan utama BI Rate kembali dipertahankan ialah untuk menjaga stabilitas kurs rupiah sekaligus mendorong tren pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas rupiah dari dampak tingginya gejolak global dan inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tegasnya saat konferensi pers, Rabu (19/8/2026).

Dorong Digitalisasi: QRIS dan Kartu Kredit Indonesia

Di lini sistem pembayaran, BI makin agresif mendorong otomatisasi transaksi guna menopang UMKM dan sektor riil:

Kartu Kredit Indonesia (KKI): Mulai dipacu pasca-peluncuran resmi pada 17 Agustus 2026.

Bebas Tarif QRIS: Industri keuangan disiapkan untuk pemberlakuan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS sebesar 0% untuk transaksi hingga Rp100.000, yang berlaku mulai 1 Oktober 2026.

Kinerja Ekonomi Masih On-Track

Di balik bayang-bayang gejolak global, fondasi ekonomi domestik terpantau masih solid. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2026 tercatat di angka 5,29% (yoy), ditopang kuat oleh belanja pegawai (termasuk Gaji ke-13) serta implementasi awal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, inflasi IHK Juli 2026 melandai ke tingkat 2,88% (yoy) berkat melimpahnya panen cabai dan bawang merah, serta terjangkunya harga pangan.

Cadangan devisa pun masih kokoh di level 145,3 miliar dolar AS—setara pembiayaan 5,5 bulan impor.

Dengan kombinasi penahanan suku bunga dan insentif makroprudensial ini, BI optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 berada di kisaran 4,9% hingga 5,7%.

Baca juga:Satu Suara di Paripurna, DPRD Batam Sepakat Bahas 3 Ranperda Usulan Amsakar Achmad

Editor:Zalfirega 

Berita Terkait

Inflasi Kepri Turun Jadi 3,49 Persen pada September 2026
PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center
RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo, Lebih dari 90 Persen Aset Jaringan Dialihkan ke InfraNexia
BP Batam Kenalkan Kesiapan Ekosistem Data Centre di Tech Week Singapore
UNCTAD Catat Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia
BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Kredit Perbankan Tumbuh 13,65 Persen pada Agustus 2026
Gebyar Melayu Pesisir 2026 Bidik Pasar Lebih Luas bagi UMKM Kepri
General Cargo Batu Ampar Tembus 102 Persen Target Tahunan, Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh 8 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Inflasi Kepri Turun Jadi 3,49 Persen pada September 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:03 WIB

PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:45 WIB

RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo, Lebih dari 90 Persen Aset Jaringan Dialihkan ke InfraNexia

Rabu, 30 September 2026 - 20:01 WIB

BP Batam Kenalkan Kesiapan Ekosistem Data Centre di Tech Week Singapore

Selasa, 29 September 2026 - 19:45 WIB

UNCTAD Catat Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia

Berita Terbaru