Amsakar: Bencana di Sumbar dan Sumut, Penyebab Utama Kenaikan Harga Sembako di Batam

Selasa, 6 Januari 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat memberikan penjelasan kepada media di kantor Wali Kota Batam, Selasa (6/1/2026). Matapedia6.com/Luci

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat memberikan penjelasan kepada media di kantor Wali Kota Batam, Selasa (6/1/2026). Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Harga hampir seluruh kebutuhan pokok di Kota Batam mengalami lonjakan signifikan usai perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kenaikan tersebut terjadi pada berbagai komoditas strategis, mulai dari cabai, telur, daging ayam, sayur-mayur, hingga beras.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut kenaikan harga sembako merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun, terutama pada momentum hari besar keagamaan nasional.

Namun, kondisi kali ini dinilai lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Fenomena ini tidak hanya terjadi di Batam, tetapi hampir di seluruh Indonesia. Setiap Natal, Tahun Baru, Idulfitri, maupun Iduladha, selalu ada tren kenaikan harga komoditas strategis,” kata Amsakar, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, lonjakan harga kali ini dipicu oleh terganggunya rantai pasok dari daerah pemasok utama Batam yang tengah dilanda bencana alam dan cuaca ekstrem.

Baca juga: Arahan Amsakar Achmad Awal Tahun 2026 ke ASN, Harus Unjuk Kinerja Bukan Unjuk Muka

Ketergantungan Batam terhadap pasokan dari luar daerah membuat dampaknya terasa cukup besar.

“Batam sangat bergantung pada daerah lain, seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara yang menjadi pemasok utama cabai, sayur-mayur, telur, dan daging ayam. Telur dan ayam banyak berasal dari Medan, sementara cabai juga dipasok dari Lombok,” jelasnya.

Amsakar mengungkapkan, sejumlah daerah pemasok tersebut saat ini tengah menghadapi bencana alam serta cuaca ekstrem yang menghambat produksi dan distribusi, sehingga berdampak langsung pada pasokan dan harga di Batam.

Di sisi lain, kondisi cuaca ekstrem juga terjadi di wilayah Batam sendiri. Gelombang laut yang tinggi pada Desember 2025 lalu turut mempengaruhi kelancaran distribusi logistik melalui jalur laut.

“Kemarin kami rapat dengan BMKG. Diprediksi gelombang laut meningkat, ditambah curah hujan tinggi dan pasang laut. Kita juga harus mewaspadai potensi banjir rob,” katanya.

Untuk menekan laju inflasi daerah, Pemerintah Kota Batam telah melakukan sejumlah langkah konkret menjelang Natal dan Tahun Baru.

Salah satunya dengan menggelar bazar sembako murah dengan potongan harga hingga 50 persen, serta melibatkan distributor untuk membantu penyediaan kebutuhan pokok masyarakat.

“Alhamdulillah, dua langkah ini cukup efektif dalam menekan inflasi daerah. Namun harus diakui, ketika sudah berhadapan dengan gangguan distribusi, menjaga harga tetap stabil bukan perkara mudah,” ujar Amsakar.

Ia juga menegaskan pentingnya upaya jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan Batam terhadap pasokan dari luar daerah, guna menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Baca juga: Pameral Akan Gelar Perlombaan Jong Nusantara 2026 di Karimun

Terkait isu larangan impor beras yang sempat mencuat, Amsakar memastikan Batam tidak melakukan impor beras. Seluruh beras yang beredar di Batam merupakan produksi dalam negeri.

“Saya pastikan, dalam dua hingga tiga tahun terakhir tidak ada izin impor beras yang dikeluarkan untuk Batam,” tegasnya.

Bahkan, Amsakar mengaku sempat dipanggil langsung oleh Menteri Perdagangan untuk memberikan penjelasan terkait isu tersebut. Dalam pertemuan itu, ia juga meminta dukungan pasokan beras premium untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam.

“Saat itu Bulog memiliki stok beras medium, sementara kebutuhan masyarakat juga beras premium. Alhamdulillah, responnya cepat dan langsung dikirim,” kata Amsakar.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja
Pulang ke Batam, Angela Lillo Bawa Identitas Kota Kelahiran ke Miss Global 2026 Thailand
DPRD Batam Sahkan Perubahan APBD 2026, Anggaran Naik Rp294 Miliar
Produksi Terhenti, Gaji Belum Cair: Nasib Ribuan Pekerja PT Ghim Li di Ujung Ketidakpastian dan Geruduk DPRD Batam

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Senin, 14 September 2026 - 23:43 WIB

Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 16:58 WIB

Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu

Minggu, 13 September 2026 - 12:33 WIB

PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja

Berita Terbaru